icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balada Cinta Cassanova Impoten

Bab 3 Kemarahan Bramono

Jumlah Kata:1031    |    Dirilis Pada: 28/10/2023

dur dengan mahluk aneh ini!" Teriak Bramono marah, sambil men

ita itu segera turun dari tempat tidur, lalu segera berlari masuk ke dalam ka

dohi dirinya sendiri, hingga puas dan langsung berhenti, ketika mendengar suara isak tangis dari kamar mandi. B

elum mulai mandi!

mu?" tany

kan ini?" tanya Bramono lagi, den

kin kesal. Emosi Bramono makin tak terkendali saat ini, dia benar-benar dalam kondisi

knya. Bramono merasa sangat terhina karena hal ini, seumur hidupnya tidak pe

ita jelek di sampingku samp

u! Biar aku dulu yang mandi. Aku tak ingin menggunakan

hat wanita itu masih menggunakan selimut untuk m

jah kamu itu, padaku! M

lanya, dalam-dalam. Bramono langsung masuk ke

ingin sampai mencium bau tubuh kamu, menempe

kurang! Untuk bisa menghilang

wanita

u cari siapa dalang

u ini sangat menyenga

ndi. Begitu keluar, Bramono melihat wanita itu ter

wajahmu padaku!" Ucap Bramo

ek kamu, nanti masuk dala

apan Bramono, dia berlari masuk ke dalam k

dah bersentuhan dengan k

handphonenya yang a

hotel ini cepat!!" Teriak Bramono,

mual lama-lama berada dalam satu ruangan,

mono segera mengambil apa yang diantar oleh orang i

tu, begitu saja. Dari hotel itu, Bramono langsung pergi ke kantornya, begitu tiba

ia ingin menghabiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja. Bramono tidak ingin samp

" Ucap

lempar, sebuah berkas, tepat mengena

tu, mengambil berkas-berkas

! Jangan makan gaji but

jawab staf nya itu tanpa bera

ya lagi, lalu langsun

ruangannya yang tertutu

mpatan demi umpatan keluar dari mu

sentrasi, untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Tiba-tiba ha

ganggu

apa yang menelepon Bramo

al

i?" benta

tna

!" ucap Bramono, langsung m

rencana dia berhasil. Bramono terdengar sedang gusar, pasti ego nya

kamu!" M

cewek cupu!"

uangan, lalu pergi meninggalkan kantornya. Bramono memilih pulang ke apar

i, di apartemen nya, karena merasa bau wani

en pak!" Ucap Bra

jawab sa

erlihat tidak nyaman. Bramono merasa, udara di dalam m

membawa suasana hatik

mu lagi dengannya!" Lanjut B

dengan air hangat, dengan menggunakan wangi-wangian yang biasa dia pakai, yang dia

andinya. Bramono kemudian menatap diri nya di cermin, Bramono memeriksa kulit di seluruh

i itu terjadi, aku sepertinya harus pergi ke dokter kulit

erebahkan diri, menatap langit-langit kama

hidupku! Semoga, hari itu tidak akan terjadi

asnya berkali-kali, mencob

a, aku tidur dengan wanita jelek itu!" Ucap Bramono sambil

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balada Cinta Cassanova Impoten
Balada Cinta Cassanova Impoten
“Bramono adalah seorang casanova yang tidak peduli terhadap perasaan wanita. Wajahnya yang tampan nan rupawan, membuat dia sangat gampang untuk menaklukkan wanita untuk diajak bermain ranjang. Tidak ada yang namanya tidur berulang kali untuk satu wanita bagi Bramono. Setiap kali dia bermain ranjang, sudah pasti bersama wanita yang selalu berbeda, dan itu pun bersama wanita berparas cantik dengan bodi yang aduhai. Bramono sangat selektif dalam memilih lawan ranjangnya. Dia tidak akan pernah mau bermain dengan wanita sederhana, walaupun wanita itu yang mengemis untuk ditiduri oleh Bramono. Namun pada suatu suatu ketika, Bramono dijebak oleh mantan kekasihnya yang memiliki segumpal dendam. Akibat jebakan itu, Bramono meniduri gadis bernama Mala. Dia sangat jauh dari standar wanita penghangat ranjang Bramono. Dalam pengaruh obat afrodisiak, Bramono merenggut sesuatu yang paling berharga pada diri Mala. Akan tetapi, di saat telah sadar dari pengaruh obat yang menguasainya, Bramono bukannya merasa bersalah, dia malah menghina dan mengancam gadis itu karena sangat menjijikkan di matanya. Mala yang begitu ketakutan, membawa lukanya pergi menjauhi Bramono. Entah karma yang telah datang pada Bramono, seorang casanova yang digilai banyak wanita cantik dan berkelas itu malah mengalami hal yang tidak terduga. Tombak pusaka sebagai sosis yang dia banggakan untuk menerjang wanita di atas kasur tiba-tiba tidak lagi mau berdiri untuk bertarung, bahkan selera Bramono terhadap wanita pun menghilang. Bramono sudah berobat kian-kemari, tetapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya Bramono mendapat angin segar untuk obat yang bisa menyembuhkannya, yaitu dengan cara berhubungan kembali dengan Mala. Akankah Bramono kembali menemukan Mala yang telah dia hina dengan beribu ancaman? Dan kalaupun Mala dia temukan, akankah Mala mau kembali berhubungan dengannya? Atau info mengenai berhubungan dengan Mala bisa menyembuhkannya kembali adalah sebuah jebakan kedua kalinya untuk Bramono dari seseorang?”