icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Pernikahan Impian

Bab 6 Satu Kamar

Jumlah Kata:1126    |    Dirilis Pada: 16/08/2023

yang kelelahan itu juga menyesali telah menolak mentah-mentah saran Natan untuk memakai sopir ketika liburan. Niatnya ingin memberi libur kepada sopir pribadinya, tetapi sekarang dia yang kesusaha

berusaha peduli deng

ika pesan taksi online, dia memikirkan bagaimana dengan mobilnya. Ezar menghela napas berat, tak ada pilihan lain selain mencari penginapan terde

, tetapi dia urung bertanya karena pertanyaan sebelumnya saja bagai angin lalu untuk pri

mai, sehingga parkir kendaraan begitu padat. Ezar keluar dengan membawa tas punggungnya yang diikuti Ziya

dua kamar tidur. Dia tidak ingin sekamar dengan Ziya

tel ini tersis

ini musibah atau anugerah. Satu kamar dengan suaminy

." Ezar tak puny

kartu debit. Kemudian, resepsionis itu memberikan kunci kamar yang berbentuk ka

ia tampak bingung menyikapi kondisi saat ini. Ziya pun memilih meletakkan kopernya di samping lemari. Kemudian, ke kamar mandi untuk wudhu, kebiasaanya sebelum tidur. Dia mengurungkan niat unt

kan jilbab ketika tidur itu seketika terduduk tegap karena jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Dia se

gar daripada kemarin. Ziya segera menerobos masuk ketika Ezar baru saja keluar dari kamar mandi. Ziya hanya sikat g

ekarang, sedangkan Ezar terlihat sedang asyik bertelepon di tempat tidur. Ziya ing

adian kemarin." Ziya berkata

nya Ezar dengan

perilaku ayah yang

snya sih tidak

n ayah tidak berm

pi bermaksud untuk membunuh.

p Ezar dengan marah. Niat baiknya justru diterima buruk

n yang saya katakan?" Ez

kamu. Dasar pria arogan." Ziya

nyesal karena

u, tetapi tidak tahu harus kemana. Lalu dengan tiba-tiba perut Ziya berbunyi membuat Ezar

a Ezar dengan

an karena menahan malu. Ezar yang melihatnya hanya menggeleng. Ke

tanya Ezar yang sudah si

tanya Ziya yang tidak

mau, saya harus ke rumah." Ezar pun m

rang yang berpapasan dengan Ezar. Mereka seakan memandang Ezar dengan tatapan memuja terutama kaum wanita. Ezar yang ditatap tetap biasa saja dan cende

ari pria menyebalka

?" tanya Ziya yang s

amanya di hotel?" Ezar berkata

h?" Ziya mulai kehilangan kesabara

ap gas dan melajukan mobil

engan jalan pikiran laki-laki di sampingnya. Belum dua puluh empat jam menikah sudah membuat dirinya naik

ukup jauh dari rumahnya karena melihat banyaknya wartawan. Dia pun mengurungkan di

ar balik?" tanya

ia

cuma disuruh diam a

aslinya ce

karena fokus ke jalan. Ezar sedang berusaha lari dari kejaran wartawan-wartawan itu. Dirinya tidak mungkin muncul dengan wanita di sampingnya, b

alis sebelah. Rupanya wanita di sampingnya ini benar-benar kelapa

a karena kamu saya ada di pos

Ziya yang mendengar gum

awab Ezar denga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Pernikahan Impian
Bukan Pernikahan Impian
“Kisah sepasang anak manusia yang harus menjalin hubungan pernikahan tanpa rasa cinta karena sebuah tragedi yang tidak disengaja. Zaura Mazna Maziya, gadis manis yang ceria harus bertemu dengan Ezar Shafar Dhiaurrahman, seorang pria yang gila kerja dan sangat tegas serta keras kepala. Bagaimanakah kisah pernikahan mereka? Mampukah cinta hadir di antara keduanya? atau perpisahan menjadi jalan terakhir? Ikuti terus kisah mereka!”
1 Bab 1 Rahasia yang Disembunyikan Ayah dan Ibu2 Bab 2 Pertemuan Tak Disengaja3 Bab 3 Terjebak Situasi4 Bab 4 Pernikahan Dadakan5 Bab 5 Kembali Ke Jakarta6 Bab 6 Satu Kamar7 Bab 7 Rumah Natan8 Bab 8 Perjanjian Pernikahan9 Bab 9 Kesepakatan Ziya dan Ezar10 Bab 10 Sambutan Hangat untuk Ziya11 Bab 11 Makan Malam Pertama12 Bab 12 Kedatangan Keluarga Ziya13 Bab 13 Kekacauan14 Bab 14 Kalimat menyakitkan yang diutarakan Ezar15 Bab 15 Berita yang Tersebar Luas16 Bab 16 Peringatan dari Natan17 Bab 17 Kedatangan Marini18 Bab 18 Keraguan Ziya19 Bab 19 Di Antara Pesona dan Ancaman20 Bab 20 Marini Beraksi21 Bab 21 Permintaan Nataprawirya 22 Bab 22 Pernikahan Kedua 23 Bab 23 Sebuah Kejujuran24 Bab 24 Langkah Pasti25 Bab 25 Memperbaiki Keadaan26 Bab 26 Pesona Mama Lani27 Bab 27 Menerima Takdir28 Bab 28 Konferensi Pers29 Bab 29 Rasa Nyaman yang Mulai Muncul30 Bab 30 Cemburu 31 Bab 31 Makan Malam Spesial32 Bab 32 Tersulut Emosi33 Bab 33 Jalan-Jalan34 Bab 34 Makan Malam Romantis35 Bab 35 Video Viral36 Bab 36 Berdiskusi dengan Natan37 Bab 37 Dalang di Balik Video Viral38 Bab 38 Menyusun Strategi39 Bab 39 Pengkhianatan dari Dalam40 Bab 40 40 Telepon dari Bu Devina