icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silver Eyes

Bab 3 Tidak Sengaja di Tolong Oleh Dewa

Jumlah Kata:1062    |    Dirilis Pada: 18/09/2023

kan hewan-hewan kecil yang lewat di depannya. Hewan-hewan itu diantaranya cacing, kecoa, kelabang ulat ka

n sehingga menyebabkan Ciu San kadang-kadang t

, "Ayah! Ibu! Tian! Jika kalian mendengarkanku, tolong bebaska

dak dapat melihat apa-apa lagi. Ia pikir waktunya suda

saja sebuah benda jatuh menimpa tubuh Ciu San. Dan ia sempat

da itu adala

ata itu, ternyata ia tidak bisa. Bersamaan dengan itu ia merasakan seluruh tubuhnya sa

hatan. Penglihatan itu adalah jurus-jurus yang tidak ia k

ut, "Lakukanlah sesuai dengan apa yang

arnya. Dan ia terkejut ketika ia merasakan seluruh urat nadi dan saraf yang ta

erasakan ada yang datang mendekati.

alah enam orang tua yan

wah jurang. Ternyata suara itu dikeluarkan oleh Ciu San yang ketika merasakan na

s tertawa gembira ketika melihat bola mata tersebut, s

kembali berdoa, "Sekiranya Tian masih menghendaki

ang lainnya berhasil mengambil bola mata terseb

an, "Janganlah kamu membunuhnya. Sepertinya dia d

i segala penjuru. Karena dahulunya mereka terkena

bersatu padu untuk mend

setelah matang mereka memakannya. Dengan demikian mere

eenam datuk sesat menikmati mata i

musuhnya dengan jerat jaring-jaring tipis yang ia buat. Kemudian datuk utara yang memiliki jurus kuk

a. Kemudian ada datuk selatan yang memiliki jurus rambut beracun. Semua ujung-ujung ram

acun. Dengan meminum darah kelabang dan memakan dagingnya yang beracun ia dapat ber

a surya, mereka pikir kemampuan mereka akan semakin menin

itu memperhatikan tubuh Ciu Sa

an dengan itu keenam datuk tersebut melepaskan te

epat dan sigap ia pun mengeluarkan jurus andalan keluarganya yaitu jurus

okan tenaga antara Ciu San sendiri dengan ke-6 datuk sesaat yang sudah malang m

etika merasakan tenaga yang di kelu

empat langkah dan semuanya menubruk dinding b

atuk sesaat tidak membuat mereka sampai ce

erluka sama sekali karena me

u, "Sungguh hebat! Masih muda, tetap

sung dengan kami berenam. Jadi jangan harap kamu

ara datuk yang lain ter

sekali kalau mereka dapat membunuh p

i. Dan keenam datuk it

ng gagah yang sudah mengasingkan diri. Ada hal apakah

un yang menjawab, "Anak muda! Sepertinya kamu tidak tahu sama s

dekat sekali denganmu. Tapi sayangnya kamu terlihat tidak

adaan tidak sadar menyentuh bola mata tersebut yang membuatnya kembali hidup. Dalam hati ia berkata, "Terima k

epala. Tambahnya lagi, "Sepertinya kalian berenam sudah hebat. Ke

mengelus perutn

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silver Eyes
Silver Eyes
“Ciu San adalah salah satu keturunan dari keluarga Luk San, yang ayahnya bernama Bun San, begitu disegani di dalam kalangan pemerintah maupun dunia persilatan. Namun, untuk Ciu San sendiri dia sangat lemah, sehingga selalu kalah dalam adu ketangkasan. Pada suatu hari ia kembali kalah dan harus dilarikan dari tempat adu ketangkasan tersebut karena seluruh urat nadi di dalam tubuh hampir putus semua. Dia tertolong tanpa sengaja setelah menyentuh sebuah bola mata milik dari salah satu dewa yang di hukum ke dunia. Mata itu adalah milik Dewa tata surya yang dikalahkan oleh Dewa matahari. Sesungguhnya begitu banyak kultivator yang menghendaki mata dewa itu, sebab dikarenakan mengandung khasiat untuk meningkatkan kultivasi. Pada akhirnya semua orang pun mengetahui kalau Ciu San selamat karena menyentuh mata dewa, mereka akhirnya berniat membunuh dan meminum darah Ciu San agar dapat meningkatkan kemampuan secara cepat. Berhasilkah Ciu San lolos dari orang-orang itu? Dan berhasilkah ia membalas dendam atas kematian orang tuanya”
1 Bab 1 Sepertinya Tak Ada Harapan2 Bab 2 Di Hadang Oleh Orang-orang Tak Di kenal3 Bab 3 Tidak Sengaja di Tolong Oleh Dewa4 Bab 4 Gara-gara sebuah Bola Mata5 Bab 5 Kembali Malah di Tuduh6 Bab 6 Bentrokan Tenaga7 Bab 7 Kembali Tak Berdaya8 Bab 8 Istana Pelangi9 Bab 9 Bukan Ciu San Melainkan roh Dewa10 Bab 10 Teringat Akan Masa Lalu11 Bab 11 Kedatangan yang Tak Terduga12 Bab 12 Pertarungan Antara Aliran Lurus dengan Sesat13 Bab 13 Pengaruh Kaisar kwang Lung14 Bab 14 Ciu San Kembali Menghilang15 Bab 15 Demi Seorang bernama Ciu San16 Bab 16 Kaisar pun Ikut Berburu17 Bab 17 Orang Tua Plin-Pan18 Bab 18 Malang dan Untung19 Bab 19 Matinya si Datuk Barat20 Bab 20 Ciu San Dalam Pengaruh Dewa21 Bab 21 Di Dalam Jurang