icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Balada Cinta Cassanova Impoten

Balada Cinta Cassanova Impoten

Penulis: HUSNA ISRIS
icon

Bab 1 Bramono Sudjatmiko

Jumlah Kata:1192    |    Dirilis Pada: 28/10/2023

djatmiko, seorang pengusaha muda, yang tampan dan juga suk

ndi hartanya. Bramono, selain kaya raya dia juga tampan, hingga para wanita muda dan

rena Bramono sangat senang, hinggap dari satu wanita ke wanita lain. Tak

n, dengan seorang wanita, setelah mereka sele

lakukan itu!" Ucap R

! Tapi kamu yang mau!

r mencintai kamu! mau melakukan apapun demi kam

awanan kamu padaku, berharap kamu bisa menuntut tanggung jawab dar

arusan. Namun, Bramono seakan-akan tidak perduli dengan tangisan Ratna, karena sete

a Bramono akan begitu tega, melakukan itu semua padan

u, memang langsung jatuh cinta pada Bramono yang tampan, apalagi setelah

eberapa kali mereka pergi keluar bersama, Ratna merasa sangat senang, karena Bramono ternyata pria yang sangat royal. Apapun

Ratna tidur dan make a love, bersama dengan Bramono. Dengan menyerahkan ke

t dan erat. Tapi, ternyata Ratna salah, setelah peristiwa itu terjadi. Bramono bukannya lebih deka

ati dia, sebelum nya tentang hal ini. Ratna kini sangat menyesal, kenapa saat itu, Ratna tida

a hari berpisah, sekarang sudah mengandeng wanita

an-temannya di sebuah club malam, bertemu dengan Bramono, tanp

untuk melupakan Bramono, tapi dia malah ber

! Gila sama cewek

ap! Kamu belum sempat di apa-a

menatap ke arah Bramono yang terlihat

ket sama dia, tapi melihat elu jatuh cinta

, aku juga sudah tak apa-apa," jawab

menguap begitu saja, saat ini. Melihat Bramono

nguap begitu saja. Berubah menja

. Ratna pulang ke rumah, dengan penuh rasa marah. Ingin rasanya, dia membalas

*

ngan wanita barunya yang tak kalah ca

dengan sembarangan wanita. Tak perlu kaya atau d

gengsi, apapun yang di miliki atau yang ada de

rus memilih pekerja wanita yang cantik, yang jelek atau biasa saja di harap langsung mundur. Karena Bra

*

Setelah di selidiki, Bramono ternyata sering ke tempat itu, padahal s

tamu wanita yang membuat nya merasa sangat jijik, begitu melihatnya. Tamu nya itu, seperti wanita dari

a. Namun begitu, melihat wanita itu, tiba-tiba timbul sebu

, ego nya akan tersinggung!

jah wanita itu, terlihat sangat sedih, mungkin sesuatu

ya. Dia datang untuk meminjam uang, untuk ibunya yang seka

langsung mengiyakan permintaan wa

aku lakukan?"

rang pria!" Jawab

langsung terkejut dan

tak bisa," uc

memberikan pinjaman uang yang kam

gak lama, tapi tak lama, dia mengan

ita itu. Saat itu juga, Ratna langsung memb

an berikan, jika tugas dari nya

idak percaya mendengar dengan siapa dia harus tidur. Tapi Ratna tidak perduli, Ratna sudah

anda?" tanya

n yang sangat menyebalkan!

