Mendadak Dinikahi CEO Galak

Mendadak Dinikahi CEO Galak

SY

5.0
Komentar
3.2K
Penayangan
64
Bab

Reva Queen Arabella adalah gadis remaja yang manja baru saja lulus SMA namun disaat remaja seusianya sibuk mengurus urusan untuk masuk ke perguruan tinggi, ia malah terpaksa menikah muda, menggantikan kakak perempuannya yang kabur di hari pernikahannya. Bagai mimpi buruk yang nyata itu akhirnya ia menikah dengan seorang pria dewasa yang umurnya jauh dari dia, yang menjabat sebagai CEO di sebuah perusahaan ternama. Mereka sama-sama tidak mencintai pada awalnya dan di sanalah ide perjanjian pernikahan selama 6 bulan dicetuskan oleh Zidan Adnan Fernando, suami dari Reva dengan persetujuan kedua belah pihak. Bagaimana nasib pernikahan Zidan dan Reva? Apakah pernikahan itu hanya bertahan 6 bulan seperti yang tertulis di perjanjian? atau mereka bisa mempertahankannya dan membuat perjanjian itu tidak berlaku lagi?

Mendadak Dinikahi CEO Galak Bab 1 Pengantin pengganti

"Reva! Reva, bangun nak!" seru wanita paruh baya di pagi-pagi buta, membangunkan anak bungsunya yang baru saja lulus SMA.

"Emmm ... masih ngantuk Ma, aku 'kan juga masih libur," ucap Reva, gadis bertubuh pendek mungil itu dengan suara serak bahkan matanya masih terpejam.

"Bangun nak! cepat siap-siap sekarang, hari ini kamu nikah!" Mata Reva seketika terbuka, langsung duduk, menatap mamanya dengan mata melotot. "Apa Ma? nikah? Mama jangan bercanda dong. Bukannya hari ini Kak Risa yang nikah?"

"Kakakmu enggak ada, dia kabur dari rumah., Mama enggak tahu lagi harus gimana, Mama pusing. Hari ini pernikahannya tapi dia malah kabur enggak tahu ke mana," ungkap Dina, Mama Reva seraya mengusap dahinya yang terasa berdenyut.

"Hah, Kak Risa kabur? kok bisa?" kepala Reva tiba-tiba berdenyut, terlalu banyak kabar mengejutkan pagi ini, bahkan ini baru beberapa jam setelah hari berganti.

"Udah, kamu jangan banyak tanya dulu ya. Sekarang, kamu mandi terus siap-siap." Mama Reva menarik tangan anaknya agar segera beranjak dari kasur.

"Hah, tapi aku enggak mau nikah Ma, aku belum siap. Masa aku yang harus gantiin Kak Risa." Reva merengek, menggoyang-goyangkan tubuhnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, berontak seperti anak kecil.

"Reva jangan buat Mama tambah pusing deh. Sekarang kamu pilih mau gantiin Risa atau enggak usah tinggal di rumah ini lagi," ancam Dina terpaksa. Sebenarnya ia sayang sama anak bungsunya itu dan tidak mau memaksanya untuk melepas masa lajang secepat ini tapi sekarang dalam keadaan genting. Hari ini adalah pernikahan Kakaknya, otomatis semuanya sudah dipersiapkan dan banyak tamu akan hadir di acara ini, tidak mungkin semua itu akan dibatalkan begitu saja.

"Aaa Mama kok gitu sih, tega banget sama anak sendiri," Rasanya Reva ingin menangis saja. "Udah cepat sekarang kamu mandi. Kamu itu udah besar, jangan jadi anak cengeng." Setelah dipaksa mamanya, Reva akhirnya menuruti perintah Mamanya.

Sementara itu di kediaman mempelai pria, tampak seorang pria tinggi bertubuh tegap dengan dada bidang yang kelihatan memikat sudah rapi dengan setelan outfit pernikahan bernuansa putih suci itu.

"Kenapa Ma?" tanya Zidan, pria yang akan melangsungkan pernikahan hari ini pada Mamanya setelah memperhatikan gerak-gerik mamanya sehabis menerima telepon.

"Aduh Zidan, gimana ini ya, Mama bingung banget." Wanita paruh baya itu mondar-mandir seraya mengigit kuku jarinya. Zidan mengernyitkan dahinya, memperhatikan gerak-gerik mamanya yang tidak biasa.

"Kenapa sih Ma?" tanyanya lagi.

"Zidan, barusan calon besan telepon katanya Risa enggak ada di rumah."

"Hah! enggak ada di rumah gimana Ma?"

"Katanya dia kabur dari rumah,"

"Astaga! terus pernikahan ini gimana? enggak mungkin dibatalin 'kan? hanya tinggal beberapa jam lagi."

"Mama juga belum tahu, katanya nanti Bu Dina akan menelepon lagi," jawab Eva menunggu telepon dengan hati cemas. "Sebenarnya si Risa itu punya cowok, tapi orangtuanya enggak setuju kalau Risa sama cowok itu, jadi dia dijodohin sama kamu. Orangtuanya aja juga enggak menyangka bakal jadi kayak gini." Eva, Mama Zidan tiba-tiba bercerita, sementara Zidan hanya bisa menghela napas kasar seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sebenarnya dia tidak terlalu menyesali keadaan saat ini sebab memang belum ada cinta yang tumbuh di antara mereka. Mereka dijodohkan karena orangtua mereka bersahabat serta usia kedua mempelai juga tak lagi muda. Mereka hanya berkenalan singkat sebelum memutuskan untuk menikah.

*

1 jam sebelum acara dimulai, terlihat rombongan Zidan sudah lebih dulu sampai ke gedung acara. Hari ini adalah hari pernikahan Zidan, Zidan adalah seorang CEO muda sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil dan pakaian. Ia naik jabatan menjadi pimpinan perusahaan setelah menggantikan jabatan papanya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sesuai rencana awal, akad nikah dan resepsi akan dilangsungkan di ballroom hotel berbintang 5 yang terletak di pusat kota.

"Aduh, Bu Dina sekeluarga kok belum datang ya," Eva menunggu dengan cemas, memperhatikan ballroom hotel yang sudah mulai didatangi para tamu. Ia mencoba untuk menghubungi besan namun teleponnya tidak ada yang aktif. "Aduh, kok enggak aktif sih nomor hpnya."

"Sabar Ma, sebentar lagi mungkin datang," ujar Zidan menenangkan mamanya.

Tak lama kemudian rombongan Reva akhirnya datang. Bola mata Zidan bergerak pelan memperhatikan penampilan Reva yang cantik dan anggun sampai lupa berkedip. Reva tampak cantik dalam balutan outfit putih dengan rok batik. Riasan wajahnya dibuat natural sesuai dengan umurnya. Zidan akui bahwa Reva cantik, ia merasa pangling dengan gadis yang sekarang sudah berdiri tak jauh darinya itu. "Dia adiknya Risa Ma?" tanya Zidan setengah berbisik.

"Iya, itu Reva. Cantik ya," Zidan hanya diam, namun matanya terus memperhatikan Reva dari atas hingga bawah. Ia baru menyadari bila Reva akan menggantikan Risa untuk menjadi istrinya. Sebenarnya Zidan tidak terlalu mengenal adiknya Risa pasalnya mereka jarang bertemu dan berinteraksi. Jangankan dengan Reva, sama Risa saja Zidan belum terlalu kenal.

Setelah semua persiapan selesai, akad nikah pun akan segera dimulai.

Reva duduk canggung di sebelah Zidan, menundukkkan kepala, enggan melirik pria yang berada di sebelahnya. Bu Dina lalu memasangkan selendang putih ke atas kepala kedua mempelai. Mereka duduk bersebelahan di hadapan Papa Reva dan penghulu. Ada dua orang saksi juga di sana.

"Baiklah ananda Zidan, apakah kamu sudah siap?" tanya Reno, sang Papa dari Reva yang berada di hadapannya.

"InsyaAllah saya siap Pak," jawab Zidan mantap. Reva menelan ludahnya, gugup karena sebentar lagi ia akan melepas masa lajangnya. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya dia akan naik pelaminan secepat ini.

