icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Teman tapi Khilaf

Bab 6 Pertemuan Tak Terduga

Jumlah Kata:1350    |    Dirilis Pada: 16/07/2023

i otak Saga! Ya, orang normal mana mu

ing itu. Ia akan mencari cara untuk lepas dari Saga tanpa

psi terakhir. Untuk sementara ia akan men

udah ada di apartemen Sela dan tengah menikmati jajan

tapi kalau tiap hari

tiap hari, kok. Nanti timbang

akanan dan minuman ringan yang Saga berikan. Sial, ha

pun berusaha mengenyahkan segala hal tentang Saga d

itu. Bagaimana tidak, Saga itu hanya menarik dari segi penampilan saja, padahal sif

yang sangat tidak masuk akal. Apa itu artinya Saga sebenarnya sudah tahu kalau yang berbari

gila, sintin

atakan kalau semua itu hanya kecelakaan, pada

asuk perangkap pria itu. Sekarang nasi sudah menjadi

o sialan itu untuk mengancamnya, bahk

Kok ng

l membuyarkan sega

kok. Aku ng

ran intervie

guk agar Sela

ya. Kamu nanti jawabnya

gguk. "Iya,

... aku bakalan minta tolong buat nerima

gak Sel, aku berharap bis

ang dalam, kamu pasti nggak a

h. Dan mereka

ew mau langsung pulang atau

Aku mau pulang dulu. Setelah resmi diterima, barulah bergerak n

ku nggak bisa ajak kamu tinggal bareng

n kamu terus," balas Gisca. "Lagian aku mau cari temp

pasti ini menyangkut privasi wanita itu dengan sang pacar. Gisca sengaja tidak menyinggungny

n segala kebutuhanku. Masalah tempat tinggal nantinya, aku sebenarnya lagi nyari-nyari di grup Facebook, ternyata banyak yang post

temu orang jahat yang nyamar jadi perantara," ujar Sela. "Aku ber

Gisca. "Tapi makasih banyak ya, Sel. Sejujurnya aku

ya, Gisca jadi tidak punya alasan untuk lebih lama di sini. Jika dirinya dite

n tidak akan memblokir nomor Saga, tapi ia akan membisukan notifikasinya. Mengabaikan l

*

commerce, berjalan dengan lancar. Ia hanya perlu menunggu keputusan apakah diterima

emang sedang butuh tenaga kerja ini setidaknya akan merek

Gisca berharap dirinya benar-benar

secara tidak sengaja pandangan mata Gisca bertemu d

enyum, sangat jelas pria itu hendak menemuinya. Apa jan

... Saga pas

? Sumpah demi apa pun, Saga benar-benar menyeramkan da

gguin kamu.

isca yang kebetulan sedang membuka aplikasi pe

erhasil membuat Gisca b

melambaikan tangan sembari tersenyum pada Gisca. Seny

ke Starlight. Ia akan duduk di lobi dulu, setid

i adalah solusi terbaik baginya. Meminta pertolongan pun Gisca tidak tahu pada siapa.

ikir. Entah mimpi buruk apa sehingga dirin

h tetap bertahan. Haruskah Gisca menerobos pergi? Apa Saga akan tetap mengejarnya? Haruskah Gisca berteriak jika Sag

bang dan Saga masih tetap menunggunya. Apa Saga tidak punya kerjaan lain? Ya Tuhan, akhi

idak ada pilihan selain menghubungi Sela. Ya, Sela harus tahu kelakuan pacarnya. Ia tidak takut lagi tentang hubun

khawatir pria itu mala

sudah siap dengan

Gisca menunggu sampai

orang pria membuat Gisca mendongak. Gisca

nga Gisca. Dan ternyata suaranya sebanding d

dang berbicara padanya. Ya, memangnya bicara pada

Gisca spontan

ghindari pria di

?" tanyanya heran. "Maaf se

Saga, kan?" Pria yang terlihat

ni mengenal Saga? Lalu, dari mana pria itu ta

? Bapak mengenal Saga?

t sa

. Ia masih melongo, tidak

jelas pria itu. "Astaga, saya yakin kamu bingung. Ya, saya mengenal Saga.

, pria itu lanjut berkata, "Sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Teman tapi Khilaf
Teman tapi Khilaf
“Ketika rasa nikmat membuat dua insan terus menerus ketagihan untuk berbuat khilaf. Seperti orang kecanduan. Padahal mereka sama-sama sadar kalau hubungan ini belum tentu berakhir indah. Namun, rasa itu terus membuncah. Hubungan yang orang-orang katakan 'terlarang' ini seolah tidak ada habisnya menciptakan rasa saling menginginkan yang kuat. Menggebu-gebu tanpa peduli kalau kekhilafan ini hanyalah kenikmatan sesaat. Kalau sudah begini ... harus bagaimana lagi?”