icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

Penulis: Permata S
icon

Bab 1 Rahasia yang Disembunyikan Ayah dan Ibu

Jumlah Kata:1580    |    Dirilis Pada: 10/08/2023

lanan ke desa Cisande, Sukabumi. Dia akan menghadiri acara pinangan sepupunya, Marini Naisha, di rumah Kakek dan Neneknya. Sudah tiga tahun dia dan keluarganya tak mengunjungi kampung hal

li lipat dari Ziya yang tak lain adal

ar dengan mata yang menahan kantuk. Sang Ibu merasa bersalah karena telah mengganggu waktu istirahat putrinya, tetapi wanita yang hany

an tangan yang mengusap air ma

api ibu ingin menyampaikan kalau

akan pergi bersama ke desa Cisande yang merupakan tempat kelahiran sang Ibu. Namun, saat ini dia mendegar langsung jika sang Ibu memerintahkan dirinya per

rangkat lusa. tidak papa, ya, kamu berangkat duluan? Sampaikan

ikannya malam ini juga." Ziya tak

rut Ibu disampaikan sekarang lebih baik. Ibu harap kamu mengerti." Naditya mengusap pund

wang langit-langit kamar berwarna putih. Ada banyak pertanyaan di kepala gadis itu mengenai perkataan sang Ibu,

emudianan, berjalan pelan keluar kamar menuju kamar kecil untuk berwudu. Wajahnya terlihat lebih segar setelah air meny

kota yang banyak sejarah islam di sana. Gadis ceria penyuka sejarah itu senang mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Baginya sejarah adalah napas kehidupan karena me

isiatif untuk berangkat lebih pagi dengan menggunakan bus jadwal terpagi. Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal wanita berpakaian tunik biru muda dengan ce

" tanya Nataprawirya yang

mbil duduk di depan ayahnya

enggak papa kan pergi duluan?" Nataprawirya memastikan putr

sendiri, jadi enggak perlu khawati

at ke putrinya. Dia senang karena Ziya tidak bertanya lebih lanjut masalah apa yang sedang dihadapi ayahnya. Naditya memberi kode dengan m

ami menyusul. Jaga dirimu baik-baik." Nat

aanmu untuk bekal di jalan. Dimakan, ya, Saya

urusan kalian udah selesai." Tak lupa

khawatir, sehingga dia berpura-pura untuk tidak mempermasalahkan hal yang disembunyikan kedua orang tuanya. Ziya berusaha untuk ber

membawanya menuju terminal Pulogadung. Dia juga sudah mengabari

arena dirinya terbiasa melakukan perjalanan menapaki jejak sejarah. Ziya tidak sabar ingin berjumpa dengan kakek dan nenek serta Marini. Dia juga penasaran dengan calon s

ajah polos anak-anak didiknya di PAUD Ceria. Namun,Ziya juga butuh relaksasi untuk mengisi energ

m, Dek," sapa Z

Ziya sudah di jalan?" ta

rminal Sukabumi." Ziya menjawab sambil memandang ke l

, kumaha atuh?" Suara marini terdengar tidak enak h

engan acara lamaranmu." Ziya menanggapi dengan santai. Dia sudah terbiasa melakukan p

au sudah sampai termin

eh. Teteh baik-baik aja." Ziya ber

Cisande. Kedatangan Ziya ke Sukabumi disambut dengan gerimis yang perlahan menjadi hujan deras disertai angin yang cukup kencang. Ziya berlari mencari tempat

embali pesan itu terkirim. Dia menunggu hujan reda, tetapi langit masih terus menumpahkan kesedihannya. Sudah satu jam Ziya menunggu, tetapi hujan masi

pakah ada ojek d

h deras hujannya." tanya pria itu sambil

ak bisa antar?" Ziya berharap pria

ng. Jalann

a tak bisa menunggu lebih lama lagi, dia khawatir kak

pi yang tersisa setengah itu. Ziya mengucap syukur dalam hati. Dia pun tersenyum senang. Jarak dari te

ai menuju pintu masuk desa jalanan semakin licin dengan terlihat orang-orang yang putar b

Mang." Suara pengend

dia tidak mungkin melanjutkan perjalanan dengan ojek. Ziya m

uhun, ya

ke terminal aja? Masih huj

a jalan kaki sembari mencari jalan lain sia

Ojek itu pun pergi meninggalkan Zi

dilewati dengan berjalan kaki. Ziya pun senang mendengar informasi itu. Setelah mengucapkan terima kasih, dia melanjutkan perjalanan sesuai arahan warga tersebut. Dia menelusuri jalan yang licin karena air hujan sambi

ing karena jalanan menurun. Kakinya terkilir. Dia berusaha bangkit meskipun badan terutama kakinya terasa sakit. Koper yang dipegangnya pun iku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Pernikahan Impian
Bukan Pernikahan Impian
“Kisah sepasang anak manusia yang harus menjalin hubungan pernikahan tanpa rasa cinta karena sebuah tragedi yang tidak disengaja. Zaura Mazna Maziya, gadis manis yang ceria harus bertemu dengan Ezar Shafar Dhiaurrahman, seorang pria yang gila kerja dan sangat tegas serta keras kepala. Bagaimanakah kisah pernikahan mereka? Mampukah cinta hadir di antara keduanya? atau perpisahan menjadi jalan terakhir? Ikuti terus kisah mereka!”
1 Bab 1 Rahasia yang Disembunyikan Ayah dan Ibu2 Bab 2 Pertemuan Tak Disengaja3 Bab 3 Terjebak Situasi4 Bab 4 Pernikahan Dadakan5 Bab 5 Kembali Ke Jakarta6 Bab 6 Satu Kamar7 Bab 7 Rumah Natan8 Bab 8 Perjanjian Pernikahan9 Bab 9 Kesepakatan Ziya dan Ezar10 Bab 10 Sambutan Hangat untuk Ziya11 Bab 11 Makan Malam Pertama12 Bab 12 Kedatangan Keluarga Ziya13 Bab 13 Kekacauan14 Bab 14 Kalimat menyakitkan yang diutarakan Ezar15 Bab 15 Berita yang Tersebar Luas16 Bab 16 Peringatan dari Natan17 Bab 17 Kedatangan Marini18 Bab 18 Keraguan Ziya19 Bab 19 Di Antara Pesona dan Ancaman20 Bab 20 Marini Beraksi21 Bab 21 Permintaan Nataprawirya 22 Bab 22 Pernikahan Kedua 23 Bab 23 Sebuah Kejujuran24 Bab 24 Langkah Pasti25 Bab 25 Memperbaiki Keadaan26 Bab 26 Pesona Mama Lani27 Bab 27 Menerima Takdir28 Bab 28 Konferensi Pers29 Bab 29 Rasa Nyaman yang Mulai Muncul30 Bab 30 Cemburu 31 Bab 31 Makan Malam Spesial32 Bab 32 Tersulut Emosi33 Bab 33 Jalan-Jalan34 Bab 34 Makan Malam Romantis35 Bab 35 Video Viral36 Bab 36 Berdiskusi dengan Natan37 Bab 37 Dalang di Balik Video Viral38 Bab 38 Menyusun Strategi39 Bab 39 Pengkhianatan dari Dalam40 Bab 40 40 Telepon dari Bu Devina