Luka yang Kucinta

Luka yang Kucinta

Abu Ulfah

5.0
Komentar
1.8K
Penayangan
129
Bab

Dira tidak pernah menyangka bahwa pernikahan impian yang ia bangun selama lima tahun bisa runtuh hanya dalam satu malam. Suaminya, Reza, ketahuan berselingkuh. Hatinya hancur, tapi ia memilih pergi tanpa memberi Reza kesempatan untuk menjelaskan. Tiga tahun kemudian, Dira kembali ke kota yang dulu ia tinggalkan. Kali ini bukan sebagai istri yang terluka, tetapi sebagai wanita yang lebih kuat. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Reza-pria yang kini justru terlihat lebih dingin dan penuh rahasia. Di balik tatapan dingin Reza, ada sesuatu yang belum terungkap. Rahasia yang selama ini ia pendam, yang bisa mengubah segalanya. Dira pikir ia sudah melupakan Reza, tapi semakin ia berusaha menjauh, semakin hatinya kembali terpaut. Ketika kebenaran mulai terkuak, akankah Dira tetap membenci Reza atau justru jatuh cinta untuk kedua kalinya?

Luka yang Kucinta Bab 1 Pengkhianatan

Dira menatap lilin-lilin kecil yang bergetar di atas kue cokelat yang ia bawa. Kue ini tidak mewah, hanya buatan sendiri, tapi penuh dengan cinta. Hari ini ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, dan meskipun Reza belakangan sibuk dengan pekerjaan, ia tetap ingin memberikan kejutan kecil.

Langkah kakinya ringan saat memasuki apartemen mereka. Suasananya sepi. Tidak ada suara televisi, tidak ada suara langkah kaki Reza yang biasanya menyambutnya dengan senyum hangat.

Ia mengerutkan kening. Kemana Reza?

Lampu ruang tamu mati, hanya ada seberkas cahaya samar dari kamar mereka. Jantung Dira berdebar. Mungkin Reza sudah tidur? Tapi jam baru menunjukkan pukul sembilan malam, terlalu awal bagi suaminya untuk beristirahat.

Senyumnya melebar saat membayangkan betapa terkejutnya Reza saat ia masuk dan menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara falsnya.

Namun, ketika ia melangkah lebih dekat, sesuatu yang lain menangkap perhatiannya.

Suara wanita.

Tawa kecil. Lirih. Hampir tidak terdengar, tapi cukup untuk membuat tubuh Dira menegang.

Dira mengerutkan alis. Hawa dingin tiba-tiba merayap di tengkuknya. Ia berdiri di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, napasnya terasa berat.

Dada Dira bergemuruh saat ia mengangkat tangan untuk mendorong pintu lebih lebar.

Dan di detik berikutnya, dunianya runtuh.

Di sana, di ranjang yang dulu penuh dengan cinta dan tawa, Reza sedang bersama seorang wanita.

Dira tidak bisa bernapas.

Matanya melebar, dadanya sesak, dan suara di sekelilingnya menghilang.

Kue dalam genggamannya terlepas, jatuh ke lantai dengan bunyi tumpul, lilinnya padam seketika.

Seketika itu juga, wanita di ranjang melirik ke arah Dira, wajahnya berubah panik. Reza menoleh dengan ekspresi terkejut.

"Dira..."

Hanya satu kata. Hanya namanya. Tapi cukup untuk membuat sesuatu di dalam dirinya hancur berkeping-keping.

Dira tidak bisa berkata-kata. Tenggorokannya terasa terbakar, seolah ada ribuan jarum menancap di sana. Kakinya terasa lemas, tapi ia memaksa dirinya untuk tetap berdiri.

Reza bangkit dari tempat tidur dengan cepat, mengenakan celana panjangnya, lalu berusaha mendekatinya.

"Dira, aku bisa jelaskan-"

"Jangan."

Suaranya terdengar parau, hampir seperti bisikan.

Tangannya terangkat, memberi jarak. Ia tidak ingin Reza semakin dekat. Ia bahkan tidak bisa menatapnya lebih lama.

Tapi matanya menangkap sesuatu-gaun wanita itu tergeletak di lantai.

Dada Dira terasa semakin sakit. Seolah jantungnya diremas paksa. Ini nyata. Ini bukan mimpi buruk yang bisa ia bangun dan lupakan.

Ia menggeleng pelan, berusaha menenangkan dirinya, berusaha mencari alasan. Tapi tidak ada alasan yang bisa membenarkan ini.

Dira berbalik dan melangkah keluar.

"Dira, tunggu!" Reza menarik tangannya, tapi Dira menepisnya dengan kasar.

"Aku bilang jangan sentuh aku!" suaranya pecah.

Reza terdiam. Matanya menunjukkan kepanikan, tapi Dira sudah tidak peduli. Ia berlari keluar apartemen dengan air mata yang akhirnya jatuh tanpa bisa ia hentikan.

Hujan turun dengan deras saat Dira melangkah di trotoar, tubuhnya basah kuyup. Ia tidak peduli. Ia tidak bisa peduli.

Tadi ia ingin pulang, membawa kebahagiaan untuk pernikahannya. Sekarang, ia hanya ingin berlari sejauh mungkin.

Jantungnya berdebar cepat, tapi bukan karena dinginnya hujan, melainkan rasa sakit yang menghancurkan hatinya.

Reza telah mengkhianatinya.

Pria yang ia percayai sepenuh hati. Pria yang ia cintai lebih dari siapa pun di dunia ini.

Air matanya semakin deras.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar di dalam tas. Ia tahu siapa yang menelepon tanpa perlu melihat layar.

Reza.

Dira mengabaikannya.

Tapi Reza tidak berhenti. Panggilan masuk terus muncul, satu demi satu.

Akhirnya, Dira mengeluarkan ponselnya dan menatap layar itu dengan mata penuh air mata. Tangan gemetarnya mengangkat panggilan itu, tapi ia tidak berbicara.

"Dira, kumohon... jangan pergi." Suara Reza terdengar di seberang. Serak. Lelah. "Aku bisa menjelaskan semuanya."

Dira menggigit bibirnya, mencoba menahan isakan.

"Apa yang perlu dijelaskan?" suaranya bergetar. "Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Reza."

"Tidak seperti yang kamu pikirkan."

Dira tertawa sinis, meskipun air matanya masih mengalir. "Oh ya? Jadi, aku salah lihat? Salah dengar? Salah segalanya?"

Hening.

Reza tidak bisa menjawab, dan itu semakin membuat dada Dira sakit.

Tangannya mengepal. "Lima tahun, Reza. Lima tahun aku mencintaimu, mempercayaimu. Dan kau hancurkan semuanya dalam satu malam."

Hening lagi. Hanya suara hujan yang mengisi sela-sela keheningan mereka.

Akhirnya, Dira menarik napas panjang dan menghapus air matanya dengan kasar.

"Aku sudah selesai, Reza."

Ia menekan tombol merah di ponselnya, mengakhiri panggilan.

Saat itu, sesuatu dalam dirinya juga terasa mati.

Di tempat lain, Reza menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong.

Tangannya mengepal kuat. Napasnya berat.

Lalu, ia menatap keluar jendela, menatap langit yang menangis seperti hatinya.

Suara langkah kaki membuatnya menoleh. Wanita tadi berdiri di ambang pintu, wajahnya dipenuhi rasa bersalah.

"Reza, aku-"

"Keluar," suara Reza dingin.

"Tapi aku ingin-"

"Keluar." Kali ini lebih tajam, lebih menusuk.

Wanita itu menggigit bibirnya, lalu mengambil gaunnya dan bergegas pergi.

Saat pintu tertutup, Reza duduk di tepi ranjang, menatap tangannya yang gemetar.

Lalu, ia berbisik pelan, hampir tidak terdengar.

"Maafkan aku, Dira..."

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Luka yang Kucinta Luka yang Kucinta Abu Ulfah Romantis
“Dira tidak pernah menyangka bahwa pernikahan impian yang ia bangun selama lima tahun bisa runtuh hanya dalam satu malam. Suaminya, Reza, ketahuan berselingkuh. Hatinya hancur, tapi ia memilih pergi tanpa memberi Reza kesempatan untuk menjelaskan. Tiga tahun kemudian, Dira kembali ke kota yang dulu ia tinggalkan. Kali ini bukan sebagai istri yang terluka, tetapi sebagai wanita yang lebih kuat. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Reza-pria yang kini justru terlihat lebih dingin dan penuh rahasia. Di balik tatapan dingin Reza, ada sesuatu yang belum terungkap. Rahasia yang selama ini ia pendam, yang bisa mengubah segalanya. Dira pikir ia sudah melupakan Reza, tapi semakin ia berusaha menjauh, semakin hatinya kembali terpaut. Ketika kebenaran mulai terkuak, akankah Dira tetap membenci Reza atau justru jatuh cinta untuk kedua kalinya?”
1

Bab 1 Pengkhianatan

04/03/2025

2

Bab 2 3 Tahun Kemudian

04/03/2025

3

Bab 3 Dingin dan Berbahaya

04/03/2025

4

Bab 4 Belum Terungkap

04/03/2025

5

Bab 5 Menggali Kebanaran

04/03/2025

6

Bab 6 Luka

04/03/2025

7

Bab 7 Kebenaran

04/03/2025

8

Bab 8 Pertaruhan Cinta

04/03/2025

9

Bab 9 Harapan

04/03/2025

10

Bab 10 Antara Hidup dan Mati

04/03/2025

11

Bab 11 Tanpa Suara

04/03/2025

12

Bab 12 Pengorbanan

04/03/2025

13

Bab 13 Panik

04/03/2025

14

Bab 14 Perpisahan

04/03/2025

15

Bab 15 Surat

04/03/2025

16

Bab 16 Masa Lalu

05/03/2025

17

Bab 17 Misteri Surat

05/03/2025

18

Bab 18 Penyelidikan

05/03/2025

19

Bab 19 Tersembunyi

05/03/2025

20

Bab 20 Keputusan

05/03/2025

21

Bab 21 Bahaya

05/03/2025

22

Bab 22 Konspirasi

05/03/2025

23

Bab 23 Rahasia

05/03/2025

24

Bab 24 Penyusupan

05/03/2025

25

Bab 25 Terjebak

05/03/2025

26

Bab 26 Ketakutan

05/03/2025

27

Bab 27 Berbahaya

05/03/2025

28

Bab 28 Terungkap

05/03/2025

29

Bab 29 Runtuh

05/03/2025

30

Bab 30 Menunggu

05/03/2025

31

Bab 31 Hening

05/03/2025

32

Bab 32 Lari

05/03/2025

33

Bab 33 Masa Lalu

03/04/2025

34

Bab 34 Damian

04/04/2025

35

Bab 35 Bahagia

05/04/2025

36

Bab 36 Ketika Hati Bicara

05/04/2025

37

Bab 37 Foto Lama

06/04/2025

38

Bab 38 Rahasia

07/04/2025

39

Bab 39 Berubah

08/04/2025

40

Bab 40 Runtuh

08/04/2025