Reno selaku Papa dari Reva, mempelai wanita itu sendiri yang akan turun tangan untuk menikahkan anak bungsunya. Semua pasang mata otomatis menaruh atensi ke kedua mempelai ketika ijab qabul akan dimulai.

"Baiklah ananda Zidan, tolong jabat tangan saya." Zidan menuruti instruksi yang diperintahkan oleh Papa Reva. "Pelan-pelan saja, jangan gugup," ucap Reno, Zidan hanya mengangguk.

"Ananda Zidan Adnan Fernando bin Almarhum Brian Fernando, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri bungsu saya Reva Queen Arabella dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan logam mulia sebesar 25 gram dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Reva Queen Arabella binti Reno Hadi dengan mas kawinnya yang tersebut dibayar tunai," ucap Zidan dengan lantang dalam satu tarikan napas.

"Bagaimana? Sah?"

"Sah!"

"Alhamdulillah." Semua orang akhirnya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, memanjatkan doa kepada Sang Pencipta atas kelancaran acara akad nikah hari ini.

Semua orang berbahagia tapi tidak dengan kedua mempelai yang tampak memasang wajah datar. Mereka melaksanakan pernikahan hari ini dengan hati dan perasaan kosong, hanya agar acara pernikahan yang sudah direncanakan lama ini tidak batal saja. Namun ada beberapa tamu yang mulai berbisik-bisik pada orang di sebelahnya setelah mendengar nama mempelai wanita.

"Eh, bukannya nama mempelai wanitanya bukan itu ya? inisialnya juga R sih tapi bukan dia deh perasaan. Apa aku salah lihat namanya di undangan kemarin ya?"

"Iya, aku juga merasa aneh. Perasaan nama mempelai wanitanya itu Risa deh bukan Reva."

"Iya 'kan aneh. Apa mempelai wanitanya diganti?"

Mereka akhirnya bertatap muka setelah penghulu menyuruh untuk mencium pasangan. Dengan ragu, Reva meraih tangan Zidan lalu menciumnya. Sementara Zidan langsung mencium kening Reva singkat tanpa keraguan. Dada Reva berdebar, ini pertama kalinya ia dicium oleh seorang pria, sukses membuat pipinya bersemu. Ia berdoa dalam hatinya semoga saja pipinya tidak memerah.

"Waahh manis banget ya pasangan baru ini. Selamat atas pernikahannya Zidan Adnan Fernando dengan Reva Queen Arabella~" seru sang MC acara bersemangat namun tidak dengan kedua mempelai yang menekuk wajah dan tidak bergairah.

Bersambung

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Tricia Truss

Hanya butuh satu detik bagi dunia seseorang untuk runtuh. Inilah yang terjadi dalam kasus Hannah. Selama empat tahun, dia memberikan segalanya pada suaminya, tetapi suatu hari, pria itu berkata tanpa emosi ,"Ayo kita bercerai." Hannah menyadari bahwa semua usahanya di tahun-tahun sebelumnya sia-sia. Suaminya tidak pernah benar-benar peduli padanya. Saat dia masih memproses kata-kata mengejutkan itu, suara pria yang acuh tak acuh itu datang. "Berhentilah bersikap terkejut. Aku tidak pernah bilang aku mencintaimu. Hatiku selalu menjadi milik Eliana. Aku hanya menikahimu untuk menyingkirkan orang tuaku. Bodoh bagimu untuk berpikir sebaliknya." Hati Hannah hancur berkeping-keping saat dia menandatangani surat cerai, menandai berakhirnya masanya sebagai istri yang setia. Wanita kuat dalam dirinya segera muncul keluar. Pada saat itu, dia bersumpah untuk tidak pernah bergantung pada belas kasihan seorang pria. Auranya luar biasa saat dia memulai perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri dan mengatur takdirnya sendiri. Pada saat dia kembali, dia telah mengalami begitu banyak pertumbuhan dan sekarang benar-benar berbeda dari istri penurut yang pernah dikenal semua orang. "Apa yang kamu lakukan di sini, Hannah? Apakah ini trik terbarumu untuk menarik perhatianku?" Suami Hannah yang selalu sombong bertanya. Sebelum dia bisa membalas, seorang CEO yang mendominasi muncul entah dari mana dan menariknya ke pelukannya. Dia tersenyum padanya dan berkata dengan berani pada mantan suaminya, "Hanya sedikit perhatian, Tuan. Ini istriku tercinta. Menjauhlah!" Mantan suami Hannah tidak bisa memercayai telinganya. Dia pikir tidak ada pria yang akan menikahi mantan istrinya, tetapi wanita itu membuktikan bahwa dia salah. Dia kira wanita itu sama sekali tidak berarti. Sedikit yang dia tahu bahwa wanita itu meremehkan dirinya sendiri dan masih banyak lagi yang akan datang ....

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Mendadak Dinikahi CEO Galak Mendadak Dinikahi CEO Galak SY Romantis
“Reva Queen Arabella adalah gadis remaja yang manja baru saja lulus SMA namun disaat remaja seusianya sibuk mengurus urusan untuk masuk ke perguruan tinggi, ia malah terpaksa menikah muda, menggantikan kakak perempuannya yang kabur di hari pernikahannya. Bagai mimpi buruk yang nyata itu akhirnya ia menikah dengan seorang pria dewasa yang umurnya jauh dari dia, yang menjabat sebagai CEO di sebuah perusahaan ternama. Mereka sama-sama tidak mencintai pada awalnya dan di sanalah ide perjanjian pernikahan selama 6 bulan dicetuskan oleh Zidan Adnan Fernando, suami dari Reva dengan persetujuan kedua belah pihak. Bagaimana nasib pernikahan Zidan dan Reva? Apakah pernikahan itu hanya bertahan 6 bulan seperti yang tertulis di perjanjian? atau mereka bisa mempertahankannya dan membuat perjanjian itu tidak berlaku lagi?”
1

Bab 1 Pengantin pengganti

10/03/2025

2

Bab 2 Belum bisa menerima

10/03/2025

3

Bab 3 Perjanjian pernikahan

10/03/2025

4

Bab 4 Panggilan macam apa itu

10/03/2025

5

Bab 5 Creme Brulee Latte

10/03/2025

6

Bab 6 Risa dan Rian

10/03/2025

7

Bab 7 Asisten Rumah Tangga

10/03/2025

8

Bab 8 Hadiah dari Zidan

10/03/2025

9

Bab 9 Ciuman pertama

10/03/2025

10

Bab 10 Pesan mesra di hp Zidan

10/03/2025

11

Bab 11 Bertemu teman lama

10/03/2025

12

Bab 12 Godaan perempuan lain

19/03/2025

13

Bab 13 Hampir ketahuan

19/03/2025

14

Bab 14 Curiga

19/03/2025

15

Bab 15 Hubungan keluarga

20/03/2025

16

Bab 16 Kakak Zidan

20/03/2025

17

Bab 17 Pertemuan pertama yang tidak baik

20/03/2025

18

Bab 18 Makan siang keluarga

22/03/2025

19

Bab 19 Reva jatuh

22/03/2025

20

Bab 20 Enggak diajak

23/03/2025

21

Bab 21 Kebiasaan aneh

24/03/2025

22

Bab 22 Pengakuan Zidan

24/03/2025

23

Bab 23 Perjalanan bisnis

13/05/2025

24

Bab 24 Minta tolong

13/05/2025

25

Bab 25 Sembunyi

13/05/2025

26

Bab 26 Ulang tahun Reva

13/05/2025

27

Bab 27 Ciuman tidak sengaja

13/05/2025

28

Bab 28 Masalah hardisk

13/05/2025

29

Bab 29 Jebakan

14/05/2025

30

Bab 30 Rumah sakit

14/05/2025

31

Bab 31 Kembali ke Jakarta

14/05/2025

32

Bab 32 Ekstra perhatian

14/05/2025

33

Bab 33 Alasan Riri

15/05/2025

34

Bab 34 Cemburu

15/05/2025

35

Bab 35 Siapa itu

15/05/2025

36

Bab 36 ART baru

18/05/2025

37

Bab 37 Kembalinya mantan

18/05/2025

38

Bab 38 Istri yang baik

18/05/2025

39

Bab 39 Reva pingsan

18/05/2025

40

Bab 40 Fakta mengejutkan

18/05/2025