Dari Pembantu Menjadi Ratu

Dari Pembantu Menjadi Ratu

Juliana

5.0
Komentar
5K
Penayangan
144
Bab

Tangan Scarlett gemetar. ia berusaha meraih celana, yang lelaki itu kenakan sambil memejamkan mata. Aaaw..., jerit Scarlett. Ia terkejut, saat tangannya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang keras. Kenapa? Ethan ikut-ikutan terkejut, mendengar teriakan Scarlett yang memekakkan telinga. I... itu! Ada yang keras, ucapnya sambil menunjuk sesuatu yang dimaksud dengan ekspresi malu bercampur takut.

Dari Pembantu Menjadi Ratu Bab 1 Part 01

Akibat hutang yang ditinggalkan sang ayah. Scarlett harus bekerja keras melakukan apa saja yang dia bisa, termasuk menjadi pelayan di klab malam. Karena sering membuat kekacauan, ia diberi pekerjaan lain untuk merawat seorang kakek tua bernama Kakek Adam. Siapa sangka lelaki tua kaya raya itu akan menjodohkan Scarlett dengan cucunya. Tidak disangka, Cucu sang kakek adalah Ethan, mantan pelatih panahan saat SMA dan merupakan cinta pertamanya. Namun, kondisi Ethan ternyata lumpuh.

Scarlett kira orang lumpuh tidak akan punya hasrat apapun. Ternyata Badaka aja lewat...

Sesuatu yang terlihat sehat dan bersemangat, berdiri tegak di antara kedua kaki lelaki itu. Scarlett sampai tidak bisa berkata-kata. Ini pertama kalinya ia melihat hal seperti itu secara langsung. Ia kira benda itu akan ikut lumpuh seperti pemiliknya.

'Waow, luar biasa,' gumamnya dalam hati.

Apa ini tujuanmu ingin membantuku mandi? Ternyata kamu seorang wanita cablu, ya! sindir lelaki itu. Menyadari miliknya sedang menjadi pusat perhatian, ia menutupinya dengan kedua tangan. Jika dalam kondisi sehat, wanita itu sudah ia tendang keluar dari sana.

***

Semua bermula dari sini ....

Malam itu, tempat hiburan malam yang terkenal dengan sebutan 'The Club' memiliki jumlah pengunjung yang lumayan banyak. Semua pelayan yang bekerja di sana, tampak sibuk mengantarkan pesanan. Tidak terkecuali Scarlett, karyawan yang baru sekitar tiga bulan terakhir bekerja di sana, demi mencicil hutang yang ditinggalkan ayahnya.

Hidup Scarlett memang bisa dikatakan menderita. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menjadi tukang judi dan mabuk-mabukkan. Bahkan, sekarang kabur meninggalkan hutang ratusan juta, yang mau tidak mau Scarlett harus tanggung. Padahal, Scarlett juga butuh biaya untuk kuliahnya dan sekolah adiknya yang masih SMA.

Scarlett, antarkan minuman ini ke kamar nomor 34! perintah Teijo, yang merupakan kepala pelayan di sana.

Scarlett hanya mengangguk, menerima nampan berisi makanan dan botol minuman keras. Ia membawanya ke ruangan yang disebutkan.

Saat masuk ke dalam, tampak beberapa orang lelaki muda berpenampilan rapi Tengah tertawa-tawa. ditemani para wanita yang mereka sewa, Bisa ditebak mereka sekumpulan pengusaha muda.

Permisi, ucap Scarlett seraya berjalan masuk membawa nampan itu. Ia meletakkan pesanan mereka di atas meja, Rasanya ingin segera keluar dari sana secepatnya.

Eh, kok buru-buru! Duduk dulu di sini!

Salah seorang lelaki itu menahan tangan Scarlett saat ia hendak pergi.

Maaf, Pak. saya harus kembali mengantarkan pesanan yang lain, tolak Scarlett dengan nada yang sopan.

Lelaki itu mengembangkan senyum. Tatapannya seperti orang mesium, mengamati penampilan Scarlett dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Hei, Regan. jangan keterlaluan, dia kelihatan ketakutan. Lepaskan saja dia, pinta temannya yang tengah duduk sambal memeluk dua wanita sekji di sampingnya. Ucapannya membuat yang lain tertawa, seakan kini Scarlett menjadi bahan mainan.

Bukannya mendengarkan perkataan temannya. lelaki itu justru menarik tangan Scarlett hingga jatuh ke pangkuannya.

