5.0
Komentar
172
Penayangan
34
Bab

Ada 3 pria berinisial R di kehidupan Angela. Randy sang mantan pacar. Raffa sang adik kelas. Dan Revin sang mantan kakak kelas. Tingkah ketiganya memusingkan Angela.

Bab 1 Putus

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sekitar lima menit yang lalu. Angela baru bisa beranjak keluar kelas sekarang.

Tadi teman sebangkunya masih menanyakan tugas kelompok yang diberikan oleh gurunya usai bel pulang sekolah berbunyi. Jadi ia berbicara dulu dengan temannya itu hingga tak bisa buru-buru pulang.

"Njeeeeeeeellll.....," pekik sebuah suara ketika Angela baru beberapa langkah keluar kelas.

Seandainya Angela tak menoleh pun ia akan segera tahu kalau itu suara Sherin, salah satu sahabatnya yang beda kelas.

Dan memang benar itu suara Sherin yang memanggilnya. Ia terlihat ditemani Naya dan Dila.

Begitu mereka sampai di dekat Angela tanpa ba bi bu langsung mencecar pertanyaan ke Angela.

"Njel.... kamu putus sama Randy ya ?" tanya Sherin langsung.

"Iya,"

"Kapan, Njel ?" giliran Naya yang bertanya.

"Dua hari kemarin,"

"Kenapa putus... Njel?" kali ini Dila yang giliran bertanya.

"Nggak tahu....tiba-tiba dia bilang ngajak temenan aja. Pas aku tanya apa maksudnya, dia bilang, kita putus mulai sekarang,"

"Ngomong langsung gitu ?" tanya Dila lagi.

Angela menggelengkan kepalanya.

"Nggak. Lewat WA,"

Ketiganya terlihat kompak menghembuskan nafas kesal mendengar jawaban Angela itu.

"Diiihhh, apaan tuh ! Masa mutusin cuma lewat chat WA?" gerutu Sherin.

Suasana hening beberapa detik.

"Eh...tunggu...Njel, bukannya dulu kamu bilang dia nembak kamu juga lewat WA tuh ?" lanjut Dila bertanya.

Angela mengangguk.

"Ya ampuuuuunnn !!! Ini bocah ya, kebangetan deh. Nembak sama mutisin cewek beraninya cuma chat WA aja," kata Naya geram.

"Biar mudah kali," timpal Sherin. Ketiganya langsung melirik ke arah Sherin.

"Maksudku...mungkin Randy mau cari mudahnya gitu. Biar nggak bingung, biar nggak deg-degan waktu nembak Angela, makanya dia milih nembak lewat chat WA aja. Simple. Begitu juga waktu putus. Lewat WA juga, biar nggak perlu ribet ngejelasin ini itu ke Angela," papar Sherin panjang lebar.

"Itu sih pelit namanya," komentar Dila.

"Cowok biasanya nembak cewek pakai bawa bunga atau ngasih bingkisan coklat gitu, ini kok nggak modal banget sih ?" imbuh Dila lagi. Terdengar nada kesal di suaranya sewaktu berkata seperti itu.

Angela tersenyum kecut. Yang lainnya menimpali dengan kata iya sebagai isyarat kalau mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dila barusan itu.

"Njel, kamu nggak papa kan ? Nggak sedih kan ?" tanya Sherin kemudian.

Angela melirik teman-temannya.

"Keliatannya gimana ? Apa aku keliatan putus asa ? Atau pengen bunuh diri gitu ?"

Ketiganya temannya menggeleng.

"Nggak sih. Tapi mungkin aja ngerasa sedih. Pengen nangis gitu," sahut Sherin.

"Udah. Udahan sedih sama nangisnya. Dua hari lalu pas diputusin itu aja aku nangisnya," jelas Angela.

"Sekarang mungkin tinggal sewotnya aja. Chat-ku belum di baca sama Randy. Padahal aku tanya, kenapa aku diputusin ? Aku salahnya apa ? Mau aku perbaiki. Eh nggak di baca-baca juga sampai hari ini," imbuh Angela lagi.

Tampak wajah ketiga sahabat Angela itu semakin kesal.

"Aduuuh,, Njeeeeeelll...kamu kemarin itu pacaran sama cowok model apaan sih ? Ngeselin banget gitu!" kata Naya geram.

