Langit & Senja

Langit & Senja

Devi Citra

5.0
Komentar
658
Penayangan
70
Bab

Senja adalah bagian dari Langit, kuharap akan tetap seperti itu.

Langit & Senja Bab 1 1

"Senjaaa,,,, Aku datang,, ." suara teriakan melengking dari arah teras rumah Yah itu suara Nur atau yang biasa disapa Nunu sahabat Senja yang setiap pagi datang untuk memulai aktivitas seperti biasa sekolah. "Wa'alaikum salam Nunu cempreng ,,he he ,," jawab Senja dari dalam rumah. "Ehh Nunu ,ayo masuk cah ayu ,,." jawab Ibu Senja sambil mempersilahkan masuk teman anaknya tersebut.

"Ehe,,maaf budhe ,,assalamualaikum,," jawab Nunu "Telat NU,," balas Senja "Udah yuk berangkat ,,ntar telat lagi,, " ucap Nunu "Iya ,, ibu Eja pamit yaa,," Pamit Senja pada Ibunya ,yang biasa dipanggil Bu Ida "Hati-hati ya ..." jawah Bu Ida "Iya Bu,,." balas Senja dan Nunu *** Senja Aulia yang sekarang sedang duduk di bangku kelas sebelas di sebuah SMA di kotanya , anak tunggal dari pak Rudi dan Bu Ida . Senja hanya tinggal berdua dengan ibunya ,sedangkan ayahnya sudah meninggal akibat sakit. Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga yang berangkat pagi pulang sore. Senja seorang anak yang bisa dibilang pemalu ,pendiam dan susah bergaul. Dia juga tidak pintar , bisa masuk SMA negeri mungkin hanya kebetulan. Tapi ia tetap belajar dengan giat supaya bisa membanggakan orang tuanya. Senja ,, dibilang cantik juga tidak begitu cantik. Mungkin manis,yah manis. Jika di pandangan tidak membuat bosan . Dia hanya punya teman dekat Nunu dari SD, Senja merasa minder dengan keadaannya jika harus bergaul dengan banyak orang. Karena memang jaman sekarang berteman kebanyakan menilai dari kepunyaan,yah meskipun tidak semuanya. Ditambah Senja yang Pemalu, hanya Nunu yang mendekati dan berteman dengan tulus.karena Nunu cerewet jadi Senja lumayan bisa kebawa ngomongnya. ****** Sesampainya di sekolah, Senja dan Nunu yang baru turun dari angkutan umum itu langsung menuju ke kelasnya. Baru saja mereka duduk ,bel berbunyi pertanda jam pelajaran akan segera dimulai. *** Tidak terasa kini sudah pukul dua ,saatnya pulang sekolah. "Senja,, aku pulang dulu ya,, sudah di jemput kakak." Ucap Nunu kepada Senja "Iya Nu, hati hati yaa,,." balas Senja sambil melambaikan tangannya pada Nunu yang sudah duduk di atas motor kakanya. Kini tinggal Senja dan beberapa orang yang juga tengah menunggu angkutan umum, yah memang ini sekolah bisa dibilang favorit, jadi siswa siswinya pintar dan juga kaya. Ada yang tidak punya tapi bisa masuk lewat jalur beasiswa,berbeda dengan Senja yang lewat jalur keberuntungan, makanya ia juga harus belajar giat agar mampu mengimbangi teman temannya dan juga yang pasti giat bekerja. Yah, Senja bekerja sebagai tukang bersih bersih panggilan dikala libur ,lumayan bisa buat bantu uang jajan ,meskipun ia tidak suka jajan tapi ia tabung. Jangan lupa di seberang sekolah SMA nya itu sebuah gedung universitas ternama. Senja duduk di halte tempat ia menunggu angkutan dengan beberapa orang di sana .matanya melihat ke seberang lebih tepatnya kearah pemuda yang ada di depan gedung kampus yang tengah di tarik tarik seorang wanita,mungkin kekasihnya lalu mereka sedang bertengkar pikir Senja. Lama menunggu angkutan akhirnya yang di tunggu tiba,Senja langsung naik lalu duduk. *** Malam hari di kediaman keluarga Gunawan yang sedang makan malam bersama di selingi obrolan ringan dari anggota keluarga tersebut ,salah satunya Langit ,anak bungsu pak Gunawan dan ibu Ratna.Langit mempunyai kakak perempuan yang bernama Mentari biasa dipanggil Tari.saat ini Langit sedang kuliah ,kurang lebih setahun lagi lulus. "Lang, kata nya kamu sudah punya pacar?." ucap Tari disela sela mengunyah makannya "Hmmm,,begitulah kak." jawab langit santai tanpa menoleh kearah kakaknya "Loh,, kok gak pernah bilang sama mamah sih lang .'' ucap Mama Ratna dengan sewot " ngapain."jawab Langit "Ya kenalin ke mamah donk Lang,, kamu gimana sih. " balas Mama Ratna sambil menggerutu. "Udah sih mah biarin aja, paling masih belum serius . yang penting jangan merusak anak orang aja. Dan kamu Tari gimana persiapan pernikahannya?" sela papah Gun yang mengalihkan pembicaraannya ke anak sulungnya yang sebentar lagi akan menikah. "Tinggal fitting baju sih pah ,mas Bara lagi atur jadwalnya" jawab Tari.

Yah,Bara nama calon suami Mentari.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku