Kosan Satu Nusa

Kosan Satu Nusa

daki.kodok

5.0
Komentar
628
Penayangan
35
Bab

Kosan ini hanya kosan sederhana yang dihuni oleh mahasiswa rantauan. Namun banyak kisah yang sudah terukir di kosan ini.

Kosan Satu Nusa Bab 1 Siapa saja mereka

Emang Siapa aja sih yang ada di kosannya Mbak Taeyeon?

Katanya Isinya Dari Sabang sampai Merauke ? Bermacam macam Ras? Suku? Agama? Bahasa?

Orangnya Ganteng sama Cantik?

Ada yang Baik? Pinter? Dingin? Penyabar? Pemarah? Bahkan Bobrok?

Emang bisa hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan?

Dari Pada Penasaran, Mending Kenalan Yuk sama orang orangnya:)

●Ahmad Wonwoo Fauzi

~ Mahasiswa Jurusan Kimia

~ Asli Dari Lombok

~ Dingin Kek Kulkas

~ Selalu Solat tepat Waktu

~ Katanya nggak mau pacaran, mau fokus sama kuliahnya.

●Hanbin Pratama Marini

~Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum

~Dari Semarang

~Bobrok por laip

~Kadang malas ke gereja, tapi ditarik Daniel

~Playboy gegara yang ditaksir nggak peka

●Gabriel Daniel Samuel

~Mahasiswa jurusan manajemen

~Anak Medan

~Rajin ke gereja

~Temen Bobroknya Hanbin

~Naksir Seje, Tapi mereka beda

●Hoshi Saputra Husein

~Mahasiswa Jurusan Geografi

~Asli dari Pontianak

~Kalo mau solat diteriakin dulu sama Wonwoo

~Bobrok banget sama kayak Daniel Hanbin

~Nge ser ser Chungha

●When Junhui

~Mahasiswa Jurusan Biologi

~Blasteran Samarinda-Guangdon

~Kalo Tahun baru Cina, Rajin traktirin temen sekosan

~Kadang Bobrok kadang kalem

~Naksir Cewe yang dari bali

●Tendry Jonathan Petto

~Mahasiswa Jurusan sastra inggris

~Made in Manado

~Sering ke Gereja bareng Daniel

~Agak alemong:v

~Dia sendiri nggak tau dia naksir siapa

●Aditya Doyoung Asghar

~Mahasiswa Jurusan Sastra indonesia

~Dari Yogyakarta

~Rajin Solat juga kayak Wonwoo

~Kalo depan keluarganya sama cewe sekosan ngomongnya Halus, kalo sama cowo sekosan hobi ngeGas

~Naksir Cewe, tapi nggak tau siapa

●Chandra Kyungi Alfian

~Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro

~Dari Banten

~Kalo Yang ini Jailnya minta ampun

~Walaupun Jail, tapi kalo solat nggak diteriakin teriakin kayak Hoshi sama Zelo.

~Suka Zoya, Suka Jailin maksudnya.

●Zulfikar Zelo Zikri

~Mahasiswa Jurusan pend. olahraga

~Orang Surabaya

~Sama kayak Hoshi, kalo mau solat diteriakin dulu

~Suka Kesel sama Hanbin Hosni Daniel yang berisik

~Tertarik sama Hayoung kayaknya

●Yerina Yuvianka Yuzi

~Mahasiswa Jurusan Psikolog

~Asli Dari Bandung

~Rajin Solat juga, tapi kadang males

~Always Bacot, soalnya nggak suka kotor jadi kalo ada yang berantakan mulai dah dia ngebacot.

~Suka sama yang sering jadi imam pas solat berjamaah

●Jeniffer Jane Jennie

~Mahasiswa Jurusan PGPAUD

~Anak Ibu Kota

~Ibadahnya Pagi, kalo Daniel, Ten, sama Hanbin biasanya Sore

~Banyak yang heran, muka sangar tapi mau jadi guru TK

~Bukannya nggak peka, tapi nggak mau kegeeran aja

●Sejeong Putri Djanggola

~Mahasiswa Jurusan Matematika

~Orang Palu

~Rajin Solat juga, cuman sering lupa jadi kadang minta diingetin

~Kalo telponan sama temennya di palu, kadang dikira berantem soalnya bahasanya kayak ngeGas gitu padahal enggak

~Nyadar kalo Daniel Naksir dia, cuma yaa gitu, mereka beda.

●Mega Chungha Azira

~Mahasiswa Jurusan Kehutanan

~Dari Riau

~Sama Kayak sejeong, suka lupa solat terus minta diingetin

~Kadang kesel sama Hoshi, soalnya suka teriak teriak

●Ni Putu Sanaya

~Mahasiswa Jurusan Fisika

~Asli bali tapi papanya punya kakek di jepang

~Kalo mau ibadah, Sering minta anterin Jun

~Pada Heran sama sana, ngafalin rumus Fisika bisa. tapi sehari harinya lemot.

~Suka seneng kalo deket - deket ama jun

●Ratu Monika Angelika

~Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi

~Dari Ambon

~Kalo ke Gereja suka bareng Jennie atau nggak bareng Daniel Hanbin Ten

~Kadang Lemot, kadang juga enggak

~Masih gagal move on sama mantannya yang di ambon

●Ananda Yujini Devianti~

~Mahasiswa Kedokteran

~Asli Makassar

~Rajin Solat sama Rajin ngingetin Sejeong Chungha buat solat

~Pada suka denger Yujin ngomong, halus soalnya

~Perasaannya masih bikin binggung

●Zoya Anisa Salsabila

~Mahasiswa Jurusan Politik

~Dari Jambi

~Suka lupa solat dia, sama kayak Sejeong Chungha

~Hobinya Make up

~Suka kesel sama Changkyun yang jail

●Cut Hayoung Andini

~Mahasiswa Jurusan PKN

~Dari Aceh

~Rajin Solat

~Udah kayak Ibu dikosan, suka ngomel tapi nggak tegaan

~Masih nggak suka siapa siapa sekarang

●Mbak Taeyeon

~Yang Punya Kosan

~ Janda 34 tahun

~ Ditinggal Mati sama Suaminya

~ Jadi Janda pas usianya masih 28 tahun, dan ngga nikah lagi sampe sekarang karna pengen setia sama Almarhum suaminya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh daki.kodok

Selebihnya

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku