icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KAMU SINI DONG DEKETAN

Bab 2 KARENA KAMU BIKIN HAPPY

Jumlah Kata:1364    |    Dirilis Pada: 05/07/2023

bantah Darwis dengan tegas dan lantang juga, tak mau kalah dengan lantangnya Marlenna, "Lu salah minta tanggungjawab sama gue. Yang ngelempar batu sampe nimpuk helm lu kan salah seoran

rlenna semakin bete, "Berisik!" Oma mendengar semuanya, "Kamu lagi sama siapa di sana?" tanya Oma dengan resah hatinya. "Speaker hp lu masih nyala." sela Darwis dengan niat tulus mengingatkan Marlenna, tapi Marlenna malah cemberut, "Gue tau. Nggak usah elu kasih tahu. Gue udah tau." sentak Marlenna, lalu segera mematikan speaker hp-nya dan kembali bicara di telefon dengan Oma, "Ada orang nyebelin di depan aku, Oma." jawab Marlenna, sehingga membuat Oma semakin penasaran bercampur marah, "Siapa orangnya yang berani bikin sebel cucu kesayangan Oma?" tanya Oma. "Nama lu siapa?" tanya Marlenna mengalihkan perhatian matanya sekilas memandang Darwis. "Kepo." balas Darwis singkat, dan langsung bikin Marlenna semakin bete. "Dia malah ngeledek aku, Oma." kata Marlenna ngasih laporan pada Oma, sehingga membuat Oma ikutan kesal, "Kasih hp kamu ke orang itu, biar Oma yang ngelabrak dia." kata Oma pada Marlenna. "Nggak usah, Oma. Biar masalah ini aku yang selesaiin." balas Marlenna, "Gampang kok ngurus orang beginian." Darwis membalas Marlenna dengan senyuman nyinyir, "Nyenyenye..." Marlen

ingin nampak lembek di depan cewek itu, "Oke. Siapa takut. Mau urusan hukum kek... Urusan adat kek... Urusan surga neraka kek. Gue nggak mundur! Nggak ada cerita di kamus gue harus kalah dari orang kayak elu." Darwis semakin menegakkan posisi berdirinya di depan Marlenna, sehingga membuat Marlenna merasa ter