Angela mengedikan bahunya. Hening beberapa saat.

"Eh, Njel...kamu masih follow instagramnya Randy nggak ?" tanya Dila.

"Masih,"

"Buruan unfoll !" pekik Dila.

"Iya....iya...iya... buruan unfoll," teriak yang lainnya memerintah.

Angela melihat ketiganya bingung. Untuk beberapa detik ia hanya menatap semua secara bergantian.

Tangannya mencoba membuka tasnya. Ia meraba dalam tas mencari ponselnya.

"Pokoknya unfoll deh ya ... unfoll...!!" perintah Sherin.

Ponsel sudah di tangan Angela. Gadis berambut hitam sebahu itu langsung membuka akun instagramnya.

"Sini...sini....aku bantuin unfoll," seru Naya. Ia mengarahkan tangannya ke ponsel yang ada di tangan Angela.

Angela mundur. Berusaha menjauhkan ponselnya dari Naya.

"Kalian kenapa sih ? Aneh banget,"

"Udah nurut aja.... unfoll...nggak usah liat-liat !" kembali terdengar perintah Sherin.

Sikap ketiganya itu justru membuat Angela penasaran. Ia kembali mundur selangkah lagi supaya teman-temannya tak merangsek untuk merebut ponselnya itu.

"Jangan ada yang mendekat ! Apalagi sampai merebut ponselku !"

Angela menjauhi teman-temannya. Ia menggerakkan tangannya untuk membuka akun instagramnya.

Setelah akun instagramnya terbuka, terlihat foto Randy dalam lingkaran merah. Tanpa pikir panjang Angela langsung menekan foto Randy.

Mata Angela sedikit terbeliak. Ia menatap instagram story milik Randy.

"Udah dibilangin jangan di lihat. Kenapa di lihat juga sih ? Sekarang jadi sakit hati kan kamunya, Njel" ujar Dila.

Wajah Angela memang sedikit berubah. Ia terlihat kesal. Baru saja ia melihat di instagram story itu, Randy sedang foto berdua dengan Septiana, teman satu sekolah Angela tapi beda kelas. Septiana siswi kelas XI IIS-4. Di postingan itu Septiana tengah memegang setangkai mawar merah di tangannya.

Di situ tertulis, Mawar Untuk Bebeb. Randy juga men-tag akun instagram Septiana. Air muka Angela terlihat tak suka. Tangan kanannya langsung mencari akun Septiana. Ternyata instagram story Septiana juga dilingkari merah.

Segera saja Angela menekannya. Foto yang sama seperti di akunnya Randy juga terpajang di sana. Yang beda cuma tulisan yang tertera di foto. Tertulis, Mawar Dari Kesayangan. Septiana juga men-tag akun instagram milik Randy.

Angela bersungut kesal. Teman-temannya mendekatinya dan menepuk-nepuk ringan bahunya. Tak lama berselang, keempatnya langsung berjalan pulang beriringan.

---------------------

Angela ada di kamarnya. Wajahnya masih bersungut kesal gara-gara melihat instagram story milik Randy sewaktu di sekolah tadi.

Ia tak banyak bicara sejak pulang sekolah. Usai makan Angela segera masuk kamar. Dan sekarang ia tiduran di kasurnya, berusaha memejamkan matanya untuk tidur. Benaknya diliputi rasa kesal. Tak menyangka kalau Randy sudah punya pacar lagi meski baru dua hari putus dengannya. Teman satu sekolah pula pacar barunya itu. Jangan-jangan Randy selingkuh. Begitu pikiran jahat Angela saat ini. Untuk mengendalikan dirinya agar tak berpikiran jelek terus, Angela mencoba tidur. Belum sampai matanya terpejam tertidur, aksinya ini sudah keburu diganggu bunyi ponselnya.

Biib...biib...biib...

Angela membiarkan ponselnya yang tergeletak dekat kakinya itu berbunyi.

Biib...biib...biib...

Kembali terdengar bunyi pesan lewat aplikasi WhatsApp. Angela memiringkan tubuhnya agar tangannya bisa meraih ponselnya itu. Setelah tangannya berhasil memegang ponsel, Angela membuka pesan yang masuk. Segera saja matanya mendelik tak suka.

