icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Premanku Canduku (Digilir Tetangga)

Bab 3 Kebuasan Sang Preman

Jumlah Kata:1290    |    Dirilis Pada: 10/07/2023

rasa takutku sangat berbeda. Ada aura aneh yang kurasakan saat menatap mata jalangnya hingga bulu k

i ada di rumahnya. Pasar, terminal, stasiun kereta, tempat

l apalagi dekat dengannya. Namun karena rumah kami berdekatan, mau

sik terhadapku. Namun tatapan mata serta ucapannya ter

itu. Namun demikian aku tetap berusaha seolah baik padanya. Se

idola emak-emak atau bahkan gadis-gadis di kompleks sini. Kulit wajahnya yang sedikit legam, akan te

gar di sekujur tubuhnya, yang menurutku sebena

amar tidurku untuk menghindarinya dan sedikit menenangkan jantung serta pikiranku yang masih kacau tak karuan. Dala

ku keras karena

an begitu saja menahan pintu kamar yang hendak aku tutup. Dan dalam hitungan deti

mandnginya dengan mulut komat-kamit memebacakan mantra dan doa-doa yang aku bisa.

an aku masih tak menyadari saat dia m

u terbata-bata dengan suara yang benar-benar bergetar.

mar dan berlari keluar meninggalkannya. Tetapi dia jauh lebih s

eseksian tubuh yang lu miliki. Benar-benar kecantikan yang sangat sempurna. Sayang sekali suami lu tak berdaya. Khaya

amiku baik-baik saja! di...dia sangat perkasa!" Ak

memuskan?" Alex menyeringai. Entah mengpa kulit waj

a meyakinkan diriku

dengan memuaskan. Wajah elu aja terlihat sangat sangean, Siska. Itu akibat

yang dia ucapkan sama sekali tidak salah. Namun dari mana manusia tekutuk ini bisa tahu kalau Ma

san dari cowok kan?" tanya Alex dengan tata

orot matanya yang sangat tajam. Omongannya benar-benar biadab dan sukses mem

Alex berbicara dengan sebegitu yakinnya dan arogan. Dia b

semakin kuat merinding. Aku seperti jatuh dari ketinggian tanpa tahu batas akhirn

esepian dan kehauasan akan belaian jantan seorang lelaki. Namun dia pasti tidak tahu jika model-model seperti ini sangat tidak k

h meng

n pinggangku untuk dipeluknya. Harga diri dan martabat

wannya habis-habisan. Tanganku meraih apapun u

aan, hahahahah!" Ale

ya sekenanya pula. Tetapi, dia sangat tangguh dan kuat. Alex yang berpostur tegap dan

menyeret paksa tubuhku ke atas ranjang. Dia

na rumahku relatif jauh dengan tetangga. Jarang sekali ada lewat di dekat rumahku wa

meringkus tangan-tanganku dan mengikatnya dengan kain kerundung

at!" bentaknya dengan penuh amarah sera

menangis dan berteriak sejadi-jadinya hingga akhirnya dia menyumpal mulutku,

talku. "Ayolah, Siska, jangan lagi memberontak. Nanti lu lelah sendiri. Percuma aja perlawan lu kagak akan ad

betul-betul lihai. Mungkin memang dia tukang perkosa profesional. Dia bahkan sudah sangat

an behaku hingga lepas. Lalu dilemparkannya ke lantai. Kemudian dengan wajahnya yang menyirai, dia memben

hnya yang kurang sedap sontak membuatku hampir muntah. Sepertinya sudah lama dia tidak mandi. Namun sejurus kemud

adaku. Tangannya juga meremas-remas payudaraku dan dengan jari-jarinya dia memilin putin

kagak akan nyakiti lu, kalau

tak dan menggeliat, namun sia-sia. Aku laksana kijang yang telah lumpuh dalam terkam

sumpal. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamarku. Sun

pku dengan penuh birahi. Aku menghindari tatapan matanya, namun dia justru

sekuat tenagaku agar dia berhenti melaku

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Premanku Canduku (Digilir Tetangga)
Premanku Canduku (Digilir Tetangga)
“Siska teramat kesal dengan suaminya yang begitu penakut pada Alex, sang preman kampung yang pada akhirnya menjadi dia sebagai bulan-bulannya. Namun ketika Siska berusaha melindungi suaminya, dia justru menjadi santapan brutal Alex yang sama sekali tidak pernah menghargainya sebagai wanita. Lantas apa yang pada akhirnya membuat Siska begitu kecanduan oleh Alex dan beberapa preman kampung lainnya yang sangat ganas dan buas? Mohon Bijak dalam memutuskan bacaan. Cerita ini kgusus dewasa dan hanya orang-orang berpikiran dewasa yang akan mampu mengambil manfaat dan hikmah yang terkandung di dalamnya”