Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.

Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.

giminww

5.0
Komentar
126
Penayangan
10
Bab

Untuk: Banyu Dari: kami Selamat kamu adalah orang yang terpilih, setelah pengamatan selama enam bulan dari tim kami, kamu akan jadi avatar kami selanjutnya. Aku tahu asti ini membingungkan bagimu, tetapi simpan saja bimbangmu karena segala pertanyaan akan dijelaskan saat kau telah dating dikantor kami. Datanglah pada alamat jl. Lembayungkuning no 17 sebelah kantor MNG group. Selamat pagi, maaf mengganggu waktumu. suatu hari, dipagi hari yang lumayan cerah datanglah sebuah surat misterius dengan alamat yang sudah tertera, menyuruh Banyu untuk datang untuk interview. dengan segenap perasaan takut dan curiga akhirnya Banyu memutuskan untuk datang menemui alamat yang ada disurat tersebut. makah dari sinilah kisah ini dimulai.

Bab 1 porak poranda

Bab 1

porak poranda

Porak porada. Semuanya porak porana. Cerita ini sudah usai, tepat ketika aku menulisakan huruf pertama ini. Duniaku tidak ada lagi. Semuanya sudah lepas dari dekapanku. Apa yang aku jaga erat-erat, apa yang perjuangkan mati-matian, semuanya telah sirnah sudah. Seperti istana pasir yang dibangun dengan susah payah tapi lenyap hanya dengan sekali libas oleh ombak pantai. Apakah ada yang salah dengan diriku? Sungguh rasanya dunia ini tidak adil.

"tok...tok...tok..." terdengar suara pintu diketuk. Pagi ini dingin lebih dingin dari biasanya. Ini adalah awal musim penghujan telah tiba. Baru saja jam satu pagi hujan telah berhenti. Meninggalkan bekas basah pada jalanan dan daun-daun yang basah. Rumah dengan sepetak tanah yang disulap menjadi tiga ruangan, yaitu dapur, kamar tidur dan ruang tengah, serta ruangan sempit yang dinamakan kamar mandi, hanya ada kakus dan bak mandi mini dengan gayung plastic gambar anggur yang warnanya sudah tidak karuan lagi antara hijau yang menjadi putih pudar. Rahman, adalah nama yang menghuni tempat tersebut. Sudah tiga minggu ia mengsolasi dirinya. Menarik dirinya dalam-dalam kesunyi yang tak bertepi. Semenjak peristiwa itu, hidup Rahman berubah. Hidupnya sudah selesai.

selesai dalam ratapan tangisnya yang mengering ditikam laranya sendiri. tidak ada seorang pun yang tahu tentang lara hatinya. tidak ada yang mengerti tentang remuknya. karena semuanya ia coba untuk kubur sendiri dalam pusara paling hening dalam batinnya. begitulah Rahman.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku