icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Maut Ipar dan Mertua

Bab 6 Mertua Kharismatik (6)

Jumlah Kata:1020    |    Dirilis Pada: 26/07/2023

erjalan ke arah kamar mandi yang ada di dekat dapur. Dan ketika m

dari balik pintu kamar. Sebenarnaya hanya ingin memberitahukan jika aku akan mandi dan ber

tidur Pak Dahlan, dan satu kamar mandi umum yang ada di dekat dapur. Kamar mandi di rumah ini, semua menggunaka

ncegah orang lain mengintip. Namun kali ini, aku sengaja tak meletakkan apapun di sana

ikit membanting pintu kamar mandi. Cepat-cepat aku melepas semua pakaian yang ad

kamar mandi, untuk memastikan apakah Pak Dahlan sudah menontonku atau belum. Penantian ini membuat tubu

Kucubit putting payudaraku dan kuremas payudaraku ikut mengkeras. Aku mengerang keras kee

g sudah benar-benar basah. Aku menggelitik klitorisku dan mulai me

ir di depan pintu kamar mandi. Hingga pada akhirnya, bayangan itu sekarang tak bergerak la

ES

mengawasiku dari situ. Dan aku tahu apa art

l pertama yang akan aku pamerkan kali ini adalah, pantat bulatku. Pantat indah yang cukup le

sambil menyenandungkan sebuah lagu, aku goyang-goyangkan bongkahan pantatku dan

ku tahu jika Pak Dahlan saat ini masih mengintip. Da

ik bongkahan pantatku kekanan dan kekiri, untuk mempertontonkan celah vaginaku

skan untuk segera mandi. Kuguyurkan air dingin melaui shower yan

Dari posisi yang memunggungi lubang kunci. Aku lalu memutar t

duk, supaya Pak Dahlan bisa melihat, betapa indahn

ar pada dinding kamar mandi. Kali ini posisiku berdi

ketika aku berulang kali mengusap

a-sama. Putting merah mudaku yang mengeras pun seolah tak mau ketinggalan, mereka sepert

angkanganmu, selalu membuatku terangsang, yaaaah, oooh ssst..." desahku lirih sambil terus

Panji... pasti Bu Marni selalu ketagihan merasakan sodokan ayah,

h setiap saat. Yaaah tahukah jika anakmu sudah tak mampu lagi memuaskan istrunya. Aku in

udah kew

u tangan, aku dorong payudaraku ke atas dan mencoba untuk menghisap salah satu putingku. Tanpa

kunci dan memamerkan kebulatan pantatku. Lagi-lagi, aku me

ng semula hanya mengais-ngais klitorisku, sekarang sudah mulai mengobok-obok dengan g

n, oooh aku sudah lama menginginkannya, Yaaaaa.." lenguhku agak keras untuk

bersemangat ketika melakukannya. Walau aku tak tahu apakah kalimat-kalimat mesum barusan bisa terdengar oleh Pak Dah

astinya aku juga sangat menginginkan dirinya. Kutusukkan jari

tuaku sangat terangsang dan beronani. Dan dengan membayangkan yang dia lakukan di balik

erti apa. Yang jelas, aku sama sekali tidak ru

onani dengan memngkhayalkan diriku? Bis

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Maut Ipar dan Mertua
Godaan Maut Ipar dan Mertua
“Kumpulan cerita seru yang akan membuat siapapun terbibur dan ikut terhanyut sekaligus merenung tanpa harus repot-repot memikirkan konfliks yang terlalu jelimet. Cerita ini murni untuk hiburan, teman istrirahat dan pengantar lelah disela-sela kesibukan berkativitas sehari-hari. Jadi cerita ini sangat cocok dengan para dewasa yang memang ingin refrehsing dan bersenang-senang terhindar dari stres dan gangguan mental lainnya, kecuali ketagihan membacanya.”