Maaf, Pak. ini sudah menyalahi aturan, ucap Scarlett tegas. Meskipun ia mau bekerja di sana, ia tidak mau sembarangan orang bisa menyentuhnya. Dia tidak menjual diri seperti wanita-wanita di sana. Ia berusaha melepaskan diri, dari dekapan lelaki kurang ajar yang ditemuinya malam ini.

Sudah, Regan. Wanita lain kan masih banyak. Sepertinya dia memang tidak membuka layanan special untuk pengunjung. Nanti kita bisa kena masalah, tegur temannya yang lain mengingat Regan sydah keterlaluan.

Regan tak mau mendengarkan siapapun. Tatapannya fokus kepada wanita yang kini ada di pangkuannya. Pertama kali melihat, ia sudah merasa jatuh cinta.

Kamu manis sekali. Berapa aku harus membeli waktumu malam ini? Sebutkan saja, aku akan memberikan yang kamu minta, bujuk Regan. Ia memang tipe lelaki yang ambisius, apa yang diinginkan harus ia dapatkan, Termasuk wanita itu.

Maaf, pak. Saya tidak seperti itu, kilah Scarlett.

Lelaki itu menyeringai. Benarkah? Dengan pakaian seperti ini kamu mau menganggap dirimu suci? Jangan sok jual mahal, aku sedang menawar hargamu untuk semalam, katanya.

Tangan lelaki itu tak sabar untuk mengelus paha mulusnya. Sontak Scarlett hilang kesabaran saat tangan itu menyentuh tubuhnya.

Dasar kurang ajar! maki Scarlett seraya melayangkan tinju sekuat tenaga, hingga lelaki itu jatuh tersungkur.

Sejak tadi ia sudah berusaha bersabar dan bersikap sopan, namun tamunya semakin keterlaluan. Perbuatan Scarlett yang melawan membuat semua orang tercengang.

Bisa tidak jaga sopan santun? Anda pikir semuanya bisa didapatkan dengan uang? Scarlett masih mengomel kesal.

Lelaki itu memegangi wajahnya yang terkena pukulan. Rasa sakitnya menorehkan kekesalan mendalam di hati sampai ia tidak terima. Wanita sialan! pekiknya. Ia hendak maju menyerang Scarlett, namun dihentikan oleh teman-temannya.

Awas, ya! Kamu sudah mempermalukan aku. Jangan harap hidupmu bisa tenang! Kamu harus tahu dengan siapa kamu berhadapan! ancamnya. Ia terus berusaha menyerang, meski sudah dihentikan oleh teman-temannya.

Beberapa saat kemudian, manajer klab datang setelah mendengar aduan tentang keributan. Ia meminta maaf kepada para pelanggan dan membawa Scarlett ke ruangannya.

Hah, kamu itu karyawan baru tapi sudah berkali-kali memancing emosi pelanggan. Kalau begini terus, hutang ayahmu tidak akan selesai dicicil karena kamu sudah merugikan usahaku, ucap sang manajer sembari menghisap rokoknya.

Aku tidak berniat seperti itu, Om. Dia tadi sudah kurang ajar pegang-pegang paha, masa mau aku biarkan? Scarlett berusaha membela dirinya.

Lelaki yang akrab disapa Om Burhan itu menghela napas, lalu kembali menghisap rokoknya. Seharusnya kamu bisa menolak secara halus, tidak perlu sampai menonjok. Kalau dia lapor polisi bisa repot kita.

Sudah aku lakukan, Om. Orang itu memang keterlaluan, dikira semua karyawan di sini bisa dia beli untuk ditiduri.

Hah, ya sudahlah! Mungkin kamu memang tidak bisa aku pekerjakan di sini, kata Om Burhan pasrah.

Yah, Om... jangan seperti itu. Aku butuh pekerjaan ini, pinta Scarlett memelas.

Mau bagaimana? Kalau kamu tetap bekerja di sini, aku bisa bangkrut! jawab Om Burhan.

Scarlett menunduk, Ia sudah pasrah dengan keputusan manajernya.

Melihat Scarlett yang demikian membuat Om Burhan kasihan, Ia sebenarnya tidak tega membiarkan Scarlett sengsara. Tapi, ayah Scarlett sudah berhutang jumlah uang yang besar kepadanya.

Bagaimana kalau kamu bekerja sebagai pembantu? tanya Om Burhan.

Scarlett mengangkat kepalanya, Seperti ada secercah harapan yang tersisa.

