icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah yang Tertahan

Bab 5 Wajah Tak Asing

Jumlah Kata:1181    |    Dirilis Pada: 20/11/2023

aran tentang cerita masa lalu suamiku, yang padahal dari awal pe

n cerita yang sepertinya tidak jauh berbeda dari apa yang se

h kopi panas yang sudah aku buat untuk S

ima kasih

h aku tany

napa harus tanya gitu dulu

dong HP-nya

a a

sebentar. Terus ada hal yang membuat aku kepikiran.

ak

Rendi sama sekali diluar ekspektasiku. Ini ad

as

u. Emang apa pentingnya sampai kamu harus tau

banget kaya gini? Kalau Mas nggak mau jawab jug

ahla

mah bahkan kopi yang baru aku bua

t padaku. Cukup lama ia mengabaikanku dan akupun mencoba untuk terus meminta

angsung mandi dan bersantai sa

in

lang tetapi Mas Rendi malah menelepo

mu pulang sekar

i di rum

k karena takut terjadi sesua

. Ibu kecelakaan,

ama aku langsun

aku mengalami kec

a, Dok?" tanya Mas Rendi saat d

tindakan yang harus dilakukan, pengobatan serta biaya yang harus dikeluarkan. Tak lupa jug

rasa tidak setuju jika pengobatan Ibu sampai harus keluar negeri, padahal Dokter merekomendasikan beberapa rumah sakit terbai

han di Singapura selama satu pekan. Itu berarti

kan anak, sudah ludes. Bahkan Mas Rendi harus menjual rumah kami berdua, sehingga kini aku tinggal bersama di rumah Ibu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi sampai mence

tanyaku pada Mas Re

untuk Ibu. Tolong

pas-pasan saja. Bahkan aku sudah tidak b

emua omongan Ibu yang pastinya masih membuatku sakit

ya aku mau

lagi? K

apa? Apa aku p

au Ibu butuh diutamakan sebelum kamu? Ibu pe

Aku nggak mau nambah beban buat kamu. Udah du

ang jaga Ibu s

awatirkan

rodanya. Meski dengan keadaan yang belum sehat total, juga dengan bicara ya

ri kamu buat cari kerjaan lagi. Biar dia juga merasakan lelahnya cari uang kalau sudah berum

tuk Ibu. Sayang, soal keinginan kamu Mas setuju. Kalau kamu mau

ggu panggilan dari beberapa perusahaan ya

g jaga, aku mau jalan-jalan sore ke taman komplek. Aku melewati rumahku yan

at ada sesuatu yang menarik tertempel di kaca

wongan p

imana bisa aku yang sedang membutuhkan banyak informasi l

rpengalaman. Membaca sampai disitu saja aku merasa sudah ada peluang besar. Namun,

tatus pernikahan tidak menjadi hambatan.

kali tidak menghiraukan Ibu Mertuaku dan langsung masuk ke kamar untuk

ingin diantarkan oleh Mas Rendi, hanya saja bertepatan dengan jadw

sar. Sempat merasa kurang percaya diri

i selebaran yang saya lihat, hari ini ada walk

u sebent

iapa akupun tidak tahu. Akhirnya aku dipersilah

tu. Anehnya, tanpa banyak berbasa-basi, aku langsung di ajak untuk ke lantai pal

etapi HRD itu menjelaskan jika CEO di perusahaan itu cukup selektif

okk, to

luas, malah sangat luas bagiku yang du

akan pelamar. Saya

bersama CEO yang belum aku lihat jelas wa

tidak asing untukku. Dan dia ter

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah yang Tertahan
Gairah yang Tertahan
“Tiga tahun menikah, tiga tahun pula aku dituntut untuk segera memberikan seorang cucu oleh Ibu Mertuaku. Mau pecah rasanya kepalaku karena selalu hal itu yang dibahas disetiap pertemuan kami. Aku selalu diam saja, begitu juga dengan suamiku yang tidak pernah membelaku. Aku sudah memeriksakan rahimku dan nyatanya memang tidak ada masalah. Aku rasa hanya perihal waktu saja, Tuhan mungkin belum memberikan kepercayaannya pada kami. Tidak mungkin juga aku mengatakan pada Ibu Mertua jika kemungkinan besar anaknya yang bermasalah. Jujur saja, selama tiga tahun, aku tidak pernah merasa terpuaskan. Satu kali pun tidak pernah. Bahkan aktivitas bercinta kami bisa dihitung dengan jari dalam satu bulan, itu pun tidak pernah lama. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk kembali bekerja daripada di rumah dan stres sendiri. Apalagi keuangan rumah tangga kami memang sedang tidak baik-baik saja, karena harus berbagi dengan Ibu Mertuaku yang sudah tidak ada yang menafkahi sejak Ayah Mertua meninggal. Aku pun melamar ke sebuah perusahaan yang sedang mencari sekretaris. Kebetulan pula, aku memang mantan sekretaris sebelum menikah dan resign. Semua bermula dari sana. Awal mula aku bermain di belakang suamiku ....”