icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Pernikahan Impian

Bab 2 Pertemuan Tak Disengaja

Jumlah Kata:1205    |    Dirilis Pada: 11/08/2023

h Ziya sudah mengigil kedinginan. Namun, tekatnya masih kuat. Wanita yang pakaiannya sudah penuh lumpur itu terus berusaha berjalan meskipun tertatih-tatih. Dia berjalan sambil menyeret kop

jebak di sini." Ziya bermonolog samb

dari tadi memberi sinyal minta diisi. Ziya memaksimalkan sisa tenaga yang dimilikinya untuk mencari tempat berte

sampai di depan gubuk. Dia mengetuk berkali-kali berharap ada penghuni ya

permisi apakah ada

kehidupan di dalam. Ziya pun berinisiatif mendorong pintu gubuk itu. Suara deritan pintu pun terdengar.

k beralaskan tikar usang yang tersedia di gubuk. Dia meluruskan kakinya

i cara agar dapat membersihkan diri. Ziya melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang. Setelah itu, Ziya membuka koperny

erlengkapan salat dan memasukannya kembali ke koper. Merasa dirinya sudah lebih baik, Ziya pun ingin melanjutkan perjalanan. Namun, sebelum melanju

ergi. Belum sempat Ziya menarik pintu, kakinya tersandung kopernya sendiri hingga tubuhnya terhuyung, lalu jatuh dengan lengan seb

eroboh sekali aku

emeja biru laut yang dipadukan dengan celana hitam itu pun kembali duduk dan berniat mengganti pakaiannya kembali. Namun, belum sempat dia mengganti pakaian suara derit pintu yang terbuka menghentika

ah tanpa mempedulikan keberadaan Ziya. Ziya merasa tidak nyaman dengan keberadaan laki-laki asing

laki itu seperti mengetahui isi pikiran Ziya.

yang terkilir semakin terasa sakit. Dia menjaga jarak d

akan mengganggumu." Laki-la

sini?" tanya Z

send

berta

inya?" Laki-laki yang akrab disapa Ez

jawab Ziya

kenapa masi

memas

awal untuk melanjutkan perjalaan, sedangkan Ezar baru tersadar ada yang aneh dengan cara jalan perempuan di dep

mau ke

tak menghiraukan pertan

gerimis." Eza

ah kanan Ziya terasa sakit sampa

mengganti sepatunya dengan sandal jepit digubuk ini, sesaat sebelum kehadiran Ezar. Ezar terus memerhat

kanannya bergerak. Ezar pun tergerak untuk membantu gadis di depannya. Dia melangkah mend

berkata dengan wajah

iknya." Ezar berusaha berbuat

n detik setelah mengatakan i

ndisi kaki Ziya. Laki-laki berjaket hitam itu berusaha menenangkan gadis itu. Dia juga tidak mengerti harus me

u semacamnya? Mungkin dengan

Ziya menjawab denga

aku a

menerima bantuan laki-laki yang baru bert

ukan pakaian. Setelah mendapatkan yang dicari, Ezar memberikan obat itu kepada Ziya. Di

n ampun karena telah memperlihatkan auratnya kepad pria yang bukan m

teriakannya karena rasa sakit yang tak tertahan. Ezar yang panik mende

Ezar bersiap berdiri. Dia juga melepaskan jaketnya karena merasa tidak

akitan. Dia tak bisa menahan lebih lama lagi. Wajahnya pucat. Ezar yang

lainnya. Mereka merasa heran mendengar teriakan di gubuk kosong karena penasaran keduanya mendekat, la

kangi pintu dengan tangan yang hampir menyentuh kaki Ziya membuat kedua warga seolah melihat keduanya sedang ingin melak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Pernikahan Impian
Bukan Pernikahan Impian
“Kisah sepasang anak manusia yang harus menjalin hubungan pernikahan tanpa rasa cinta karena sebuah tragedi yang tidak disengaja. Zaura Mazna Maziya, gadis manis yang ceria harus bertemu dengan Ezar Shafar Dhiaurrahman, seorang pria yang gila kerja dan sangat tegas serta keras kepala. Bagaimanakah kisah pernikahan mereka? Mampukah cinta hadir di antara keduanya? atau perpisahan menjadi jalan terakhir? Ikuti terus kisah mereka!”
1 Bab 1 Rahasia yang Disembunyikan Ayah dan Ibu2 Bab 2 Pertemuan Tak Disengaja3 Bab 3 Terjebak Situasi4 Bab 4 Pernikahan Dadakan5 Bab 5 Kembali Ke Jakarta6 Bab 6 Satu Kamar7 Bab 7 Rumah Natan8 Bab 8 Perjanjian Pernikahan9 Bab 9 Kesepakatan Ziya dan Ezar10 Bab 10 Sambutan Hangat untuk Ziya11 Bab 11 Makan Malam Pertama12 Bab 12 Kedatangan Keluarga Ziya13 Bab 13 Kekacauan14 Bab 14 Kalimat menyakitkan yang diutarakan Ezar15 Bab 15 Berita yang Tersebar Luas16 Bab 16 Peringatan dari Natan17 Bab 17 Kedatangan Marini18 Bab 18 Keraguan Ziya19 Bab 19 Di Antara Pesona dan Ancaman20 Bab 20 Marini Beraksi21 Bab 21 Permintaan Nataprawirya 22 Bab 22 Pernikahan Kedua 23 Bab 23 Sebuah Kejujuran24 Bab 24 Langkah Pasti25 Bab 25 Memperbaiki Keadaan26 Bab 26 Pesona Mama Lani27 Bab 27 Menerima Takdir28 Bab 28 Konferensi Pers29 Bab 29 Rasa Nyaman yang Mulai Muncul30 Bab 30 Cemburu 31 Bab 31 Makan Malam Spesial32 Bab 32 Tersulut Emosi33 Bab 33 Jalan-Jalan34 Bab 34 Makan Malam Romantis35 Bab 35 Video Viral36 Bab 36 Berdiskusi dengan Natan37 Bab 37 Dalang di Balik Video Viral38 Bab 38 Menyusun Strategi39 Bab 39 Pengkhianatan dari Dalam40 Bab 40 40 Telepon dari Bu Devina