/0/24873/coverorgin.jpg?v=3bb5d9f52074eb9898689abd6ad7c196&imageMogr2/format/webp)
"Kamu takkan percaya siapa yang baru saja keluar dari penjara."
Terkejut, Indra Suryajaya mendongak dari laptopnya ketika mamanya masuk ke ruang rapat. Dia melepas kacamata hitamnya, sudut mulutnya melengkung ke bawah, cemberut seperti biasa.
"Aku rasa Mama akan memberi tahuku."
Indra tidak pernah peduli dengan gosip. Itu adalah mata uang mamanya. Pengaruh yang digunakannya untuk melawan musuh-musuh keluarga mereka. Dan keluarga Suryajaya memiliki terlalu banyak musuh yang tidak terhitung jumlahnya.
Mata uang Indra sendiri adalah selalu mengetahui dengan tepat titik-titik kelemahan mana yang harus ditekan sampai musuh berubah menjadi sekutu dan menyerahkan apa pun yang diinginkannya. Sebagai wakil presiden Suryajaya Investment Bank, dia hidup dengan satu jalan: menemukan kelemahan seseorang untuk mengubah keadaan sesuai keinginannya. Dalam hal itu, dia persis seperti mamanya, meskipun dia enggan mengakuinya.
Setiap Suryajaya memiliki sifat kejam. Sebagai pemilik salah satu bank swasta terbesar menjamin sifat itu, meskipun sebagian dari dirinya berharap itu tidak terjadi.
Dia menyambar remote TV dari meja kerja dan menyalakan televisi.
"Kamu belum dengar?"
Dia melipat tangannya dengan jengkel dan melirik TV layar lebar. Rasa terkejut membuat tubuhnya kaku saat kenangan masa lalu menghantamnya seperti berton-ton batu bata.
"Sial, Edwin Kanigoro."
Mamanya mengangguk. "Dia dibebaskan bersyarat empat tahun lebih awal karena berperilaku baik."
Rekaman video Edwin Kanigoro yang berambut kelabu tertatih-tatih keluar dari penjara muncul di layar HDTV.
Indra menggelengkan kepalanya karena tidak percaya. Ketika Edwin dijebloskan ke penjara hampir sepuluh tahun yang lalu, pria itu sedang berada di puncak hidupnya. Dari semua musuh keluarga Suryajaya, Edwin adalah yang paling berbahaya sejauh ini. Selama bertahun-tahun orang tua Indra bekerja untuk keluarga Kanigoro, terus menapaki jalan mereka ke puncak tangga perusahaan, sampai papanya dengan kejam menjatuhkan keluarga Kanigoro dari menara emas mereka. Menjatuhkan mereka, merebut perusahaan mereka, dan mengungkap kejahatan dan korupsi Edwin Kanigoro secara menyeluruh sehingga dia dijebloskan ke penjara.
Sekarang dia bebas. Seorang pria bebas.
"Dia tampak menyedihkan," kata Indra akhirnya.
"Jangan bersikap lembut," mamanya memperingatkan. "Dia memperlakukan papamu dan aku seperti sampah selama bertahun-tahun kami bekerja untuknya. Pria itu akan selalu menjadi ular."
"Aku tidak bersikap lembut. Dia hanya tampak sangat berbeda."
Meskipun ada permusuhan antara kedua keluarga, Indra tidak bisa menahan rasa kasihan pada Edwin. Sebelum berakhir di penjara, kekayaan Edwin telah dirampas, meninggalkan keluarganya di rusunawa. Keluarga Kanigoro adalah salah satu keluarga paling berkuasa sampai orang tua Indra menghancurkan mereka rata dengan tanah.
Dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa keluarga Kanigoro telah dihancurkan oleh kekuatan yang telah membuat mereka sukses selama beberapa generasi. Satu-satunya cara untuk mencapai puncak adalah dengan menjatuhkan semua orang di atasmu. Begitulah cara keluarga Kanigoro akhirnya mengumpulkan begitu banyak kekayaan selama hampir satu abad. Setelah hampir seratus tahun berpuas diri, orang tuanya yang baru memulai karier menunjukkan kepada Kanigoro bahwa memperlakukan bawahan dengan buruk akan sangat merugikan mereka. Keluarga Kanigoro sudah siap mencampakkan orang tuanya demi menyelamatkan diri mereka sendiri ketika kejahatan mereka terungkap.
Apa pilihan yang dimiliki orang tuanya?
Mencampakkan keluarga Kanigoro ke jurang berarti keberuntungan bagi keluarganya, dan kini mereka memiliki kekayaan lebih dari yang pernah mereka impikan. Dalam tiga puluh dua tahun hidupnya, dia telah berubah dari tinggal di apartemen satu kamar tidur bersama orang tua dan saudara-saudaranya menjadi memiliki dunia dalam jangkauannya.
"Sekarang setelah dia keluar, kita perlu waspada," katanya, merendahkan suaranya.
Tidak ada orang lain di ruang pertemuan berdinding kaca itu, tetapi paranoia adalah salah satu sifat mamanya. Dia selalu mengira ada yang ingin menangkap mereka. Meskipun, mengingat banyaknya musuh yang mereka miliki, sebagian paranoianya dapat dimengerti.
"Kita punya masalah lain." Indra bersandar di kursinya. "Pertemuan dengan beberapa investor yang marah dalam lima belas menit."
/0/28807/coverorgin.jpg?v=4a3e4329d99f5f8a386fb53784ad4637&imageMogr2/format/webp)
/0/23401/coverorgin.jpg?v=4d80576acf8f0703d0660545e45c3910&imageMogr2/format/webp)
/0/28803/coverorgin.jpg?v=cab87dccf8c2ff24e3c01ccd2cd8fe1c&imageMogr2/format/webp)
/0/29792/coverorgin.jpg?v=b17bc5f0babdbbce849d22cb4a92f651&imageMogr2/format/webp)
/0/19449/coverorgin.jpg?v=4d31b0e31059b4191b700f800bf00d57&imageMogr2/format/webp)
/0/4193/coverorgin.jpg?v=7015db8782cda68d196a0c4fe63039f5&imageMogr2/format/webp)
/0/4251/coverorgin.jpg?v=6a972aae138a2dc9c4e824e5c7bf0d48&imageMogr2/format/webp)
/0/10098/coverorgin.jpg?v=76fa2e4069af95af0652da326c5a578a&imageMogr2/format/webp)
/0/5356/coverorgin.jpg?v=ffda3a761434a6526b416ab99b2fbf53&imageMogr2/format/webp)
/0/19807/coverorgin.jpg?v=7e8c6aec421b352f16d080836299290c&imageMogr2/format/webp)
/0/16080/coverorgin.jpg?v=82c42b37571355a9dd5552a48607d63c&imageMogr2/format/webp)
/0/17691/coverorgin.jpg?v=7e5c276000575bd8df0b24150b3f5521&imageMogr2/format/webp)
/0/27009/coverorgin.jpg?v=ca131d9dd77d0d922f63529aff22081b&imageMogr2/format/webp)
/0/12672/coverorgin.jpg?v=e267e35c6f73324fb77bb52565e1bcfb&imageMogr2/format/webp)
/0/12697/coverorgin.jpg?v=a0855fc8ab55c7606ce607d6619d7a60&imageMogr2/format/webp)
/0/23663/coverorgin.jpg?v=68b18edb8454d0ede7dce4ffcb7807ec&imageMogr2/format/webp)
/0/23402/coverorgin.jpg?v=956d1bff272bfc1af42c4423b22a8af3&imageMogr2/format/webp)
/0/25071/coverorgin.jpg?v=aa12c1375dc8065192499ce7e9cc8b8b&imageMogr2/format/webp)