/0/17448/coverorgin.jpg?v=8fd15d26203b63b94a546daad5139c71&imageMogr2/format/webp)
Secara perlahan Bellina mulai membuka matanya, ketika ia merasakan sedang tertidur di atas ranjang king size milik seseorang. Kedua manik matanya yang begitu indah menatap lurus ke arah lampu hias yang menggantung di atas plafon yang dirasa penglihatannya masih kabur. Wajah perempuan berambut panjang sampai punggung itu tampak terlihat sayu menahan rasa sakit dan ngilu di area sensitif-nya. Tak lama ia mengedarkan pandangan ke arah pakaian yang sudah berantakan di tubuhnya yang polos.
Dengan cepat perempuan itu menarik selimut di sampingnya untuk menutupi beberapa bagian tubuh yang terekspos karena pakaian yang dikenakannya sudah koyak dan tak layak pakai.
Perempuan dengan mata hazel yang begitu indah tersebut mencoba bangkit secara perlahan untuk menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang, dan mengingat kejadian semalam yang terjadi padanya. Walaupun ia harus menahan rasan sakit di kepalanya yang terus berdenyut dan juga di area sensitif akibat kegiatan semalam yang merenggut keperawanannya, setelah menjadi istri sah dari seorang El Barack Gunadhya Nagara, pengusaha sukses yang sangat terkenal di seantero perbisnisan di negara ini maupun di luar negeri. Namun perempuan itu tak tahu tujuan dari pria itu menikahinya untuk apa? Bahkan ia sama sekali tak mengenal sosok El Barack sebelumnya, walaupun pertemuan pertamanya dengan pria itu ketika ia memberikan sejumlah uang kepada sang bibi.
“Apa aku sudah tak perawan lagi?” lirih Bellina mendapati cairan berwarna merah yang menempel di kedua kakinya yang berjajar, bahkan cairan tersebut juga menempel di seprai putih yang merupakan saksi dengan kejadian semalam. Walaupun yang melakukan adalah suaminya sendiri, namun tetap saja pria itu merenggutnya secara kasar.
Terdengar suara langkahan kaki dari arah luar, dengan cepat perempuan itu mengedarkan pandangan ke arah pintu dan sudah terlihat jika handle pintu yang bergerak menandakan seseorang yang akan masuk. Jantung Bellina berdetak tak normal, terasa jika aliran darahnya pun mengalir tak sempurna di dalam tubuh. Ia merasakan jika keringat dingin sudah mulai mengucur di sekujur tubuhnya yang terus merasakan takut harus bertemu dengan pria kejam yang telah merenggut kesuciannya semalam.
Dengan cepat Bellina segera membenarkan pakaiannya yang berantakan, walaupun terlihat sudah koyak dan tak bisa menutupi beberapa bagian tubuhnya yang dapat dilihat oleh orang lain. Namun, tak ada cara lain yang dapat dilakukan oleh perempuan itu selain tetap memakai pakaian yang sudah koyak ini dan menutupnya dengan selimut, karena ia tak tahu bisa mendapatkan baju ganti dari mana.
“Ternyata kamu sudah bangun juga.” Suara baritone itu terdengar jelas di telinganya, gerakan tangannya pun terhenti ketika ia masih sibuk membenarkan pakaiannya sehingga perempuan itu tidak melihat seseorang yang sedang mengajaknya bicara dan sudah berdiri di tepi ranjang.
Bellina mendongakkan wajahnya tepat di depan seorang pria yang sedang berdiri, dan pria itu tak lain adalah suaminya. Wajah tampan dari seorang El Barack tidak mampu membuat Bellina terpana akan pesonanya begitu saja, karena sekarang yang ada dalam hati perempuan itu adalah sebuah rasa kebencian kepada pria yang sudah merenggut semuanya dari diri Bellina, termasuk pernikahan paksa ini tanpa adanya cinta.
Pria angkuh yang sedang berdiri sembari menyilangkan kedua tangan di dadanya itu denagn santai bernama El Barack Gunadhya Nagara, seorang pria kaya dan penuh kuasa yang memaksa Bellina untuk menjadi istrinya, karena terus di desak oleh sang kakek Gerald Nagara untuk segera melahirkan garis keturunan demi melanjutkan dinasti kepemipinannya di Perusahaan Nagara Group. Bahkan pernikahan yang dilakukan keduanya pun terbilang sangat singkat. Bellina tidak bisa menolak ajakan El, ketika pria itu memberikan sejumlah uang dengan nominal yang begitu besar kepada sang bibi, satu-satunya keluarga yang masih dimiliki oleh Bellina setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Namun karena sang bibi begitu materialistis dan haus akan uang membuatnya begitu saja menjual keponakan untuk menjadi istri El Barack dan melahirkan keturunan untuknya.
El Barack adalah pria tampan, dengan postur tubuh yang proporsional, tatapannya begitu tajam dan memiliki rahang yang tegas. Sejuta pesona yang dimiliki pria berusia 29 tahun itu. Tak terhitung lagi para perempuan di luar sana yang menginginkan hanya untuk disentuh olehnya atau bahkan ingin menjadi istrinya.
Pria itu mendekat ke arah Bellina yang masih diam tertunduk lesu dengan keadaannya ini, bahkan terlihat jika seprai yang berwarna putih sudah terdapat bercak darah akibat hubungannya semalam, ketika Bellina sudah kehilangan keperawanannya yang diambil secara paksa oleh El Barack.
Pria itu menekan kuat dagu Bellina dan mengangkat dagu perempuan itu agar menatap ke arahnya. Bellina harus menambah rasa sakitnya lagi, selain di area sensitifnya dan kini juga di dagunya yang ditekan kuat oleh pria gila itu.
“Aku kira kamu adalah wanita jalang yang sudah tidak perawan lagi, tapi ternyata aku salah, punyamu terlalu sempit sehingga aku kesulitan untuk memasukkan milikku ke dalam milikmu itu,” ucapnya sembari tersenyum kecil. Tanpa merasa kasihan dengan keadaan Bellina yang begitu menyedihkan.
Hati Bellina merasa teriris dan begitu sakit mendengar pelecehan verbal yang dilontarkan oleh El Barack, merasa jika masa depannya sudah hancur dengan diperistri oleh pria kejam sepertinya yang tak bisa menghargai seorang perempuan.
“Tapi kamu tenang saja, karena aku sudah memasukkan benih ke dalam rahimmu, mungkin sebentar lagi kamu akan segera hamil, dan yang kuinginkan dari kehamilanmu itu hanyalah keturunan untuk meneruskan dinasti kepemimpinanku di dalam Perusahaan Nagara,” ucap El Barack yang melepaskan secara kasar cengkeramannya di dagu Bellina, dan tidak memperdulikan keadaan perempuan itu yang masih merasa kesakitan akibat ulahnya. Karena tujuan pria itu menikahinya hanya ingin memiliki keturunan dari rahimnya saja tak lebih.
Wajah El masih begitu dekat dengan wajah Bellina, pria itu menatap lekat wajah cantik Bellina yang tampak pucat dan menurunkan pandangannya ketika Bellina berusaha menutupi bagian puncak dadanya yang terlihat menggunakan kedua tangan, sedangkan perempuan itu hanya menatap penuh kebencian kepada El, walaupun belum ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Dan sekali lagi wajah tampan dan rupawan dari El Barack tidak mampu membuat Bellina langsung jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama. Bagi Bellina percuma memiliki wajah tampan namun hati bagai iblis yang merenggut kebahagiaan orang lain demi kepentingannya sendiri.
/0/2890/coverorgin.jpg?v=015567bf43a894bd136553904d04346b&imageMogr2/format/webp)
/0/3086/coverorgin.jpg?v=019d01edec20e4bcbd4d48df4b67cb0a&imageMogr2/format/webp)
/0/3284/coverorgin.jpg?v=b2b67720e802c41f0688e4eaf9b36d79&imageMogr2/format/webp)
/0/2546/coverorgin.jpg?v=71701adfee5ba10d55d9d032e2a36951&imageMogr2/format/webp)
/0/2346/coverorgin.jpg?v=c795f23c5d7867267f47d448828956fb&imageMogr2/format/webp)
/0/3921/coverorgin.jpg?v=8f682c01fca2c572c2f27e4667ed4bba&imageMogr2/format/webp)
/0/2259/coverorgin.jpg?v=367208482bc1e7f8191daa692c1abf18&imageMogr2/format/webp)
/0/14257/coverorgin.jpg?v=6739d2b6e8d165ef97c017ae7d35c9ce&imageMogr2/format/webp)
/0/2978/coverorgin.jpg?v=c19a7ba9c7837074dbd7c16855abe86e&imageMogr2/format/webp)
/0/2900/coverorgin.jpg?v=41cd78c0c8bb9aff9a0541a13ce63e1b&imageMogr2/format/webp)
/0/16328/coverorgin.jpg?v=d621b9f745cfe09fda0812c94cb92730&imageMogr2/format/webp)
/0/4737/coverorgin.jpg?v=420597b2a3c956301ff06f754ec65614&imageMogr2/format/webp)
/0/6455/coverorgin.jpg?v=a07947d127782016ce439fd4de1d7edf&imageMogr2/format/webp)
/0/3164/coverorgin.jpg?v=37411865fdde4eb01ca2739dad6ddb01&imageMogr2/format/webp)
/0/9552/coverorgin.jpg?v=f10a129d26776fa33dbaf4e7606bb357&imageMogr2/format/webp)
/0/7051/coverorgin.jpg?v=d02e71081ea076a51ceddd6975816ea2&imageMogr2/format/webp)
/0/2170/coverorgin.jpg?v=2158f4c7583e99d746e1ea0ca0f0009e&imageMogr2/format/webp)
/0/3928/coverorgin.jpg?v=02948c272485d4ef7023b4983efed123&imageMogr2/format/webp)
/0/12218/coverorgin.jpg?v=5514558b29fa101734c6702af9de4e2b&imageMogr2/format/webp)