Temanku bilang sedang butuh seorang pembantu, yang bisa bekerja dengan tekun dan telaten untuk mengurus kakek berusia tujuh puluh tahunan. Aku rasa kamu cocok dari pada bekerja di sini. Apalagi kakek itu dari keluarga kaya, gaji yang ditawarkan juga lumayan. Kalau kamu berminat, nanti gajinya dibagi dua. Sebagian untuk mencicil hutang ayahmu, kata Om Burhan.

Aku mau! Aku sanggup! jawab Scarlett mantap. Ia tahu hanya bermodalkan ijazah SMA, ia tidak bisa pilih-pilih pekerjaan. Om Burhan sudah sangat baik selama ini, memberinya pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan juga waktunya.

***

Ayo, turun! Ini rumahnya!

Teman Om Burhan mengajak Scarlett ke sebuah rumah besar, yang luasnya mungkin setara dengan lapangan bola. Saking besarnya sampai membuat ia tercengang, Rumah itu bagaikan istana dengan halaman dan taman yang luas.

Sebelah sini! ajak teman Om Burhan.

Scarlett mengikuti langkah kakinya, menuju bangunan yang terpisah dari bangunan utama. Dalam komplek rumah itu seperti terbagi menjadi beberapa bangunan yang berdekatan. Pelayan yang bekerja di sana bahkan memakai seragam yang bagus, menunjukkan betapa kayanya keluarga itu.

Mari masuk,

Seorang lelaki berpenampilan rapi menyambut kedatangan mereka, dan mempersilakan keduanya masuk ke dalam bangunan bergaya klasik itu. Di dalam ruangan, terdapat sebuah kamar yang nyaman. Seorang kakek terbaring di sana, dengan selang infus yang terpasang di tangan. Scarlett merasa kakek itu yang Om Burhan maksud, kakek yang akan dirawatnya.

Tuan, pelayan baru untuk Anda sudah datang, ucap lelaki itu.

Bersambung

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Juliana

Selebihnya
Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Romantis

5.0

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Romantis

5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Gairah Pelarian Cinta

Gairah Pelarian Cinta

Adventure

5.0

Kepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Dari Pembantu Menjadi Ratu Dari Pembantu Menjadi Ratu Juliana Romantis
“Tangan Scarlett gemetar. ia berusaha meraih celana, yang lelaki itu kenakan sambil memejamkan mata. Aaaw..., jerit Scarlett. Ia terkejut, saat tangannya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang keras. Kenapa? Ethan ikut-ikutan terkejut, mendengar teriakan Scarlett yang memekakkan telinga. I... itu! Ada yang keras, ucapnya sambil menunjuk sesuatu yang dimaksud dengan ekspresi malu bercampur takut.”
1

Bab 1 Part 01

07/06/2025

2

Bab 2 Part 02

07/06/2025

3

Bab 3 Part 03

07/06/2025

4

Bab 4 Part 04

07/06/2025

5

Bab 5 Part 05

07/06/2025

6

Bab 6 Part 06

07/06/2025

7

Bab 7 Part 07

07/06/2025

8

Bab 8 Part 8

07/06/2025

9

Bab 9 Part 09

07/06/2025

10

Bab 10 Part 10

07/06/2025

11

Bab 11 Part 11

07/06/2025

12

Bab 12 Part 12

24/06/2025

13

Bab 13 Part 13

24/06/2025

14

Bab 14 Part 14

24/06/2025

15

Bab 15 Part 15

27/06/2025

16

Bab 16 Part 16

27/06/2025

17

Bab 17 Part 17

28/06/2025

18

Bab 18 Part 18

29/06/2025

19

Bab 19 Part 19

04/07/2025

20

Bab 20 Part 20

04/07/2025

21

Bab 21 Part 21

05/07/2025

22

Bab 22 Part 22

06/07/2025

23

Bab 23 Part 23

07/10/2025

24

Bab 24 Part 24

07/10/2025

25

Bab 25 Part 24

07/10/2025

26

Bab 26 Part 25

07/10/2025

27

Bab 27 Part 27

07/10/2025

28

Bab 28 Part 28

07/10/2025

29

Bab 29 Part 29

08/10/2025

30

Bab 30 Part 30

09/10/2025

31

Bab 31 Part 31

10/10/2025

32

Bab 32 Part 32

11/10/2025

33

Bab 33 Part 33

12/10/2025

34

Bab 34 Part 34

13/10/2025

35

Bab 35 Part 35

14/10/2025

36

Bab 36 Part 36

15/10/2025

37

Bab 37 Part 37

16/10/2025

38

Bab 38 Part 38

17/10/2025

39

Bab 39 Part 39

18/10/2025

40

Bab 40 Part 40

19/10/2025