icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Danny Hatta

Bab 4 Temani Aku Malam Ini!

Jumlah Kata:1194    |    Dirilis Pada: 04/03/2023

ku kan sudah minta maaf. Soal kesialan ... asal kau tahu saja. Justru kau yang membuatku sial, kau pikir aku mau menulis tentangmu, mewa

i, cara bicaranya seperti rel kereta yang tak berujung. "Kalau begitu justru bagu

ta Danny Hatta benar-benar menyebalkan, dingin dan buas. Bagaimana bisa Karen

dan menghampiri Aldo. Tanpa basa-basi

gu. Kita ma

aja, aku ma

mangnya kau sudah mewawa

saja yang aku mau tentangnya. Aku ingin tahu apa b

erhatikan t

rhasil bicara dengannya!

yang bahkan tak pantas di

eperti itu menilainya. Nanti kau malah jatuh

a padanya? Huok...

ar ocehan Sarah, kalau sedang kesal w

amanya. "Danny!" ia berhenti dan menoleh. Karen mengham

k dengan temanmu!" sahut

mu. Hanya ... tidak enak kan jika aku tak menanggapi mere

rjadi?" serunya menyentu

pa, hanya ketu

, sepertinya kau

a kita harus pu

kan belum selesai!"

anya selesai kan?" Danny berusaha

udah meminta satu kamar dari Devina. Kau bisa men

Kar

Danny, ia malah menggandeng lengannya

mau ke

e at

Kar

bersama. Apalagi kudengar Papa malah akan mengirimmu ke Irian untuk waktu

kemejanya, mengucek bagian yang kotor dengan air. Setelah itu ia juga mengelap bagian tubuhnya yang terasa lengket oleh minuman tadi, mencuci mukanya dan menyilakan rambutnya

anita yang mengatakan kalau dirinya membawa sial saat mereka bertemu. Ia memungut

tkan bagian pahanya yang putih dan mulus, kakinya yang jenjang tanpa noda. Danny melangkah,

nya sementara!" seru Karen menunjuk paka

ak perlu, aku tak berniat t

gkin memakai pak

tak me

gnya kau tak mau menghabiskan banyak waktu deng

kan b

u sibuk, bahkan tidak punya waktu luang

mana pekerjaanku,

buru menjatuhkan dirinya ke dalam dadanya yang tak berba

mencintaimu, kau tahu itu ... aku takut kau tak peduli lagi padaku, aku selalu takut kau akan per

en, ak

siap jika harus mendengar sesuatu y

knya erat. Terus terang, nafasnya mulai menghangat. Jika sudah seperti itu ia t

pria yang berada dalam dekapannya. Danny membalas tatapan itu, ia memang melihat cinta yang besar di mata gadis itu

y. Danny pun membiarkan gadis itu menciumnya, bahkan me

kannya, ia meraba dengan malas ke meja di sisi ranjang hingga menemukan benda itu

k, di mana kau

t Danny denga

da pertemuan penting. Danny mengucek matanya lalu melihat ke sekeliling, Karen tak ada di sampingnya maupun di dal

nya. Seketika matanya membelalak lebar, ia segera meloncat dari kasur dan membuang handphonenya. Membiarkan temannya mengocehi kasur. Ta

mau k

napa kau tidak membangunkan aku?"

kuputuskan untuk tak membangunk

pikan dasinya, Karen mendekat. Ia hanya mengenakan robe, Danny

kenapa? Kau ... takut aku akan menemu

arang, kau tidak apa-a

i apa boleh buat. "Ak

, padahal Karen berharap pria itu

cepatan tinggi, begitu dirinya sampai Frans sudah m

Jendral David tidak m

ikut!" sahutnya seraya berjal

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka