icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KETUA OSIS

Bab 6 Arta

Jumlah Kata:1470    |    Dirilis Pada: 09/01/2023

V

egera menoleh ke arah sumber su

lo? Dipanggi

epalanya celingukan memandang ke

daharaan. Pastinya cewek itu menerima uang yang san

uuuu. Tadi gegara lo ribut sama geng Qotsa jad

rseru tak terima. "Mer

muanya juga udah tau mereka emang gitu. Sok berkuasa te

ah jadi, gak diladenin n

alan jangan diem di sini aja

ke kantin bentar,

apa

ayangin lo jadi gue ngomong keras di

sih. Minum air putih biasa aja kena

i. "Gak mempan minum air putih tuuh. Pengennya

tri di kantin tuh jadi lama. Gue udah lape

atan ini maka tak ada yang mau mengalah. "

berapa. Nggak lama lagi bel masuk, mana kita juga belum makan.

ang dikatakan Yana memang ada benarnya juga. Mengalah sajalah. Sepengen

udah

dari teras kantor, nama Eva seketika dipanggil me

sumber suara yang setelah d

Yana ikut Eva kembali ke sana. Seakan menge

pa. Ia berjalan ke arah Adam berada. Mendon

sengaja denger pas di pintu kantor," lanj

es. Tak pergi dengan Yana, bolehlah pergi dengan Adam. Malah lebih bagus, biar kebakaran j

rencananya mau

nitip mi

!! N-

a ada urusan. Ia mengeluarkan secara acak isi dompetnya yang justru m

ungut kembali uangnya yang berserakan. "Astagaaa!" keluhnya tak lagi m

uang merah itu adalah jajan Eva selama satu minggu. Ia menelan saliva, syok melihat uang se

lembar uang dari Adam. "Minuman apa aja ter

es, tapi Adam sudah jauh dari pandangan, sedang uang suda

benar-be

sahabatnya yang masih menunggu. "Adam nitip minum ke guee!" s

nepuk jidat. "Kenap

lak tadi. Cuma gimana,

k katanya? Sudahla

*

tu. Yana menghela napas berat ketika kantin sangat padat sekali oleh si

uk sana, gue

beli apa yang ia mau, Eva sesegera mungkin untuk keluar. Sambil menuju pintu utama kantin, ia bersenandung kecil dengan

apat menyeimbangkan tubuhnya dengan baik. Di sini memang Eva yang menabrak. Demi apapun sedari tadi ia tak

tabrak diam di tempat tak bergeser sedikit pun. Hal yang refleks ket

yang berdiri tangguh di depannya ini adalah Artanabil Hibriz

Ia menelan saliva dengan susah payah. "K-kak Arta maa

sah kuyup mencetak dadanya yang bidang akibat tergu

suk Eva. Ia rasakan kakinya gemetar hebat tanpa bisa dikendalikan. Eva mundur beberapa lan

ampaikan dengan lirih. Suaranya bergetar ingin mena

di sana menahan jejeritan memandang nikmat tuhan yang tidak dapat didustakan. Sementara di lain si

engan air jus itu? Apakah dia tidak punya mata hingga tak menyadari ada Arta sebesar itu berd

cari masalah pada Arta? Walau telah menjadi ketos pun ia tetap tak ada apa-apa

gingat suasana saat ini sedang mencekam. Apalagi baju yang diserahkan Reza bukan baju sekolah, melainkan baju kaos berwarna hitam membuat ketampanan Arta bertambah berkali-kali lipat. Cowok itu berdi

a masih berani pada apa pun di Taruna Bangsa ini selain Kompeni. Namun tidak untuk ketua geng ini. Kabar yang tersebar adalah cowok itu meman

cam Arta tak akan pernah menerima permoho

gue gak pe

nang itu dapat didengar oleh semua orang. Seluruhnya tahu, dibalik ketena

ang, gue gak pernah peduli. Asal gak ganggu ranah ketenan

ang mancing buat bikin gu

ndya? Cowok itu adalah salah satu anggota inti geng Kompeni yang paling terkenal dalam urusan perundunga

