icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
KETUA OSIS

KETUA OSIS

icon

Bab 1 Prolog

Jumlah Kata:1348    |    Dirilis Pada: 09/01/2023

olah karena dimu

ng podium seorang diri. Ia menunduk dalam tak kuasa

nya pula seluruh siswa yang menghadiri upacara Senin pagi ini mendemo pihak guru bagian pe

menyampaikan beberapa hal. Semua yang telah beliau sampaikan sangatlah masuk akal, tap

alah telak dalam argumen. Akhirnya dengan terpaksa men

ihat tenang. Bola mata coklat terang yang indah itu melirik seki

i akan mensukseskan sekolah bersama. Tak lup

dikit mendongak untuk menatap wajah ganteng lawan bicaranya

Gue yang dikenal cewek pemalu dan gak pandai bergau

ah memburu apa. Eva yang kurang bisa bergaul hanya punya empat orang teman semasa hidupnya.

k berkulit putih bersih kemerah-merahan bernama lengkap Brian Adam Girikan itu

am yang berat ak

justru putih bersih. Eva yang sedikit pesek sedangkan cowok itu dikaruniai hidung mancung. Alis dan bulu mata tebal berwarna hitam. Indah sekali dipadukan dengan kulitnya yang seput

kemudian menghembuskannya perlahan. Masih mengusahakan diri untuk teta

ara totalitas buat mensukseskan sekol

"Bisa kalo kita k

ya? Profesional yang Adam maksud ialah tidak menyangkutpautkan uru

na suatu alasan yang jelas. Kelemahannya yang kurang bisa bergaul sering kali membuat Eva kagok sendiri ketika menjalin hubun

emua. Tak mau mengacaukan project ini dengan mi

?" Eva bertanya p

ulit putih bersih itu mengendikkan bah

skan. "Yang selama ini digadang-gadangkan sebagai ketos kan lo. T

jah datarnya. "Mending lo pikirin nasib lo sendiri ke depannya. Gue rasa hati l

ircle-nya satu sekolahan," lanjutnya lagi. Tapi kali ini

eberadaannya. Siapa yang tak tahu? Eva anak beasiswa. Ia yatim. Ibunya bekerja sebagai penjual kue di pasar

asaan si gadis miskin itu. Bahkan kompak untuk menjadi murid pe

eh bu Rani hingga seluruh siswa kalah telak kehabisan argumen untuk

"Bangga lo dibe

atap tajam lawan bicaranya. Melawan Adam yang m

ka yang koar-koar di lapangan demi gagalnya pelantikan gue sebagai ketos akhirnya bungkam

Eva tak punya banyak teman selain karena ia tak pandai bergaul, gadis itu juga tak bisa mengerem mulutnya untuk menjaga keramah-tamahan pada sesama. Lihatlah bibir peach-nya t

Ia pantang tersentil meski sedikit saja. Mereka membangga-bangga

yang lebih

*

n model khasnya yakni melilit leher kemudian terikat rapih di bagian belakang sedang

Hampir seluruh ruangan SMA TB memang didesai

ya perlahan hingga timbulkan decitan. Suara yang sukses menarik atensi hingga suasana kelas yan

wi berbandana maroon yang kebetulan duduk pali

i dahinya menyahut. Tangannya menepuk sok asik bahu cew

megang-meg

amat. P

urusa

ra menyaksikan drama tersebut. Ia mengedar pandan

Eva. Belum sempat gadis itu menoleh ke belakang, tubuhnya sudah lebih dul

a di bawah kendali cowok tadi. Namanya Artanabil Hibrizi. Ketua geng Kompeni, sang legendaris yang telah berdiri sejak setengah abad silam. Sel

lah internasional, tetapi prestasinya harum semerbak sampai ke seluruh dunia. Tak jarang dalam ajang pe

ke dalam kelas ini benar-benar

ramasta, cowok yang kerap dipanggil Yoyon itu menyuarakan tanya de

lami peran, setelah berkata demikian Yoyon langsung berjoget

ngkap Reza Pahlevi yang saat ini berdiri di sebelah Yoyon langsu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KETUA OSIS
KETUA OSIS
“Memandang sebelah mata anak beasiswa dan kalangan orang miskin sudah menjadi budaya yang terjadi hampir di seluruh sekolah elit. Taruna Bangsa salah satunya. Meski gadis itu memegang jabatan sebagai ketua OSIS, sayangnya ia tak pernah dihormati. Eksistensinya tak pernah mendapat respect oleh sekitar. Ketika hampir seluruh siswa/i menunjukkan secara terang-terangan ketidaksukaan mereka pada sosok gadis bernama lengkap Eva Nur Shafaah itu, maka ketua geng terkenal seantero Jakarta Selatan ini tak pernah sedikit pun peduli. Namun, hal itu tak berlaku lagi karena suatu kejadian yang membuat Eva harus bermasalah dengan sosok Artanabil Hibrizi, ketua geng Kompeni yang paling ditakuti dan berkuasa dalam ranah Taruna Bangsa. Selain menjabat sebagai ketua geng legendaris tersebut, Arta juga merupakan cucu dari pemilik sekolah hingga ia begitu mudah mendapatkan posisi tertinggi yang paling dihormati di kalangan murid TB. Penderitaan yang Eva topang makin terasa ketika Arta mengklaimnya sebagai 'babu'. Bukankah ketos TB terlalu dipandang rendahan? Melakukan apa pun yang diperintahkan Arta tanpa boleh melawan sedikit pun. Hubungan toxic yang dilalui antara sepasang insan. Bukankah si gadis itu terlalu polos dan tulus untuk disandingkan dengan lelaki brengsek itu? Sayangnya di dunia ini semua hal yang tak mungkin dapat menjadi sebuah kemungkinan.”