Perjaka Kepincut Janda

Perjaka Kepincut Janda

Aililea

4.4
Komentar
7.5K
Penayangan
60
Bab

Kisah yang menyakitkan, ternyata membawa Janda cantik bernama Della Mahardika bertemu dengan pemuda perjaka bernama Dimas Anggara. Mereka dipertemukan dengan cara yang lucu, kepahitan masa lalu membawa cinta di antara mereka. "Ada yang mengatakan padaku, cinta memang butuh pengorbanan, tapi jika dimanfaatkan dengan mengatasnamakan cinta, itu namanya pembodohan cinta!" ~Dimas. Lalu, bagaimana kisah mereka selanjutnya? akankah semulus jalan tol yang bebas hambatan?

Perjaka Kepincut Janda Bab 1 PKJ 1

Senja berwarna jingga begitu indah, sang surya bersiap kembali ke peraduan setelah seharian menyinari bumi dan isinya.

Seorang wanita berumur sekitar 26 tahun terlihat turun dari sebuah taksi, menenteng sebuah keranjang bayi dengan kedua tangan. Wanita itu bernama Della Mahardika, terlihat memakai jaket dengan penutup kepala dan berjalan ke arah apartemen.

"Bagas, Mama minta maaf. Secepatnya Mama akan datang untuk menjemputmu, kamu baik-baik ya, Nak."

Della mengecup kening hingga kedua pipi putranya yang baru berumur beberapa bulan, meski tidak ingin tapi harus melakukannya. Ia meninggalkan puteranya di depan pintu salah satu unit apartemen yang didatangi, mengetuk pintu kemudian pergi begitu saja dari sana tanpa menunggu penghuni unit keluar.

Della pergi menaiki sebuah taksi, memejamkan mata dan berharap kalau pemilik apartemen yang diketuknya mau menjaga dan merawat putranya sementara waktu.

"Alvian, aku akan mencincangmu, lihat saja!" Della mengepalkan telapak tangan karena geram.

Della terpaksa meninggalkan sang putra karena suaminya kabur dengan wanita lain, membuat geram dan darah tinggi. Della ingin memberi pelajaran pada pria yang tak tahu diuntung, Alvian dulu pengangguran dan dibantu mendapat pekerjaan berkat Della. Lantas keduanya menjalin hubungan dan menikah, tapi begitu pria itu sudah mandiri dan bisa hidup enak, Alvian malah berselingkuh dan pergi bersama wanita lain.

***

Della pergi ke luar kota naik bus. Ia nekat mencari keberadaan Alvian berbekal info dari rekan kerja pria itu, yang mengatakan kalau pasangan selingkuh itu berada di kota yang sekarang didatangi.

Della hampir putus asa ketika mendatangi alamat yang didapat, tapi ternyata Alvian sudah tidak di sana, bahkan sudah mencoba bertanya-tanya dengan orang disekitar sana.

"Ke mana lagi aku harus mencari bedebah itu?" Della merasa geram.

Hampir dua minggu Della terlunta-lunta tak jelas, memikirkan kekesalan terhadap suami juga memikirkan kondisi putranya yang entah bagaimana sekarang kondisinya.

"Mama rindu kamu, sayang." Della duduk di bangku yang terdapat di trotoar, menatap foto Bagas yang ada di ponsel.

Della berusaha menjadi wanita yang kuat, tidak mau kalau dianggap remeh karena hanya bisa menangis. Namun, sebagai wanita, wajar jika Della juga ingin sekali meluapkan rasa sakit yang menekan rongga dada.

"Di mana kamu Alvian? Demi Bagas, aku tidak akan memaafkan!" gerutu Della yang kembali geram.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Baru saja menggerutu, Della melihat sosok Alvian yang tengah berjalan merangkul wanita selingkuhannya, mereka tampak masuk taksi dan pergi.

Della pun buru-buru mencegat taksi, meminta sang sopir mengikuti taksi yang ditumpangi Alvian dan wanita selingkuhan.

"Mati kamu, Al! Aku pastikan kamu akan menyesal!"

***

Taksi yang ditumpangi Della mengikuti hingga sampai di sebuah area kos-kosan. Della pun segera turun untuk mengikuti Alvian dari jauh, hingga melihat keduanya masuk ke sebuah kos bebas.

Della sudah berdiri di depan pintu kos tempat Alvian tinggal, dadanya terasa terbakar dan begitu sesak ketika mendengar tawa keduanya dari dalam.

