Berakhir Menjadi Tawanan

Berakhir Menjadi Tawanan

sumini

5.0
Komentar
269
Penayangan
28
Bab

Bertahan hidup di ibu kota bukan perkara mudah. Itulah yang dialami seorang gadis bernama Liana, yang harus berjuang sendirian demi menghidupi kedua adiknya di kampung. Tanpa dukungan siapa pun, dia menjalani hidup yang keras, berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena sering diusir akibat tak mampu membayar uang sewa. Tak ada pekerjaan yang terlalu hina baginya. Apa pun yang bisa menghasilkan uang, akan dia jalani, termasuk menjadi pacar kontrak bagi pria-pria kesepian. Semua berjalan sesuai rencananya-sampai suatu hari, nasib buruk menimpanya. Seorang pria muncul dalam hidupnya, mengacaukan segalanya. Bukan hanya mengusik rutinitasnya, tetapi juga menyeretnya ke dalam situasi yang sama sekali tak pernah dia bayangkan. Arsen, pemilik kost tempatnya tinggal sekarang, bukan pria biasa. Dia bukan sekadar pemilik tempat tinggal, tapi seseorang yang membawa badai dalam hidup Liana-badai yang bisa menghancurkannya atau mungkin... menyelamatkannya.

Berakhir Menjadi Tawanan Bab 1 Uang sewa kost

Liana menatap layar ponselnya yang gelap, menunggu pesan balasan yang tak kunjung datang. Uang sewa kost sudah jatuh tempo dua hari yang lalu, dan dia tahu, tak akan ada banyak waktu lagi. Wajah-wajah pemilik kost yang sering menghardiknya muncul dalam ingatannya. "Sudah berapa lama kamu tidak bayar?" kalimat itu masih terngiang jelas, menyiksa hatinya.

Di dunia yang serba cepat ini, setiap hari adalah perjuangan, dan Liana sudah lelah. Berpindah-pindah tempat tinggal adalah rutinitas yang tak terhindarkan, seperti sebuah takdir yang selalu membuntutinya. Dia harus bertahan hidup, dan itu berarti mencari cara untuk menyelesaikan masalah sewa yang tak terbayar.

"Aku harus bisa bertahan," gumamnya pelan, berusaha menenangkan diri. Tangannya meraih tas kecil di samping tempat tidurnya. Hanya beberapa lembar pakaian dan barang-barang pribadi yang dia bawa ke tempat ini. Sebuah perjalanan yang tak berujung-selalu berpindah, tak pernah memiliki tempat yang benar-benar bisa disebut rumah.

Pekerjaan apa pun yang bisa menghasilkan uang, akan dia ambil. Mulai dari menjadi pelayan restoran hingga pekerjaan paruh waktu di kedai kopi, semuanya sudah pernah dijalani. Bahkan, dia terpaksa menjadi pacar kontrak untuk pria-pria kesepian yang menawarkan uang hanya untuk menemani mereka makan malam atau pergi ke acara sosial.

"Tidak ada yang peduli, Liana. Hanya uang yang penting," pikirnya. Di kota besar ini, hanya ada satu aturan: bertahan atau tersingkir. Dan dia sudah terbiasa dengan kenyataan itu.

Hari itu, Liana merasa lelah sekali. Matahari yang terik dan jalanan kota yang penuh hiruk-pikuk membuatnya semakin merasa kecil. Dengan langkah pelan, ia menuju kedai kopi tempatnya bekerja, namun ada sesuatu yang menghalangi langkahnya. Di depan kost yang selama ini dia tempati, sebuah mobil hitam yang tampak mewah berhenti. Pintu mobil terbuka, dan seorang pria dengan penampilan rapi melangkah keluar.

Pria itu menatapnya sekilas, lalu berjalan menuju pintu kost. Liana sempat terpaku, mengenali pria tersebut. Arsen, pemilik kost yang tinggal di lantai paling atas-seorang pria yang dikenal tegas dan tidak banyak bicara. Namun, ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya. Mungkin hanya perasaan Liana, atau mungkin memang ada sesuatu yang tak bisa dia jelaskan.

"Kenapa dia ke sini?" Liana bergumam, matanya mengikuti langkah pria itu.

Di dalam kost, suasana berubah tegang begitu Arsen memasuki ruang utama. Liana tahu, ini pasti bukan kebetulan. Seperti biasanya, dia harus menghadapi kenyataan bahwa masalah yang satu selesai, tapi yang lain selalu datang.

Setelah beberapa saat, Arsen muncul dari ruangannya dan melihat Liana yang tengah duduk di kursi dekat pintu. Matanya tajam, penuh tanda tanya. "Liana, kamu harus bicara dengan saya," katanya, nada suaranya tak terlalu keras namun penuh tekanan.

Liana mengerutkan kening. "Apa yang harus saya bicarakan, Tuan Arsen?" jawabnya dengan hati-hati, meskipun dalam hatinya, rasa cemas mulai membayangi.

Arsen memandangnya, lalu duduk di kursi di depannya. "Tunggu, kita bicara dengan jelas. Saya tahu masalah kamu dengan sewa kost." Liana terdiam, tak tahu harus berkata apa. "Kamu sudah lama tidak bayar, Liana. Ini bukan sekadar masalah uang," lanjut Arsen.

Liana menundukkan kepala, merasa malu dan terpojok. "Saya berusaha mencari uang, Tuan, tapi semuanya tidak berjalan seperti yang saya harapkan," jawabnya, suara sedikit gemetar.

Arsen menghela napas panjang. "Saya tidak ingin menjadi orang yang memperparah keadaanmu. Tapi, ada hal lain yang perlu kita bicarakan." Matanya menatap tajam, seolah menunggu reaksi dari Liana. "Kamu akan tinggal di sini, bersama saya."

Liana terkejut. "Apa maksud Anda?" tanya Liana dengan suara tercekat, meskipun jantungnya berdegup kencang. Arsen tidak menjawab langsung, melainkan hanya tersenyum dingin. "Tunggu, kamu akan tahu nanti," ujarnya.

Liana merasa ada sesuatu yang tak beres, tapi entah kenapa, dia tak bisa menarik diri. Ada tarikan aneh di dalam dirinya yang membuatnya ingin tahu lebih jauh. Apa yang sebenarnya Arsen inginkan darinya? Apakah ini hanya masalah sewa, atau ada sesuatu yang lebih besar di balik semua ini?

Keputusan yang diambilnya pada malam itu akan mengubah segalanya. Dan dia tak tahu apakah itu keputusan terbaik atau justru kesalahan terbesar dalam hidupnya. Tapi, satu hal yang pasti, hidupnya tak akan pernah sama lagi setelah bertemu dengan Arsen.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh sumini

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Berakhir Menjadi Tawanan Berakhir Menjadi Tawanan sumini Romantis
“Bertahan hidup di ibu kota bukan perkara mudah. Itulah yang dialami seorang gadis bernama Liana, yang harus berjuang sendirian demi menghidupi kedua adiknya di kampung. Tanpa dukungan siapa pun, dia menjalani hidup yang keras, berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena sering diusir akibat tak mampu membayar uang sewa. Tak ada pekerjaan yang terlalu hina baginya. Apa pun yang bisa menghasilkan uang, akan dia jalani, termasuk menjadi pacar kontrak bagi pria-pria kesepian. Semua berjalan sesuai rencananya-sampai suatu hari, nasib buruk menimpanya. Seorang pria muncul dalam hidupnya, mengacaukan segalanya. Bukan hanya mengusik rutinitasnya, tetapi juga menyeretnya ke dalam situasi yang sama sekali tak pernah dia bayangkan. Arsen, pemilik kost tempatnya tinggal sekarang, bukan pria biasa. Dia bukan sekadar pemilik tempat tinggal, tapi seseorang yang membawa badai dalam hidup Liana-badai yang bisa menghancurkannya atau mungkin... menyelamatkannya.”
1

Bab 1 Uang sewa kost

05/04/2025

2

Bab 2 meninggalkan ruangan

05/04/2025

3

Bab 3 mencoba mencari tahu

05/04/2025

4

Bab 4 terjebak di dalamnya

05/04/2025

5

Bab 5 belum terpecahkan

05/04/2025

6

Bab 6 apa yang terjadi selanjutnya

05/04/2025

7

Bab 7 seharusnya tidak terjadi

05/04/2025

8

Bab 8 ekspresinya datar

05/04/2025

9

Bab 9 kebohongan

05/04/2025

10

Bab 10 langkah saja tergelincir

05/04/2025

11

Bab 11 merasa beban keputusan

05/04/2025

12

Bab 12 terfokus

05/04/2025

13

Bab 13 Begitu banyak yang telah berubah

05/04/2025

14

Bab 14 menyelimuti hatinya

05/04/2025

15

Bab 15 rapuh

05/04/2025

16

Bab 16 sejauh mana kamu bisa melangkah

05/04/2025

17

Bab 17 melawan

05/04/2025

18

Bab 18 Mengingatkan

05/04/2025

19

Bab 19 tak sepenuhnya yakin

05/04/2025

20

Bab 20 apa yang benar-benar harus ia pilih

05/04/2025

21

Bab 21 Malam turun dengan perlahan

05/04/2025

22

Bab 22 Mengabaikannya

05/04/2025

23

Bab 23 seorang predator

05/04/2025

24

Bab 24 tatapan yang penuh dengan penyesalan

05/04/2025

25

Bab 25 Keramaian

05/04/2025

26

Bab 26 terang benderang

05/04/2025

27

Bab 27 mengepungnya

05/04/2025

28

Bab 28 tunjukkan

05/04/2025