icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Misteri matinya teman-temanku

Bab 4 4

Jumlah Kata:1278    |    Dirilis Pada: 29/08/2023

dengan Aksara, dia rela tidak masuk kerja dem

bantu untuk membala

mereka, aku sudah terbiasa sepe

gini mereka bisa saja membua

dak tahu, tapi terima kasih ka

ngis lebih baik kita makan saja, pasti da

senyum lalu m

.

n tak jarang aku bermain ke tempatnya kerja. Kami sudah semakin akrab dan

nnya dengan pacarnya, tentang keluarga dan

ampus. Ayah sampai saat ini tak mau bicara padaku, alasannya karena

masih mengirimkan biaya

erbicara denganya. Bahkan untuk meli

gar suara Caha

i tanpa men

ari ini kan ulang tahun kakak " Dia men

ia semakin berdrama akhirn

ks " u

i kakak suka " katanya

embuka kado pember

biru yang cantik, kalung yang mun

us "

itu pasti cocok d

ng tahunku. Namun ada rasa sedih juga karena yang m

alu mengambil kalung itu dari kotaknya

" pujinya dengan

ngan senyuman dan sediki

r-benar tulus? "

enang? "

sih sangat kesal padanya. Apakah dia pik

ya sudah aku

Hm

g bebas menyelusu

dia mendapatkan apa yang dia mau berbeda denganku yang hanya ber

giatan di kampus begitu banyak,

ajahnya sangat masam bak buah kedondong. Jika saja motorku tidak sedang di perbaiki

tus sih, Ra

gkuh sama o

, kamu kalah saing sama om-om, hahaha " ak

n lagi sedih malah di eje

-aki, hahaha " tawaku semakin kencang sehingga me

ahu di lihat banyak

deh. Aku

, karena moodnya aksara yang rusak jadi ak

nya di rumah aku langsung mengucapkan terimakasih pada Aksara yan

aha bekerja agar bisa kembali melanjutkan pendidikannya. Aksara sama sepeti

mandu karoke, mereka berpisah saat Aksara berusia Du

ibunya hingga akhirnya ibu Aksara tid

dia terpaksa harus bekerja agar bisa melanjutkan

k sana takut di marahin lag

sebagai tanda perpisahan. Dia pun melakuka

haan terkenal jadinya ya dia merasa insecure begitu. Tapi setelah aku jelaskan bahwa aku tidak mem

di kamar aku di kagetkan dengan kamarku yang berantakan dan

k-acak kamar aku! " T

aget ayah dan

r kamu, mungkin si mbok belum bereskan,

Tante itu gak punya izin buat masuk ke kama

amu. Mama Melinda itu m

mpak Tante Melinda mulai menera

alung jadi mama car

uh aku maling gi

eh bentar itu kaya kalungnya mama "

dan aku melihat kalung yang

an-jangan?

unjuku ke

ang hilang, " jawab tent

hah?! Ayah gak pernah mengajarkan kamu seperti itu!! " terlih

ahaya yang ngasih tadi siang, kat

saat itu baru dat

ucapku sambil mel

am.." Cahaya terl

pa yang ajarin kamu berbuat seperti itu hah?! " Tanya tente Mel

l jujur? " tan

Aku cuma di paksa

dar

ersambar petir mendengar

u sendiri kan yang ngasih kalung ini ke gue tadi siang?! " Aku benar-benar di b

innie!, Kenapa harus paksa Cahaya, kalo kamu mau kamu bisa kan ngomong ke

ng Tante Melinda, Cahaya yang ng

k..

Ini entah sekian kalinya dia mendaratka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Misteri matinya teman-temanku
Misteri matinya teman-temanku
“Satu persatu teman-temanku mati, keluargaku dan semua orang yang pernah menyakitiku tiada, mereka mati dengan tragis. mereka mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Sulit bagi siapapun menemukan pelakunya. Dia cerdik dan sangat jago menyembunyikan jejaknya. Sebuah kisah dengan banyak teka-teki besar bersarang di dalamnya, satu persatu nyawa berjatuhan, termasuk aku sebagai tokoh utamanya.”
1 Bab 1 12 Bab 2 23 Bab 3 34 Bab 4 45 Bab 5 5 6 Bab 6 67 Bab 7 78 Bab 8 89 Bab 9 910 Bab 10 1011 Bab 11 1112 Bab 12 1213 Bab 13 1314 Bab 14 1415 Bab 15 1516 Bab 16 1617 Bab 17 1718 Bab 18 1819 Bab 19 1920 Bab 20 2021 Bab 21 2122 Bab 22 2223 Bab 23 2324 Bab 24 2425 Bab 25 2526 Bab 26 2627 Bab 27 2728 Bab 28 28 29 Bab 29 2930 Bab 30 3031 Bab 31 3132 Bab 32 3233 Bab 33 3334 Bab 34 3435 Bab 35 3536 Bab 36 3637 Bab 37 3738 Bab 38 3839 Bab 39 3940 Bab 40 40