"Ih, jangan gitu! Geli, Al."

"Apanya geli? Masa gini aja geli, bagaimana kalau aku sentuh begini, geli nggak?"

"Ahh ... jangan gitu. Al, tanganmu nakal!"

Kepala Della rasanya mendidih mendengar suara pasangan selingkuh itu. Namun, Della tak lantas bersikap terburu-buru, dengan terus bersikap tenang mengeluarkan ponsel, mencari celah dari jendela dan merekam apa yang dilakukan dua manusia itu di dalam. Della memejamkan mata saat merekam, tak kuasa melihat percintaan sang suami dan selingkuhan.

"Ini sudah cukup untuk menjadi bukti perselingkuhanmu, setelah ini kamu tidak akan bisa mengelak."

Della mengakhiri merekam kegiatan dua manusia itu, lantas mencari pemilik kos dan mengadukan kelakuan mereka, menunjukkan surat nikah miliknya dan mengatakan kalau penghuni kos itu adalah pasangan tidak sah.

"Apa? Wah mereka gila, rumah kosku bukan tempat mesum!" Wanita pemilik kos sangat murka.

Wanita itu memanggil ketua Rt, kemudian mendatangi kamar kos yang dikontrak Alvian, hendak menggerebek pasangan tidak sah itu.

"Mati kamu!" Della tersenyum iblis meski hatinya terasa sakit.

***

"Dobrak aja Pak pintunya!" perintah Della yang sudah tidak sabar.

"Eits, ini pintu baru, mana bisa asal dobrak!" cegah ibu kost.

"Lah, terus gimana, Bu?" tanya Della.

Pak Rt malah bingung sendiri dan memilih menunggu instruksi. Ibu kos merogoh saku daster, mengambil rentengan kunci cadangan untuk kamar kos miliknya.

"Pakai kunci cadangan, tanpa merusak," ujar ibu kos yang merasa begitu cerdas.

Della mengacungkan jempol untuk memberi nilai tindakan ibu kos yang gerak cepat.

Alvian dan wanita selingkuhannya mendengar suara ribut di luar, hingga keduanya tampak panik dan langsung menghentikan adegan gulat mereka serta memilih langsung memakai pakaian.

Begitu pintu terbuka, si wanita sudah memakai busana, sedangkan Alvian hanya baru memakai celana.

"Oalah, pasangan edan (gila)!" umpat ibu kos yang kesal. "Kalian kira ini tempat prostitusi, hah! Ngaku pasangan nikah habis kecopetan, ternyata sungguh ter-la-lu!" ujar ibu kos dengan akhir kata yang terdengar mirip dengan nada bicara penyanyi loma alama.

Alvian begitu terkejut melihat ibu kos dan ada pak Rt, lebih terkejut lagi ketika melihat Della yang ada di sana.

Della berjalan masuk dengan cepat, kepalanya seakan tumbuh tanduk iblis dengan dua taring yang muncul dari mulut. Kini Della menjelma jadi iblis yang akan melumat habis Alvian dan wanita selingkuhan.

Della langsung menarik wanita selingkuhan Alvian, menjambak rambut lantas mendorong hingga terjerambab ke lantai dan membentur dinding.

"AW! Sakit!" pekik wanita itu seraya memegangi kepala dan lengan yang terbentur.

"Sa--" Alvian ingin menyebut wanita selingkuhan dengan sebutan sayang, tapi urung ketika melihat tatapan Della yang siap menghabisinya.

"Mau duel denganku!" tantang Della dengan gaya menggulung ujung lengan, padahal dia memakai kaos pendek.

Alvian sedikit takut, itu karena tahu siapa Della dan kemampuan yang dimiliki wanita itu.

Namun, bukan Della namanya jika berdiam diri saat tertindas, apalagi memaafkan dengan mudah setelah disakiti. Ia mengepalkan tangan dan melayangkan pukulan tepat mengenai rahang Alvian.

"Aghh!" Alvin memekik kesakitan, bahkan sampai berpaling ketika pukulan Della mendarat.

Ibu kos dan pak Rt begitu terkejut, mereka seperti sedang melihat adegan action seperti di televisi dengan mulut menganga.

"Wah, mantap," gumam ibu kos dengan menggeleng kepala.

"Ampun, Del!" Alvian memohon ketika dirinya sudah terjatuh di lantai, mencoba mengiba agar Della tidak menggila.

"Ampun apa, hah? Menelantarkan istri dan anak, tak bertanggung jawab dan malah enak-enakkan hokya-hokya dengan wanita sialan itu. Sekarang kamu minta maaf! Wow, hebat sekali!" cerocos Della yang sudah tidak bisa menahan amarah. Kedua tangan berkacak pinggang dengan tatapan mata yang berapi-api.

"Ampun, Del! Aku khilaf!" Alvian memeluk kaki Della, mencoba sekali lagi meminta belas kasih istri sahnya itu.

Della semakin geram ketika mendengar kata 'khilaf' keluar dari mulut Alvian, hingga dengan kasarnya Della menyingkirkan tangan Alvian dari kaki, bahkan mendorong tubuh pria itu dengan kuat, sudah tidak peduli jika dianggap istri durhaka.

Alvian terdorong ke belakang karena dorongan Della, hingga ketika pria itu terjerembab, dengan sekali hentak Della menginjak pabrik penghasil bibit lele milik Alvian. Seharusnya Alvian bersyukur karena Della tidak memakai high heels tapi hanya sepatu kets biasa.

"AGHH!! Sakit!" pekik Alvian seraya memegangi pabrik lelenya.

Ibu kos dan pak Rt kembali terperangah dengan keberanian Della. Ketika ibu kos menutup mulut bahkan memejam sekilas karena terkejut, pak Rt tanpa sadar menutupi pabrik lelenya karena miris dan membayangkan betapa sakitnya itu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Aililea

Selebihnya

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Perjaka Kepincut Janda Perjaka Kepincut Janda Aililea Romantis
“Kisah yang menyakitkan, ternyata membawa Janda cantik bernama Della Mahardika bertemu dengan pemuda perjaka bernama Dimas Anggara. Mereka dipertemukan dengan cara yang lucu, kepahitan masa lalu membawa cinta di antara mereka. "Ada yang mengatakan padaku, cinta memang butuh pengorbanan, tapi jika dimanfaatkan dengan mengatasnamakan cinta, itu namanya pembodohan cinta!" ~Dimas. Lalu, bagaimana kisah mereka selanjutnya? akankah semulus jalan tol yang bebas hambatan?”
1

Bab 1 PKJ 1

25/10/2021

2

Bab 2 PKJ 2

25/10/2021

3

Bab 3 PKJ 3

25/10/2021

4

Bab 4 PKJ 4

25/10/2021

5

Bab 5 PKJ 5

25/10/2021

6

Bab 6 PKJ 6

25/10/2021

7

Bab 7 PKJ 7

25/10/2021

8

Bab 8 PKJ 8

26/10/2021

9

Bab 9 PKJ 9

26/10/2021

10

Bab 10 PKJ 10

26/10/2021

11

Bab 11 PKJ 11

26/10/2021

12

Bab 12 PKJ 12

26/10/2021

13

Bab 13 PKJ 13

26/10/2021

14

Bab 14 PKJ 14

26/10/2021

15

Bab 15 PKJ 15

26/10/2021

16

Bab 16 PKJ 16

26/10/2021

17

Bab 17 PKJ 17

26/10/2021

18

Bab 18 PKJ 18

26/10/2021

19

Bab 19 PKJ 19

26/10/2021

20

Bab 20 PKJ 20

26/10/2021

21

Bab 21 PKJ 21

26/10/2021

22

Bab 22 PKJ 22

26/10/2021

23

Bab 23 PKJ 23

26/10/2021

24

Bab 24 PKJ 24

27/10/2021

25

Bab 25 PKJ 25

27/10/2021

26

Bab 26 PKJ 26

27/10/2021

27

Bab 27 PKJ 27

28/10/2021

28

Bab 28 PKJ 28

28/10/2021

29

Bab 29 PKJ 29

28/10/2021

30

Bab 30 PKJ 30

28/10/2021

31

Bab 31 PKJ 31

28/10/2021

32

Bab 32 PKJ 32

29/10/2021

33

Bab 33 PKJ 33

29/10/2021

34

Bab 34 PKJ 34

30/10/2021

35

Bab 35 PKJ 35

30/10/2021

36

Bab 36 PKJ 36

31/10/2021

37

Bab 37 PKJ 37

01/11/2021

38

Bab 38 PKJ 38

02/11/2021

39

Bab 39 PKJ 39

04/11/2021

40

Bab 40 PKJ 40

08/11/2021