u saja, Arta kebal hukum. Tak ada yang berani mengusiknya bahkan maje

terupsi

emahami apa yang ketuanya itu mau. Ia menyer

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KETUA OSIS
KETUA OSIS
“Memandang sebelah mata anak beasiswa dan kalangan orang miskin sudah menjadi budaya yang terjadi hampir di seluruh sekolah elit. Taruna Bangsa salah satunya. Meski gadis itu memegang jabatan sebagai ketua OSIS, sayangnya ia tak pernah dihormati. Eksistensinya tak pernah mendapat respect oleh sekitar. Ketika hampir seluruh siswa/i menunjukkan secara terang-terangan ketidaksukaan mereka pada sosok gadis bernama lengkap Eva Nur Shafaah itu, maka ketua geng terkenal seantero Jakarta Selatan ini tak pernah sedikit pun peduli. Namun, hal itu tak berlaku lagi karena suatu kejadian yang membuat Eva harus bermasalah dengan sosok Artanabil Hibrizi, ketua geng Kompeni yang paling ditakuti dan berkuasa dalam ranah Taruna Bangsa. Selain menjabat sebagai ketua geng legendaris tersebut, Arta juga merupakan cucu dari pemilik sekolah hingga ia begitu mudah mendapatkan posisi tertinggi yang paling dihormati di kalangan murid TB. Penderitaan yang Eva topang makin terasa ketika Arta mengklaimnya sebagai 'babu'. Bukankah ketos TB terlalu dipandang rendahan? Melakukan apa pun yang diperintahkan Arta tanpa boleh melawan sedikit pun. Hubungan toxic yang dilalui antara sepasang insan. Bukankah si gadis itu terlalu polos dan tulus untuk disandingkan dengan lelaki brengsek itu? Sayangnya di dunia ini semua hal yang tak mungkin dapat menjadi sebuah kemungkinan.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Kompeni3 Bab 3 Late4 Bab 4 Qotsa5 Bab 5 OSIS6 Bab 6 Arta7 Bab 7 Shy8 Bab 8 Mangsa9 Bab 9 Gosip10 Bab 10 Claim11 Bab 11 Kekal12 Bab 12 Nasi VS Tempe Orek13 Bab 13 Moment14 Bab 14 Dancer15 Bab 15 Raja16 Bab 16 Kasar17 Bab 17 Problem18 Bab 18 Bolos19 Bab 19 Suprise!20 Bab 20 Mengakui21 Bab 21 Back Or Not22 Bab 22 Liontari Drakos23 Bab 23 Tristan Wales24 Bab 24 Poor Uma25 Bab 25 Please Don't Force26 Bab 26 Hero 127 Bab 27 It's My Dream28 Bab 28 So Important29 Bab 29 Gagal30 Bab 30 Toxic31 Bab 31 Labrak32 Bab 32 Crazy33 Bab 33 Confuse34 Bab 34 Diperebutkan35 Bab 35 He's Monster36 Bab 36 Yandere37 Bab 37 Rehan Eva38 Bab 38 Couple Goals39 Bab 39 Kalap40 Bab 40 Cancel! Yes or No 41 Bab 41 Topeng42 Bab 42 Which Are Actually43 Bab 43 Savage44 Bab 44 Battle45 Bab 45 Dansa46 Bab 46 Preparation47 Bab 47 Babu Sekolah48 Bab 48 Bully49 Bab 49 Destruction50 Bab 50 Unexpected Meeting51 Bab 51 Present52 Bab 52 Rejection53 Bab 53 Identitas54 Bab 54 Don't like Cars55 Bab 55 Bag56 Bab 56 Glasses57 Bab 57 Hero 258 Bab 58 Prank59 Bab 59 Party60 Bab 60 Worry61 Bab 61 The Heirs62 Bab 62 She's His Sister63 Bab 63 Not Meet Up64 Bab 64 Call65 Bab 65 Basket66 Bab 66 From Now On You're My Sister67 Bab 67 She's Not A Kid68 Bab 68 Main Character's Birthday69 Bab 69 Kidnap You70 Bab 70 Go To School71 Bab 71 Gifts72 Bab 72 Terbongkar73 Bab 73 Menandai74 Bab 74 Peringatan75 Bab 75 Perselisihan76 Bab 76 Perhatian77 Bab 77 Perfect78 Bab 78 Dinner In Restaurant Luxury79 Bab 79 Markas Liondrak