icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Liar Sang Ustadzah

Bab 5 Part 4

Jumlah Kata:1333    |    Dirilis Pada: 21/11/2023

ia dapatkan. Pandangannya tak luput memandangi kontolku yang tegang keras. Aku tetap tersenyum sedikit menggerakan alisku keatas. Yang ada dalam pikiranku ustadzah alim dan sholehah kini takluk dih

keras selain milik suaminya.. Saat kurasa cukup memberikanya jeda. Ku julur kan kejantanan ku

h ku.. Kenapa hanya

ini iim.. Kamu masih muda dan masih be

h.. Gapai apa yang selam

, ini ga baik..

a yang Baim lakukan ke ustadzah s

alam keadaan bugil. Kulihat kontolku menegang karena hawa dingin yang terasa.. Sdikit kulihat bayang2 seseorang di dekat pintu kamar.. Kupikir siapa?? Mungkin ustadzah. Mengapa dia berdiri disana. Aku pura2 tertidur.. Ku siapkan cermin kecil untuk melihat kebelakang. Kulihat sosok wanita masuk ke kamarku. Lalu ia menyalakan lampu.. Nampak lah ustadzah yang hanya memakai c-d dan hijab sebatas bahu.. Aku terperana melihat dibalik cermin kecil yang ku persiapkan. Kulihat ustadzah semakin mendekat. Dengan ragu dan semakin mendekat.. Gugup dia ketika sudah berada di tepi kasur tempatku tertidur. Dengan gemetar ia sentuh tubuh bugil ku.. Mengelusnya dan menekankan perlahan tubuhku dalam keadaan tidur miring dengan pelukan guling..Kontolku menegang dibalik guling. Ustadzah tiba2 mendorong badanku dan terbaring lah aku dengan kontolku menjulang ke atas. Ustadzah menahan desahnya dengan tangan krn terkejut. Ragu, gugup, bimbang, takut akan dosa bercampur menjadi 1 saat tangannya perlahan menyentuh kontolku dan menggenggamnya. Terdengar ustadzah sedikit berbisik dan menyebut namaku. "" Baim, besar sekali """. Dengan pelan2 dia gerakan tangan nya mengocok kontolku. Masih ragu gerakanya mengocok kejantananku.. Namun makin lama

ustadz

tatap taj

ah : B

h.. Puaskan apa yang sel

k iim.. Ini sal

nkannya juga.. Baim merasakan saat

ndi dan melihat kamu tidur telanjang.. Dan ibu..

. Baim melihat semuanya. Bahkan ketika saat itu makan siang ust

u bersuami.. Dan dan ki

puasan batin yang bahkan suami ibu sendiri tak dapat memberikanya unt

___

gkaran di pinggang ustadzah dan sesekali meremas bokong sexy nya.. Ku gerakan badanku dan kami berciuman sambil berdiri. Payudara ustadzah yang besar dan padat bebas menggantung bersentuhan dengan dadaku. Sedikit2 ku berjalan sambil tetap berciuman mesra dengan ustadzah ika. Ku berjalan menuju tembok dan memojokan sangat ustadzah agar dapat ber

fhh...

gigit kecil pentil ustadzah yang menjulan

.. Sstt...

an tak ingin aku menghentikan aksi ku.. Ku pindahkan ciuman ku agak kebawah. Ku jilati perut mulus ustadzah setiap inci nya. Sa

Ssttt.. Baai

.. Ss

ni ku arahkan wajahku tepat di vaginanya... Ku jilati klistorrinya.. Itil ustadzah memanjang kluar dr sarangnya.. Ku hisap 2.. Dan ku teruskan kedua

okcxk.. Cckk

stadzah yang sedang ku p

Sssttt... Nikmaaaa

.. Jangan siksa

rdengar dr mulut binal sang ustadzah. Ku percepat tempo kocokan jarik

. Iyaaah.. I

Ituu iim..

Aduuuhhh a

Aaaaa hhh iyahh iyaa

m.. I-II.. Buuu aaach

t... Aaaa aaachh

dilantai kamarku.. Ku perhatikan tubuh bugil berjilbab ustadzah ika.. Jilbabnya basah penu

iim, hah..

asnya ustadzah menc

stadzah ikh

pernah merasakan se

rasakan nikmatnya kejantanan b

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Liar Sang Ustadzah
Hasrat Liar Sang Ustadzah
“Sayup-sayup terdengar suara bu ustadzah, aku terkaget bu ustazah langsung membuka gamisnya terlihat beha dan cd hitam yang ia kenakan.. Aku benar-benar terpana seorang ustazah membuka gamisnya dihadapanku, aku tak bisa berkata-kata, kemudian beliau membuka kaitan behanya lepas lah gundukan gunung kemabr yang kira-kira ku taksir berukuran 36B nan indah.. Meski sudah menyusui anak tetap saja kencang dan tidak kendur gunung kemabar ustazah. Ketika ustadzah ingin membuka celana dalam yg ia gunakan..... Hari smakin hari aku semakin mengagumi sosok ustadzah ika.. Entah apa yang merasuki jiwaku, ustadzah ika semakin terlihat cantik dan menarik. Sering aku berhayal membayangkan tubuh molek dibalik gamis panjang hijab syar'i nan lebar ustadzah ika. Terkadang itu slalu mengganggu tidur malamku. Disaat aku tertidur.....”