n helm-nya yang lecet di bagian belakang, "Ini helm saya, Pak. Ntuh kan lecet, jadi nggak bagus helm saya." Pak Bambang mengalihkan perhatiannya pada Darwis, "Kenapa anda nggak mau ganti rugi helm-nya mbak ini?" tanya Pak Bambang, dan langsung di jawab Darwis dengan lugas, "Masalahnya bukan saya yang ngelempar batunya, Pak." Pak Bambang mengernyit, "Lantas siapa yang ngelempar batu?" Darwis nimpalin lagi, "Mereka yang tawuran itu, pak." Pak Bambang kembali mengernyit kedua kalinya menatap Marlenna, "Kalo bukan dia yang ngelempar batu, kenapa mbak malah minta ganti rugi sama dia?" Marlenna tak mau kalah dari Darwis dan menjawab pertanyan Pak Bambang dengan lugas juga, "Saya nggak tau siapa orang yang ngelempar batu itu, tapi yang jelas batu itu melayang persis mau menghantam kepalanya dia, lalu saya refleks tolongin dia, saya lindungin dia, sehingga batu itu malah menghantam helm saya sampai lecet gini. Sekarang apa saya salah minta ganti rugi helm saya ke dia, pak?" Darwis langsung nimpalin, "Salah lah." Marlenna balas nimpalin juga, "Diem lu. Gue nggak nanya ke elu." Sejenak Pak Bambang terpaku diam sambil mikirin masalah Darwis dan Marlenna, lalu dengan berat hati Pak Bambang bilang, "Mbak harusnya jangan minta ganti rugi helm mbak yang lecet ke dia." Darwis girang karena merasa menang, tapi Marlenna malah makin bete, "Kok bapak malah belain dia?" Pak Bambang berusaha menjelaskan, "Saya nggak belain siapa-siapa. Saya hanya berusaha menjadi penenga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KAMU SINI DONG DEKETAN
KAMU SINI DONG DEKETAN
“Sebagai seorang wartawan yang tak banyak tahu tentang cinta, Darwis diperhadapkan pada dua sosok perempuan yang mencintainya dan mempunyai karakter yang berbeda, yaitu Marlenna dan Arini, dan di saat bersamaan Darwis harus menerima kenyataan jika cinta sejatinya, yaitu Wulan, harus pergi berobat ke luar negeri karena lekeumia yang dideritanya sehingga Wulan harus meninggalkan Darwis dalam kesendiriannya. Darwis tidak pernah menyangka jika cinta sejatinya bukan Wulan, tapi Marlenna. Darwis menikahi Marlenna, tapi Marlenna mengandung anaknya Marcel, dan membuat Darwis sedih dengan keputusannya. Sedangkan Marcel masih cinta pada Arini, dan meminta Marlenna menggugurkan kandungannya, tapi Marlenna menolak. Arini tidak ingin Marcel mengkhianati Marlenna, dan selalu menolak cintanya Marcel. Arini mendekatkan dirinya pada Darwis, lalu benih cinta muncul di hati keduanya. Darwis hendak menikahi Arini, namun Arini menolak karena ternyata Arini mengidap kanker. Ketika Arini menghembuskan nafas terakhirnya, Marlenna melahirkan anaknya, namun si jabang bayi tak bernafas, dan di luar dugaan bayi itu kembali hidup bersamaan dengan kematian Arini. Darwis dan Marlenna menamakan bayi mereka Arini. Darwis dan Marlenna akan melanjutkan pernikahannya, namun konflik kembali timbul ketika Wulan dan Aldi kembali hadir di kehidupannya Darwis dan Marlenna. Wulan sudah sembuh dari penyakit leukemia-nya, sedangkan Aldi berhasil terselamatkan dari kecelakaan pesawat karena Aisha yang merawat luka Aldi di salah satu desa terpencil. Cinta lama bersemi kembali dalam diri Darwis terhadap Wulan, begitu juga sama halnya dengan Marlenna terhadap Aldi, meskipun Aldi harus menyakiti perasaan Aisha yang selama ini menyimpan cintanya pada Aldi. Meskipun begitu senyum lembut si bayi mungil Arini selalu bisa menyatukan kembali cintanya Darwis dan Marlenna. Cerita ini mengisahkan tentang lika-liku perjalanan cinta seorang anak manusia. Cinta akan menemukan jodohnya sendiri pada diri setiap insan yang berusaha mencari ketulusan dan keteguhan akan cinta sejati. Sebuah perjalanan cinta yang penuh kerikil dan cobaan dalam diri semua orang. Namun dengan kesabaran dan rasa ikhlas yang mendalam akan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki. Kisah ini mengajarkan kita untuk mengerti dan lebih dalam memahami makna terselubung dalam arti cinta yang tulus yang diperhadapkan pada kerikil-kerikil masalah demi mendapatkan satu kata, yaitu bahagia.”
1 Bab 1 GEMURUH CETAR RASA HATI2 Bab 2 KARENA KAMU BIKIN HAPPY3 Bab 3 HARAPAN TERINDAH DI HARI INI4 Bab 4 TER-ISTIMEWA KAMU5 Bab 5 TAKDIR MEMBAWAMU KEMBALI6 Bab 6 MAUNYA AKU YA KAMU7 Bab 7 AWAS KENA MENTAL8 Bab 8 SATU KATA UNTUK PEREMPUAN9 Bab 9 MELIHAT KAMU YANG KURINDU10 Bab 10 TANTANGAN HATI DI TERIMA11 Bab 11 BALAPAN RASA SUKA12 Bab 12 KAMU IYA KAMUUU...13 Bab 13 TAK INGIN JAUH DARIMU14 Bab 14 TAKDIR CINTA UNTUKMU15 Bab 15 ADA KAMU DI HATIKU... SELALU16 Bab 16 TENTANG HATI YANG GUNDAH17 Bab 17 TAK BISA BERDIAM DIRI SAJA18 Bab 18 CINTA TANPA BATAS WAKTU19 Bab 19 KAMU, KAMU DAN KAMU...20 Bab 20 OH SUARA HATI BERGEMURUH21 Bab 21 MENCARIMU KE RELUNG JIWA22 Bab 22 TAK SEMPURNA TAPI NYATA23 Bab 23 UNTUKMU SELALU AKU24 Bab 24 HARUSNYA KAMU ANGGAP AKU ADA25 Bab 25 TENTANG KAMU, AKU DAN DIA26 Bab 26 KARENA KAMU, AKU HAPPY27 Bab 27 MAKIN KAMU BANDEL MAKIN KU SUKA28 Bab 28 BERSAMAMU SELALU... INDAH