Melepas Suamiku Demi Adikku
Tanya Nenek itu sambil m
aku. Ah ya sudah lah ayo Nenek ikut." Anisa mengangkat Nenek itu ke ata
saya!" Nenek itu memegang h
tinggi, hingga membuat Nenek itu keta
hanya mirip suaminya saja, namun disaat ia memastikan jika itu adalah mobil suaminya, ia yakin jika orang yang ada dalam mobil itu adalah suaminya dan wanita yang sedang merangkul tangan suaminya itu begitu sangat familiar di matanya.
sedih? Memangnya apa yang terjadi? Kenapa s
u berubah dan menuntutku untuk mengubah penampilanku dan tadi aku melihat dia dengan wanita lain sedan
a ia bercerita tentang apa yang ia alami ke
tidak baik jika terus berada di luar seperti ini, nanti jika Nenek ada yang menjah
mengantarkan Nenek ke hotel tempat Nenek menginap?" Deng
gnya Nenek baru pertama
i, dia baru juga baru tinggal di sini beberapa bulan yang lalu, ternyata Nenek malah nyasar. Nenek kira tempat ti
ampai di kediaman wanita tersebut. Ia langsung membuka pintu
ambil mengeluh rambut wanita itu dengan begitu lembut dan m
u sambil memainkan kalung yang ia pakai. Riko menganggukkan kepalanya dan tepat di mana di pintu masuk ruma
tidak pulang, besok kan kalian masih bisa bertemu." ucap Mama wanita itu "Mama. Iya a
di hotel di mana tem
diri? Aku akan pulang, karena aku r
engan orang yang ada di hadapannya, tanpa banyak bicara Anisa langsung mengambil kartu itu dan pergi dari sana. Zesampainya ia di rumah, ternyata Ia bersamaan dengan Riko yang baru pulang dari entah berantah. Anisa turun dari motornya dan menyimpa
rbicara dulu dan minta izin kepada aku?" Tanyak Riko. An
ati suami dan mengelus-endus tubuh suaminya, hal itu tentu saja membuat Riko langsung membulatkan matanya, karena Anisa begitu sangat an
itu menyenangkan di luar, hingga sampai kamu melupakan aku ini? Sampai puluhan kali aku
gara-gara Anisa." Riko mendorong tubuh Anisa. Anisa yang didorong seperti itu dia tersenyum miris. Ia mengepalkan tangann
u ada barang yang tertinggal. Namun, siapa sangka, ia malah melihat tanda bibir yang begitu merah di kerah baju suaminya, hal itu
a yang mereka lakukan di belakangku
gu dengan pikirannya sendiri Riko dari luar m
r pakaian itu ke dalam mesin cuci dan ia langsung keluar untuk menemui suaminya. "Iya ada apa? Kenapa sih kok teriak-teriak? Kalau te
gaja datang ke sini, untuk bertamu dan menemui kamu, katanya ia rindu sama kamu." ucap Riko yang saat ini sedang berdiri