"Diiiiiiiihhhhh...." keluhnya. Ia menggaruk kepalanya sebentar. Dengan wajah ogah-ogahan ia membaca pesan masuk dari Randy itu.

Njell......gimana keadaanmu ?

Apa kamu baik-baik saja ?

Sssssssssshhhhhhhhh.......desis Angela kesal.

"Apa sih maunya anak ini ?" pekik Angela kesal.

Ia tak langsung menjawab. Ia letakkan ponselnya itu dulu di kasur beberapa detik.

Angela menghembuskan nafas panjang beberapa kali sebelum membalas pesan. Setelah mampu menguasai emosinya barulah ia mengetik jawaban.

Aku baik-baik saja.

Ketiknya singkat.

Tadi aku liat kamu buka instagram story aku

Makanya aku tanya...apa kamu baik-baik saja

Sssssssssshhhhhhhhh....kembali desisan kesal keluar dari mulut Angela.

Memangnya kenapa ? Aku ga boleh liat instagram storymu lagi ya ?

Atau aku harus unfoll ato blokir akunmu gitu ?

Ketik Angela. Mukanya terlihat kesal saat mengetikan kalimat itu.

Ga... gapapa kok... terus aja follow akunku

Jawab Randy. Angela melempar ponselnya ke kasur. Pikiran Angela jadi kacau lagi. Ia bertanya-tanya maksud tersembunyi apa yang membuat Randy bersikap seperti barusan. Pahadal pesan yang ia kirim sejak dua hari kemarin hingga beberapa jam yang lalu masih menunjukkan centang yang belum dibaca. Bisa-bisanya Randy tadi mengiriminya pesan menanyakan apa dia baik-baik saja. Jelas ia kacau. Pesannya tak dibaca, tiba-tiba saja tadi melihat Randy sudah pacar baru pula, jelas ia sedang tak baik. Marah dan kesal sudah menghinggapi hatinya sejak kemarin hari hingga sekarang.

Dengan wajah bersungut kesal, Angela langsung mengambil gulingnya dan kembali berusaha tidur.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Niken Anggraini

Selebihnya

Buku serupa

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

WHS Production
5.0

Maya dan Adrian, serta sahabat mereka Sinta dan Rizky, tampaknya memiliki segalanya: karier yang sukses, rumah yang nyaman, dan kehidupan sosial yang aktif. Namun, di balik fasad kebahagiaan mereka, hubungan mereka masing-masing mengalami ketegangan dan kekosongan yang menyedihkan. Suatu malam, dalam upaya untuk menyegarkan hubungan mereka yang hambar, Maya dan Sinta memutuskan untuk mengusulkan sesuatu yang ekstrem: "fantasi tukar pasangan ranjang." Awalnya, ide ini tampak gila dan di luar batas kenyamanan mereka. Namun, dengan dorongan dan desakan dari pasangan mereka, Maya dan Adrian, serta Sinta dan Rizky, setuju untuk mencoba. Ketika fantasi tersebut menjadi kenyataan, keempatnya merasakan perasaan canggung, kebingungan, dan kecemasan yang tak terduga. Namun, dalam perjalanan mereka melalui pengalaman ini, mereka mulai menggali lebih dalam tentang hubungan mereka, mengungkapkan kebutuhan dan keinginan yang mungkin terlupakan, serta menyembuhkan luka-luka yang telah terbuka dalam pernikahan mereka. Dalam prosesnya, mereka menghadapi konflik, kecemburuan, dan ketidakpastian yang tidak terelakkan. Namun, mereka juga menemukan keintiman yang lebih dalam, pemahaman yang lebih besar tentang satu sama lain, dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang hampir putus asa. Novel "Fantasi Tukar Pasangan Ranjang" menawarkan pandangan yang tajam tentang kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan humor, kehangatan, dan kisah cinta yang penuh dengan emosi. Di tengah fantasi yang menggoda, mereka menemukan keberanian untuk menghadapi kenyataan, menerima kekurangan masing-masing, dan membangun kembali fondasi cinta mereka dengan cara yang lebih kuat dan lebih tulus.

MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Evie Yuzuma
5.0

“Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. “Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** “Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi. “T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung. “Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan. “Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. “Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku