Sanderan Tuan MAFIA KEJAM

Sanderan Tuan MAFIA KEJAM

feyfey

5.0
Komentar
1
Penayangan
11
Bab

WARNNING 21+ Kumpulan cerita MAFIA.. Kisah seorang mafia kejam yang hidupnya hanya untuk uang, darah dan kekuasaan. Namun di balik kekejaman pria itu, ada sisi lembut didirinya ketika ada seorang gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta. YUK MAMPIR, SERU POLL...

Bab 1 ALICIA - Kau juga suka bunga

~~~~~~~~~~~

Tangisan anak kecil seharusnya terdengar biasa, namun di dalam rumah mewah suara itu menjadi seperti dentuman yang mampu mengguncang seluruh isi rumah.

Sejak kepulanganya dari taman, Alvin terus saja merengek dan menangis. Tidak ada yang bisa menghentikannya, termasuk Alex sendiri.

"Papa... Alvin mau mami!" Tangis itu keluar lagi, suara serak kecil yang menghantam dinding hati Alex.

Pria itu duduk di kursi besar ruang keluarga, dengan wajah menegang.

Ia adalah mafia yang terbiasa mengendalikan puluhan bahkan ratusan orang dengan satu perintah, dan terbiasa membuat musuhnya berlutut ketakutan hanya dengan tatapan. Namun, menghadapi tangisan putra sendiri, Alex seakan tidak berdaya.

Anak buahnya berdiri tegang di dekat pintu. Tak ada yang berani mendekat. Mereka tahu, ketika bos mereka terlihat diam terlalu lama, itu tandanya badai sedang menumpuk.

Alvin terus meronta di sofa, air mata mengalir tanpa henti.

"Papa jahat! Alvin mau mami! Alvin mau mami sekarang!"

Alex mengepalkan tangan, tulang-tulang jarinya berderak.

"Mami." Kata itu terus menghantui pikirannya.

Seorang gadis manis, dengan apron putih dan senyum lembut, yang dengan mudah merebut hati putra kecilnya.

"Bos.." salah satu anak buahnya memberanikan diri bersuara, meski suaranya bergetar.

"Mungkin... mungkin kalau kita mencari gadis itu..."

Tatapan Alex langsung menghantamnya. Dingin, tajam, membuat tubuh pria itu gemetar hebat.

"Diam!" Suara Alex rendah namun mengandung ancaman mematikan.

Ia bangkit dari kursi, berjalan mendekat ke sofa, lalu berlutut di hadapan putranya.

Pria itu tidak pernah menunjukkan sikap merendahkan diri seperti ini di hadapan siapa pun. Tapi untuk putra kesayanganya, Alex rela melakukanya.

"Tangisanmu... membuat Papa sakit Alvin." Suaranya rendah, bergetar dengan emosi yang jarang ia biarkan keluar.

"Katakan, apa yang harus Papa lakukan?"

Bocah itu menatap Alex dengan mata merah basah.

"Alvin mau mami. Alvin mau mami di sini. Jangan suruh mami pergi. mami harus sama Alvin, Papa!"

Alex langsung terdiam, kerena bingung dengan permintaan putranya itu.

Namun di satu sisi ia hanya ingin melihat sang putra bahagia, akan tetapi di sisi lain ia seorang mafia yang terbiasa mendapatkan segala hal dengan cara paksa.

Pria itu memejamkan matanya sejenak, sambil menarik napas panjang. Namun saat ia membuka matanya, tatapan pria itu sudah terlihat berbeda. Gelap, penuh tekad, dan ambisi.

"Kalau begitu, Papa akan membawanya ke sini."

Alvin langsung berhenti menangis, menatap Alex dengan mata penuh harap.

"Mami... di sini?"

Alex mengangguk dengan senyum tipis terlukis di wajahnya, senyum yang lebih menyeramkan daripada tatapan marahnya.

"Iya, Papa akan pastikan dia tidak pergi ke mana pun lagi."

Tanpa menunggu waktu lama, Alex langsung mengambil ponsel dari saku jas hitamnya, kemudian menghubungi salah satu tangan kanannya.

"Cari gadis yang bernama Alicia. Bekerja di toko bunga dekat taman kota." Suaranya tenang, tapi mengandung ancaman maut.

"Bawa dia padaku hidup-hidup. Jangan biarkan dia kabur. Jika ada yang berani melindunginya, bunuh."

Di ujung sana, pria yang menjadi orang kepercayaanya langsung mengiyakan tanpa berani menawar.

Alex menutup ponsel, kemudian menatap putranya lagi.

"Kau dengar itu, Alvin? Papa akan membawa mami itu untukmu."

Alvin tersenyum kecil untuk pertama kalinya setelah dua hari merengek dan menangis.

"Papa baik..." gumamnya, kemudian memeluk Alex.

Namun di balik pelukan kecil itu, hati Alex bergejolak. Bukan hanya karena ia ingin memenuhi keinginan putranya.

Namun ada sesuatu pada gadis manis itu, yang menempel di pikirannya. Tatapan mata lembutnya, senyum tulusnya, bahkan suara lembutnya saat berbicara dengan Alvin.

Alex tidak pernah tertarik pada siapa pun sejak istrinya meninggal. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan mendiang sang istri.

Baginya, semua hanya alat atau musuh. Namun kini, entah mengapa gadis manis itu mampu mengusik pikirannya.

"Mungkin... aku juga ingin kau di sini." bisiknya lirih pada dirinya sendiri, tanpa disadari oleh Alvin.

Sementara itu, di toko bunga kecil di sudut kota, Alicia melakukan pekerjaannya seperti biasa.

Ia sibuk merapikan rak bunga, memisahkannya perjenis, dan membungkus pesanan untuk pelanggan. Senyumnya tetap hangat pada setiap pelanggan, tapi jauh di dalam hatinya, ia merasa ada sesuatu yang aneh.

Bayangan pria dingin itu, ayah dari bocah kecil yang lucu masih terlintas jelas di benaknya. Tatapan tajam Alex hari itu membuatnya merinding hingga sekarang.

Seolah-olah pria itu bukan manusia biasa, melainkan sosok gelap yang membawa bahaya.

Alicia menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir bayangan itu.

"Jangan dipikirkan. Itu hanya ayah dari anak kecil polos. Besok juga aku tidak akan bertemu lagi." gumamnya, mencoba menenangkan diri.

Namun ia tak tahu, malam itu juga, takdirnya akan berubah. Karena di kejauhan, beberapa pria berpakaian hitam sudah mengawasi toko bunga dengan tatapan dingin. Mereka menunggu perintah untuk menculik gadis manis bernama Alicia itu.

Dan di dalam rumah mewah itu, Alex sudah memutuskan satu hal. Jika sang putra sudah menginginkan sesuatu, maka tidak akan kata tidak untuk Alex menolaknya.

Alex Albert pria berusia 30 tahun itu, selalu dikenal sebagai pria dingin yang tak punya hati.

Di balik jas hitam mahal yang selalu membalut tubuh tegapnya, ia menyimpan reputasi sebagai raja mafia yang kejam, penguasa bisnis haram dan juga CEO perusahaan besar yang bergerak di bidang bisnis dan investasi internasional.

Satu panggilan telepon darinya saja bisa menentukan nyawa seseorang. Dan jika ada yang berani menyentuh orang-orang yang ia sayangi, maka darah akan tumpah, tanpa negosiasi.

Namun, di balik kebekuan itu, ada satu sisi Alex yang tak pernah ditunjukkan pada dunia, yaitu sisi seorang ayah.

Sejak istrinya meninggal dua tahun lalu saat melahirkan, Alex membesarkan putra kecilnya sendirian.

Alvin Albert, bocah mungil berusia tiga tahun, adalah alasan Alex masih bernapas hingga saat ini. Tanpa Alvin, pria itu mungkin sudah karam dalam lautan darah dan amarah.

_

_

_

FLASBACK ON....

Hari itu, cuaca cukup hangat. Alex sangat jarang punya waktu luang, namun demi sang putra Alvin, pria itu meluangkan waktu sorenya untuk berjalan-jalan di taman kota.

Alvin tertawa kecil sambil menepuk-nepuk tangan ayahnya.

"Papa, bunga!" serunya polos, menunjuk deretan bunga matahari di pinggir jalan setapak.

Alex menoleh sekilas. Senyum tipis, adalah sesuatu yang jarang muncul di wajah dinginnya, namun saat muncul ketika pria itu melihat mata sang anak yang begitu berbinar.

"Kalau Alvin suka, Papa bisa buatkan kebun bunga sendiri di rumah."

Sama halnya dengan mendiang istrinya, Alvin begitu suka dengan yang namanya aroma bunga. Sehinga setiap kali menghabiskan waktu di taman, bocah itu terlihat sangat senang menikmati pemandangan dan aroma bunga bunga yang menghiasi taman.

Bagi Alex, keinginan Alvin adalah perintah untuknya. Tak ada yang mustahil jika itu demi kebahagiaan sangg putran, semua akan ia lakukan.

Namun di saat yang bersamaan, ponsel pria itu bergetar. Layar menunjukkan nama salah satu anak buah kepercayaannya.

Alex langsung mengangkat dengan nada rendah.

"Kenapa?"

"Bos, kami mendapat kabar bahwa kelompok White Wolf mulai bergerak di pelabuhan." lapor seseorang dengan suara berat dan panik terdengar dari seberang.

"Awasi. Jangan bergerak tanpa perintahku." Suara Alex begitu tegas dan dingin seperti es.

"Jika ada yang mencoba menyentuh asetku, bunuh."

Ia terlalu fokus pada percakapan, hingga tak menyadari Alvin yang penasaran berjalan menjauh. Bocah itu menyeberang jalan kecil dan mendekati sebuah toko bunga mungil di sudut taman.

Keindahan bunga yang terpajang di toko itu, menarik perhatian Alvin hingga membuat bocah itu langsung menghampirinya.

FLASBACK OF....

~~~NEXT~~~

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh feyfey

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku