icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Teman tapi Khilaf

Teman tapi Khilaf

icon

Bab 1 Sentuhan dari Sepasang Tangan Kekar

Jumlah Kata:837    |    Dirilis Pada: 16/07/2023

ca mengembuskan

uk interview di sebuah perusahaan, Gisca baru mend

le karena Gisca hanya perl

-nya cukup jauh. Dengan menaiki transportasi umum, Gisca bah

ja agar besok tidak mengulang perjalanan yang mele

napan yang mahal. Namun, sempat menyandang status pengangguran selama beberapa bulan m

is

g halaman dengan Gisca, tapi sudah lama ia pindah ke kota ini u

kan merantau karena wanita itu baru akan menyewa tempa

sebuah kafe pun menoleh. Ia

gak bisa ditunda," ucap Sela sambil menarik kursi di hadapan Gisca. "S

aku yang seharusnya minta maa

ngaja langsung ke inti pembicaraan. Ia tidak

t bimbang haruskah aku pulang

kamu nginep di te

tian diterima, aku bakalan nyari tempat tinggal sendiri. Kalau nggak diterima, ya aku pulang la

a semoga aja kam

m. "Makasih ba

. "Detail alamatnya barusan aku udah kirimkan via chat. Seperti yang tadi aku bilang, a

ggak tahu gimana nasibku ka

banyak kerjaan. Aku pasti m

galkan. Justru aku berterima kasih banget kamu udah meluangkan waktu buat

i klien-ku. Enggak enak kalau bikin mereka nunggu. Pokoknya anggap aja

ilangan barang berhar

t, mana mungkin aku mengizinkan

i berbicara, "Stop bilang makasih lagi! Kamu

i-hati, ya. Semoga

ng agak malam. Oh ya, jangan sungkan juga kalau

minum dulu gih." Sebelum Sela datang, Gisca mem

ya dengan buru-buru. Setelah itu, ia

alui aplikasi andalannya. Sambil menunggu, ia kembali menyesap

*

menuju kamar Sela untuk mengganti pakaiannya. Walau bagaimanapun,

tubuh Sela hampir sama sehingga baju

rusan makan, nanti saja. Apalagi Gisca merasa belum lapar k

Gisca pun kini sudah berbaring

karena Gisca sudah melewati hari yang melelahkan sehingg

idur, saking nyenyaknya mung

tangan kekar yang mem

a terkejut. Tunggu ... apa ini hanyalah mimpi? Te

an, sentuhan dan pelukan yang d

ntens, dan pelan-pelan mengarah ke

. Ia sontak membuka matanya saat sentuhan lid

i bukan

kan main saat seorang pria dengan tanpa pa

tanya Gisca antar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Teman tapi Khilaf
Teman tapi Khilaf
“Ketika rasa nikmat membuat dua insan terus menerus ketagihan untuk berbuat khilaf. Seperti orang kecanduan. Padahal mereka sama-sama sadar kalau hubungan ini belum tentu berakhir indah. Namun, rasa itu terus membuncah. Hubungan yang orang-orang katakan 'terlarang' ini seolah tidak ada habisnya menciptakan rasa saling menginginkan yang kuat. Menggebu-gebu tanpa peduli kalau kekhilafan ini hanyalah kenikmatan sesaat. Kalau sudah begini ... harus bagaimana lagi?”