icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah yang Tertahan

Bab 4 Bertemu Mantan Istri Suamiku

Jumlah Kata:1049    |    Dirilis Pada: 20/11/2023

dengan Ibu Mertuaku lagi. Karena dia masih saja marah dan menganggap bahw

ngapa ia membatalkan rencana kita keluar, sebab aku

au bagaimana lagi, aku memang merasa dinomorduakan. Dan di

s Rendi yang langsung

ak masak lagi hari ini." Aku langsung berdiri menghampiri sua

makan. Kamu u

yang langsung s

ah yang aku rasakan akan semakin memuncak saja rasanya. Dan seolah hal itu mendorongku untuk

at aku kembali mengingat pria asing yang dua bulan ini memenuhi otakku. Sehin

uk dulu. Mas

untunku untuk

amu kenapa akh

. Pikiranku sudah tidak karuan, aku takut jika Mas Rendi m

? Aku gak ap

idup Mas. Mas gak enak kalau kalian saling diam. Jadi, karena kamu masih muda,

apa? Yang ngediemin aku kan Ibu sendiri. Padahal aku udah jelasin

a kesalahanku, malah dibuat emosi dengan Mas

ang

Aku langsung masu

*

bulan kem

abungan pendidikan anak kita lho, Mas. Karena uang yang Mas kas

t menjerit saja karena tidak pernah bertahan lama. Bukan

lu. Masih untung Mas nggak di PHK juga," jawab Mas Rendi membuatku kembali merasa iba karena meras

0 persen. Lumayan kalau buat perlengkapan mandi sama kebutuhan dapur," ajakku pada Mas Rendi dengan ni

asi. Apalagi sekarang musim hujan, kasihan. Jadi sekarang mau pesan dulu bahan materialnya biar ikut pengi

. Ya, miris. Miris pada diriku sendir

uangnya buat renovasi rumah Ibu?" tanyaku masi

ganggukkan ke

Mas. Aku bisa sendiri

erganti pakaian. Tak perlu pamit karena mema

kali jika harus langsung pulang, karena Mas Rendi sudah dipastikan belum pulang kalau langit belum berubah menjadi gelap. Di rumah

saja. Biar sejenak aku melupakan permasalahan rumah tanggaku

orang wanita yang tidak asing diingatan

hanya saja Mbak Dyan sudah melihatku terlebih d

tri Mas Re

uk. "Mbak Dyan. Apa kabar,

oleh aku

Mbak bukannya

suami. Gimana kabar Mas Rendi

masalah keluargaku pada mantan istri Suamiku sendiri. Apalagi aku tidak tahu alasan mereka ber

k, M

ritaan aku pas masih rumah tangga sama Mas Rendi yang masih disetir sama Ib

berpikir mungkinkah perpisahan diantara merek

hkan sebelum aku memberikan responku t

nggungnya. Pernikahan itu harus membawa kebahagiaan bukan malah penderitaan. Sakit secara fisik mungkin masih bisa diobati, tapi

aku terlalu tenggelam dalam ucapan dia yang seolah tengah membuka mataku, yan

h aku terlalu pemaaf atau s

jadikan alasan untuk perpisahan, aku lebi

h

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah yang Tertahan
Gairah yang Tertahan
“Tiga tahun menikah, tiga tahun pula aku dituntut untuk segera memberikan seorang cucu oleh Ibu Mertuaku. Mau pecah rasanya kepalaku karena selalu hal itu yang dibahas disetiap pertemuan kami. Aku selalu diam saja, begitu juga dengan suamiku yang tidak pernah membelaku. Aku sudah memeriksakan rahimku dan nyatanya memang tidak ada masalah. Aku rasa hanya perihal waktu saja, Tuhan mungkin belum memberikan kepercayaannya pada kami. Tidak mungkin juga aku mengatakan pada Ibu Mertua jika kemungkinan besar anaknya yang bermasalah. Jujur saja, selama tiga tahun, aku tidak pernah merasa terpuaskan. Satu kali pun tidak pernah. Bahkan aktivitas bercinta kami bisa dihitung dengan jari dalam satu bulan, itu pun tidak pernah lama. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk kembali bekerja daripada di rumah dan stres sendiri. Apalagi keuangan rumah tangga kami memang sedang tidak baik-baik saja, karena harus berbagi dengan Ibu Mertuaku yang sudah tidak ada yang menafkahi sejak Ayah Mertua meninggal. Aku pun melamar ke sebuah perusahaan yang sedang mencari sekretaris. Kebetulan pula, aku memang mantan sekretaris sebelum menikah dan resign. Semua bermula dari sana. Awal mula aku bermain di belakang suamiku ....”