icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sekarung Beras untuk Ibu

Bab 3 Sakit hati

Jumlah Kata:1158    |    Dirilis Pada: 27/06/2023

edalam rumah ibu, namun urung dia lakukan. Beruntung Dahlia yang ta

ibu dulu sam

t." Aku memundurkan motor hingga ke tepi ja

diletak diteras mas

Dek, jadi mas tarok

jarak 500 meter dari rumah ibu. Dahlia berjalan disampi

ahlia menurunkan bawaan dan langsung ber

lahkan Dahlia masuk, sementara aku berbaur dengan bapak-bapak yang sedang

ba hujan turun dengan lebatnya, aku dan bapak-bapak langsung meneduhkan kursi yang t

turun tangan ikut membantu. Nasib baik, hujan turun tidak lama. Setelah air s

Ridho, tetapi tak kunjung kutemukan. K

itu menoleh. Matanya sedikit sembab, mungkin karena

ada acara, agar menghemat gas. Disamping itu, keberadaa

sibuk membolak-balikan kerupuk agar tidak gosong. Sesekali dia berdiri

erupuknya? Yang lainnya pada kemana?" Setelah kuperhatikan Dahlia

s, mau pada man

gantian p

in sebentar lagi mereka

i ya, mau angkut

nnya masih dengan aktivitasnya tadi. Sesekali D

mah Farid untuk melihat keberadaan Ridho sekali

g aliran tanah yang menjadi genangan memiliki tekstur lembut diat

dah mandi, dan sekarang sedang m

" sapa mbak Mis

ri Ridho, udah ma

ma Farid, biarin aja dia disini

erepotin Mbak," uja

as," jawab

arid, akhirnya aku kembali kerumah mas R

at Dahlia masih kerja sendiri tanpa ada yang membantu, sebenarnya kemana

u masih s

pada kemana ibu-ibunya kok gak balik-balik." Dah

belum dek? Bi

n nasi be

in nasi, coba mas tanya sama Mba

Dahlia, akupun ke rumah ut

ibunya kok Dahlia masa

a, "Lho masa toh Tur, tadi ma

ekarang gak balik-balik lagi, kata Dahlia masih banyak

ba aku telfon

yinya. Kemudian menekan tombol nomor telepon, tak be

i terdengar, karena mbak A

Kok dapur cum

ti mamak kesana s

ta Dahlia mak, dia sudah kelel

sun jajanan dipiring aja, tadi dia wa di

pendengaran untuk mendengarkan

dia mau ngerjain Lia itu, mamak kesini ya

mamak kesanan." Terden

era aku bertanya mengenai mbak Tika, apa

Tika sengaja ngerjain Dahlia?" Emosiku suda

kamu masi

nunggu kabar ibu-ib

Aku hanya tersenyum masam, lalu kutinggalkan mbak

t Dahlia kewalahan sendiri, kalau kerjaan

ang sudah ada mbak Yuli, tetangga sebelah mb

eres kan yang malu bukan aku, tapi mbak Atin, dia niatnya mau ngerjain aku tapi

tingan-nya." terlihat mbak

nya ada apa dengan mbakku itu, selama ini Dahlia

bincang, tak enak rasanya mendenga

ibu dan mbak Tika apalagi Fika tak lagi muncul untuk bantu-bantu.

menginap disini, karena malas kalau menginap dirumah ibu, pasti ada

umah Farid, karena harus pulang ke

ak sekai makanan sisa acara semalam. Kami pu

dulu, aku mau kasih jaj

" jawabku

amnya yang sudah berisik, ayam-ayam ibu

Semakin mendekat aku baru sadar jika yang dimak

ullah," gu

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sekarung Beras untuk Ibu
Sekarung Beras untuk Ibu
“Guntur merasa ibunya tidak pernah menghargainya sebagai seorang anak, hanya karena dia satu-satunya anak yang tidak berhasil dalam mengumpulkan harta. Satu karung beras yang dia berikan untuk ibunya ditengah-tengah keterbatasan ekonomi keluarganya justru tidak disambut baik. Semua pemberian Guntur selalu dianggap remeh oleh ibunya, hingga ibunya sadar jika orang yang paling menyayanginya adalah Guntur dan istrinya. Akankah Guntur dan istrinya berbesar hati mau merawat ibunya di tengah ditemgah perlakuan ibunya yang tidak pernah baik? Sedangkan kedua saudara Guntur tidak mau merawat sang ibu yang.”
1 Bab 1 Menyakitkan 2 Bab 2 Tidak Dihargai 3 Bab 3 Sakit hati4 Bab 4 Dilabrak 5 Bab 5 Ada Apa dengan Dahlia 6 Bab 6 Dasar Gatel 7 Bab 7 Pov Dahlia 8 Bab 8 Pov Dahlia 9 Bab 9 Pov Dahlia 10 Bab 10 Berantem 11 Bab 11 Bapak mertua12 Bab 12 Pov Rendi 13 Bab 13 Pov Rendi 14 Bab 14 Pov Rendi 15 Bab 15 Ada apa dengan Dahlia 16 Bab 16 Siapa yang Bersam Mbak Tika 17 Bab 17 Laki-laki itu Ternyata 18 Bab 18 Untuk apa 19 Bab 19 Ada apa ini 20 Bab 20 Tak terduga 21 Bab 21 Siapa yang Berbohong 22 Bab 22 Terkejut