buatnya!" L

tidak juga perduli. Ratna, malam itu juga, mengajak wanita itu ke tempat biasa Bra

na pada Bramono d

bung?" la

Ratna tersenyum lebar, saat Bramono menganggu

enyum licik di bibirnya, karena telah berhasil

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balada Cinta Cassanova Impoten
Balada Cinta Cassanova Impoten
“Bramono adalah seorang casanova yang tidak peduli terhadap perasaan wanita. Wajahnya yang tampan nan rupawan, membuat dia sangat gampang untuk menaklukkan wanita untuk diajak bermain ranjang. Tidak ada yang namanya tidur berulang kali untuk satu wanita bagi Bramono. Setiap kali dia bermain ranjang, sudah pasti bersama wanita yang selalu berbeda, dan itu pun bersama wanita berparas cantik dengan bodi yang aduhai. Bramono sangat selektif dalam memilih lawan ranjangnya. Dia tidak akan pernah mau bermain dengan wanita sederhana, walaupun wanita itu yang mengemis untuk ditiduri oleh Bramono. Namun pada suatu suatu ketika, Bramono dijebak oleh mantan kekasihnya yang memiliki segumpal dendam. Akibat jebakan itu, Bramono meniduri gadis bernama Mala. Dia sangat jauh dari standar wanita penghangat ranjang Bramono. Dalam pengaruh obat afrodisiak, Bramono merenggut sesuatu yang paling berharga pada diri Mala. Akan tetapi, di saat telah sadar dari pengaruh obat yang menguasainya, Bramono bukannya merasa bersalah, dia malah menghina dan mengancam gadis itu karena sangat menjijikkan di matanya. Mala yang begitu ketakutan, membawa lukanya pergi menjauhi Bramono. Entah karma yang telah datang pada Bramono, seorang casanova yang digilai banyak wanita cantik dan berkelas itu malah mengalami hal yang tidak terduga. Tombak pusaka sebagai sosis yang dia banggakan untuk menerjang wanita di atas kasur tiba-tiba tidak lagi mau berdiri untuk bertarung, bahkan selera Bramono terhadap wanita pun menghilang. Bramono sudah berobat kian-kemari, tetapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya Bramono mendapat angin segar untuk obat yang bisa menyembuhkannya, yaitu dengan cara berhubungan kembali dengan Mala. Akankah Bramono kembali menemukan Mala yang telah dia hina dengan beribu ancaman? Dan kalaupun Mala dia temukan, akankah Mala mau kembali berhubungan dengannya? Atau info mengenai berhubungan dengan Mala bisa menyembuhkannya kembali adalah sebuah jebakan kedua kalinya untuk Bramono dari seseorang?”
1 Bab 1 Bramono Sudjatmiko2 Bab 2 Malam Naas Bramono3 Bab 3 Kemarahan Bramono4 Bab 4 Aksi Bramono5 Bab 5 Tangisan Mala6 Bab 6 Kesedihan yang Sempurna 7 Bab 7 Pergi Jauh8 Bab 8 Mengingat Malam Itu9 Bab 9 Perasaan Bramono10 Bab 10 Dia Mengambil segala Dariku11 Bab 11 Kembali ke Jakarta 12 Bab 12 Bramono dan Mala mencoba bangkit13 Bab 13 Bertemu lagi14 Bab 14 Menemukan mu lagi15 Bab 15 Guci yang pecah16 Bab 16 Tidurlah denganku17 Bab 17 Rasa yang aneh18 Bab 18 Melupakan gengsi19 Bab 19 Mengatakan yang sebenarnya 20 Bab 20 Sudah tidak tahan 21 Bab 21 Kamu menertawakan aku22 Bab 22 Teman lama23 Bab 23 Jangan terlalu lama24 Bab 24 Kencan ganda25 Bab 25 Tidak ikut campur26 Bab 26 Merusak mata dan hati27 Bab 27 Liburan28 Bab 28 Di patahkan oleh Mala29 Bab 29 Menemui Tamu30 Bab 30 Lutut yang lemas31 Bab 31 Pernyataan Cin32 Bab 32 Meluluh lantahkan semuanya 33 Bab 33 Menghindar34 Bab 34 Diamnya 35 Bab 35 Memaksa36 Bab 36 Pergi tanpa Pamit37 Bab 37 Menangis dalam Pelukan38 Bab 38 Naik motor39 Bab 39 Menyembunyikan Kecantikan 40 Bab 40 Rasa Rindu41 Bab 41 Mencairkan hati