icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silver Eyes

Bab 5 Kembali Malah di Tuduh

Jumlah Kata:1162    |    Dirilis Pada: 20/09/2023

a segera berkat

lu berkata, "Apakah

ua orang di suruh mencari tuan. Katanya Tua

arena bertemu dengan ora

ta, "Sebaiknya Tuan Mu

menarik tangan orang itu d

uka parah dalam pertandingan itu. Tetapi..." orang itu tidak menerusknya sambil menggerakan tangan di ud

keluar ia sempat menoleh ke arah si orang yang sedang bercerita itu sambil melo

arkan pertanyaan, "Di ma

kata, "Dia adalah salah satu keturunan

terkejut dan langsung berlari

nya, "Ada apa ini? Kenapa mereka

dahuluinya dengan berkata, "Pulanglah. Karena kedua orang tuamu sudah mengang

mengenal dirinya sambil bertanya, "

pak menganggu

gi, "Sebaiknya kamu bawa

i rumah keluarga Luk San, hari sudah hampir ma

pintu, ia pun segera berteriak-teriak, "Tuan Muda te

ar teriakan itu. Dan semuanya berhambur

tua adalah kakak dari ayah Ciu San. Yang kedua adalah adik d

n sendiri tadinya juga memiliki tiga anak. Tetapi keduanya telah tiada. Yang tinggal menjadi harapan adalah Ciu San. Sedangk

ng putranya sendiri agak tidak malu-maluin kalau ada pertand

San kedua orang saudara aya

adi tidak percaya. Lalu Tiong San kakak ayahnya segera ber

aja!" lalu lanjutnya, "Cepat tangkap anak ini dan kurun

gurung pemuda itu bersama dengan bebera

at Ciu San tidak percaya. Lalu ia pun mencoba membela diri dengan

il menuding ke arah wajah pemuda itu. Lalu i

opoh sambil membawa sebillah pedang. Dan di ujung pedang s

ambil menyuruh kepada pelayan itu melem

n diri. Lalu ia menangis histeris sambil berteriak, "Tidak! Tidak mungk

kamu? Yang benar saja!" celetu

t itu aku kalah bertarung. Dan kedua orang tuaku mencoba menolong aku denga

ngan berkata, "Kalau tidak salah! Berarti kamu lu

gat lagi akan kejadian tersebut, tetapi ia merasakan kep

etua. Tetapi kalau kamu bersih kukuh untuk tidak mengakuinya, jangan salahkan paman bila paman akan membawamu k

dengan cepat menotok jalan darah Ciu San agar dia tidak dapat bergerak. Bersamaan den

ah keluarga Lok San beramai-ramai membawa pemud

edangkan orang-orang yang membawa Ciu San ke ruangan itu segera menjatu

ama dengan kedua saudara ayah Ciu San juga turut

nak buah Tiong San. sehingga tidak ada yang berani mendekat

San sudah ikutan duduk pula, Tiong San pun segera berkata kepada keponakan

angguk membe

pulang sekarang. Kenapa tidak pulang dari beberapa bulan yang lal

kalian tidak tahu, kalau diriku ada yang menculik ku di saat aku diba

totok, tetapi ia ma

kuning segera bertanya, "Menurutmu, siap

aya pun tidak sanggup menarik topeng orang-orang yang menculikku," balas Ciu San sambil menggelengkan kepalanya. Lalu ia teringat orang-o

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silver Eyes
Silver Eyes
“Ciu San adalah salah satu keturunan dari keluarga Luk San, yang ayahnya bernama Bun San, begitu disegani di dalam kalangan pemerintah maupun dunia persilatan. Namun, untuk Ciu San sendiri dia sangat lemah, sehingga selalu kalah dalam adu ketangkasan. Pada suatu hari ia kembali kalah dan harus dilarikan dari tempat adu ketangkasan tersebut karena seluruh urat nadi di dalam tubuh hampir putus semua. Dia tertolong tanpa sengaja setelah menyentuh sebuah bola mata milik dari salah satu dewa yang di hukum ke dunia. Mata itu adalah milik Dewa tata surya yang dikalahkan oleh Dewa matahari. Sesungguhnya begitu banyak kultivator yang menghendaki mata dewa itu, sebab dikarenakan mengandung khasiat untuk meningkatkan kultivasi. Pada akhirnya semua orang pun mengetahui kalau Ciu San selamat karena menyentuh mata dewa, mereka akhirnya berniat membunuh dan meminum darah Ciu San agar dapat meningkatkan kemampuan secara cepat. Berhasilkah Ciu San lolos dari orang-orang itu? Dan berhasilkah ia membalas dendam atas kematian orang tuanya”
1 Bab 1 Sepertinya Tak Ada Harapan2 Bab 2 Di Hadang Oleh Orang-orang Tak Di kenal3 Bab 3 Tidak Sengaja di Tolong Oleh Dewa4 Bab 4 Gara-gara sebuah Bola Mata5 Bab 5 Kembali Malah di Tuduh6 Bab 6 Bentrokan Tenaga7 Bab 7 Kembali Tak Berdaya8 Bab 8 Istana Pelangi9 Bab 9 Bukan Ciu San Melainkan roh Dewa10 Bab 10 Teringat Akan Masa Lalu11 Bab 11 Kedatangan yang Tak Terduga12 Bab 12 Pertarungan Antara Aliran Lurus dengan Sesat13 Bab 13 Pengaruh Kaisar kwang Lung14 Bab 14 Ciu San Kembali Menghilang15 Bab 15 Demi Seorang bernama Ciu San16 Bab 16 Kaisar pun Ikut Berburu17 Bab 17 Orang Tua Plin-Pan18 Bab 18 Malang dan Untung19 Bab 19 Matinya si Datuk Barat20 Bab 20 Ciu San Dalam Pengaruh Dewa21 Bab 21 Di Dalam Jurang