Amarah Dan Cinta

Amarah Dan Cinta

Yellowflies

5.0
Komentar
1.2K
Penayangan
35
Bab

Mencintai seorang Devan bagi Yasnina adalah sebuah anugerah, namun perasaannya bertepuk sebelah tangan. Hati Yasnina hancur tatkala mendengar kabar pernikahan Devan. Kemarahan akhirnya membuat Yasnina nekad menjebak Devan dalam hubungan satu malam sehari sebelum pernikahan pria itu. Apakah dengan begitu Yasnina akan mendapatkan cinta dari Devan? Atau membuatnya kian jauh dari pria itu?

Amarah Dan Cinta Bab 1 Dosa

Silau cahaya matahari membangunkan Devan dari lelapnya. Kepalanya terasa pusing sampai-sampai tangannya terangkat memijat keningnya. Pengar masih terasa dari sisa-sisa alkohol semalam. Seketika Devan terlonjak kaget tatkala menyadari dimana dirinya sekarang berada. Pikirannya kalut bukan main melihat seorang wanita yang masih terlelap di sisinya. Sedikit ingatan semalam berkelebat dalam benaknya. Nafasnya naik turun akibat sesak yang kini menderanya.

Tubuh tanpa helai kain itu gemetar ketika dibawa turun dari ranjang. Sempoyongan memunguti pakaiannya yang berserakan, lalu mengenakannya dengan terburu-buru. Apa yang terjadi semalam bukanlah sesuatu yang Devan inginkan. Hatinya bukan lagi sesak, namun sakit menderanya. Devan tersentak ketika suara wanita yang semalam tidur dengannya terdengar.

"Masih pagi, Van."

Perasaan yang kacau, amarah yang menggebu membuat Devan nyalang menatap wanita itu. "Demi Tuhan, Yas! Kenapa kamu menjebak aku seperti ini?"

Yasnina turun dari tempat tidurnya hingga membuat Devan memalingkan wajahnya. Yasnina terkekeh sambil menyambar baju yang dilempar asal semalam. "Ini enggak akan terjadi kalau kamu sekali saja kasih aku kesempatan."

"Harus aku bilang berapa kali cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksakan."

Jawaban Devan membuat Yasnina murka. Dia mendekati pria itu. "Kurang apa aku selama ini? Kita kenal dari SMP, tapi kamu selalu memilih perempuan lain, lalu tiba-tiba kamu bilang ingin hijrah dan serius dengan satu gadis. Selama itu kamu enggak mikirin perasaan aku, Van."

"Cara kamu tetap salah! Kamu sudah membuat aku berzina!"

"Bukannya kamu selama ini juga sudah beberapa kali berpacaran, pasti sudah pernah dong?"

"Demi Tuhan! Aku tidak pernah melakukan hal menjijikan seperti semalam!"

Yasmine hanya tersenyum. Dia melangkah mengambil rokok di atas meja, lalu duduk dengan menopang satu kakinya di atas kaki lainnya. "Aku enggak masalah kamu mau pacaran dengan siapapun, atau kamu hijrah, tapi mendengar kamu akan menikah itu membuatku kacau. Aku enggak bisa membiarkan wanita lain memiliki kamu."

Devan geram bukan main. Yasnina yang sekarang dihadapinya bukan lagi gadis lugu yang pernah dia kenal dahulu. Yasnina sangat asing baginya. "Awalnya aku ingin meminta maaf dengan tulus, tapi setelah kejadian ini rasanya aku pikir tak perlu lagi minta maaf. Aku kecewa atas tindakanmu."

"Tapi kamu menikmatinya, Sayang."

"Menjijikan!" saat Devan hendak keluar, pria itu dibuat kesal karena kamar tersebut terkunci. Membuat Devan kembali menatap Yasnina. "Buka pintunya."

"Kamu benar-benar enggak bisa melihat aku sebagai wanita yang mencintaimu, Van?"

"Bukan cinta kalau menjerumuskan seperti ini. Itu obsesi!"

Yasnina mematikan rokoknya, menekan puntungnya di atas asbak kaca. "Aku pernah meminta baik-baik, aku menunggu kamu dari SMP sampai sekarang, lalu kamu? sekalipun enggak pernah menganggap perasaanku. Aku temani kamu dari susah sampai kamu punya kedudukan, tapi kenapa kamu harus menikah dengan wanita lain! Kenapa enggak lihat aku!"

Kuat suara teriakan Yasnina terasa menggema di dalam kamar. Mata wanita itu berkaca-kaca menatap Devan. Hatinya terasa perih ketika mendengar kabar pernikahan Devan. Dunianya runtuh seolah-olah tak pernah ada lagi harapan untuknya bisa memiliki Devan.

Kembali Yasnina berkata. "Aku yang selama ini di sisi kamu. Aku enggak pernah pergi bahkan saat kamu berada dalam kondisi terburuk. Waktu kamu bilang kamu mau hijrah, aku senang mendengarnya. Aku enggak masalah waktu kamu ambil jarak dari aku dengan alasan hijrah, tapi.... Aku enggak terima ketika kamu bilang akan menikah dengan wanita lain."

Mungkin ini adalah untuk yang kedua kalinya Devan melihat Yasnina menangis. Wanita di hadapannya itu selama ini selalu tegar tersenyum, sekuat tenaga tak terlihat lemah di mata siapapun termasuk dirinya.

"Yas..."

"Kamu bilang kamu enggak mencintaiku, apa sekarang kamu mencintai calon istrimu? Kamu ta'aruf, kan dengannya? Kenapa kamu mau menikah dengan wanita yang enggak kamu kenal sebelumnya? Kenapa enggak dengan aku? Kalau perihal cinta enggak cinta, seharusnya kamu bisa kan belajar mencintai aku seperti kamu yang belajar mencintai calon istrimu itu?"

Devan bungkam untuk sesaat, sebelum akhirnya memilih menghentikan perdebatan mereka ketika matanya melihat kunci kamar di atas meja rias. "Tolong jangan beritahu siapapun atas apa yang terjadi semalam di antara kita."

"Kalau aku hamil?"

Langkah Devan berhenti. Tak menjawab pria itu memilih membuka kuncinya dan pergi begitu saja meninggalkan Yasnina yang terduduk lesu menangis. Dia meraung karena lagi-lagi perasaannya diabaikan.

***

Devan duduk dalam hening di dalam mobilnya. Belum mau melangkah keluar menghadapi keluarganya yang sekarang tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya besok dengan wanita baik-baik yang dikenalnya secara ta'aruf. Sudah jauh melangkah dengan Saskia, terlalu mustahil dibatalkan meski kesalahannya semalam sangatlah fatal. Seharusnya Devan tak menerima tawaran pesta bujang yang diadakan kawan-kawannya, sedangkan dia tahu bahwa itu bukan ajaran agamanya, namun dengan dalih menghormati dan menghargai kawannya Devan akhirnya tetap datang.

Sekarang Devan mengerti mengapa sepasang calon pengantin harus dipingit. Bukan serta-merta sebuah adat, namun juga untuk melindungi keduanya dari hal-hal buruk yang bisa saja terjadi seperti semalam. Devan menyesal karena tak mendengarkan apa yang dikatakan mamanya. Dosanya sekarang bertambah-tambah meninggalkan sesak di dadanya. Devan menangis dengan bahu bergetar hebat. Sakit bukan main rupanya mengkhianati Tuhannya sendiri, dan juga calon istrinya. Sungguh bukan ini yang Devan harapkan dari hijrahnya selama ini..

Tok! Tok!

Kaca mobilnya diketuk menyadarkan Devan. Segera dia menghapus air matanya. Dilihatnya sang adik di luar. "Ada apa, Tha?"

"Abang enggak mau turun? Disuruh mama makan tuh!"

"Iya."

Devan keluar dari mobilnya. Dia mengusap puncak kepala Agatha dengan sayang. "Semuanya sudah siap?"

"Ya sudah dong. Lagian Abang aneh-aneh aja, calon pengantin kok keluyuran. Nenek sama eyang marah-marah tuh! Nyerocos aja dari semalam! Mama sama papa diomelin tuh sama dua-duanya!"

"Sama kayak kamu nyerocos aja."

"Ish! Dikasih tahu juga malah ngeledek," Agatha yang kesal memilih segera berlalu dari sisi kakaknya itu. "Ayam gorengnya buat aku semua ya, Bang!" serunya kemudian ketika dekat dengan pintu masuk.

Devan tersenyum kecil melihat tingkah adik perempuannya. Jilbab lebar yang dikenakannya tidak serta-merta membuat Agatha menjadi anggun, ya setidaknya di luar rumah Agatha masih bisa menjaga sikapnya. Saat Devan masuk semua orang di dalam memandangnya. Terutama nenek dan eyangnya. Sarjita-mamanya menyongsong kedatangan Devan.

"Katanya enggak pakai nginap? Katanya sebentar, ini apa? Kenapa kamu baru pulang sekarang?"

"Maaf, Devan ketiduran di rumah Jeffano."

"Temen kamu yang kayak preman itu?" tanya nenek dari tempatnya.

Devan melihat wanita berkebaya merah itu dengan senyum. "Nenek masih aja enggak suka sama Jeff."

"Jelas saja, diakan yang dulu suka ngajakin kamu bolos sekolah? Berteman itu jangan sama begundal, enggak beres nanti hidup kamu."

Membicarakan Jeffano membuat pikiran Devan tertuju pada temannya itu. Jeffano adalah yang paling ingin mengadakan pesta bujang, dan memaksanya. "Mah, Devan ke kamar dulu ya. Mau istirahat."

"Iya, tapi habis dzuhur bangun ya. Kita mau pengajian."

"Iya."

Segera Devan memasuki kamarnya. Dia harus bicara dengan Jeffano, harus tahu pula siapa yang terlibat semalam hingga dirinya berakhir tidur dengan Yasnina.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Yellowflies

Selebihnya

Buku serupa

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Juliana
5.0

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Amarah Dan Cinta Amarah Dan Cinta Yellowflies Modern
“Mencintai seorang Devan bagi Yasnina adalah sebuah anugerah, namun perasaannya bertepuk sebelah tangan. Hati Yasnina hancur tatkala mendengar kabar pernikahan Devan. Kemarahan akhirnya membuat Yasnina nekad menjebak Devan dalam hubungan satu malam sehari sebelum pernikahan pria itu. Apakah dengan begitu Yasnina akan mendapatkan cinta dari Devan? Atau membuatnya kian jauh dari pria itu?”
1

Bab 1 Dosa

08/04/2024

2

Bab 2 Pelik

08/04/2024

3

Bab 3 Pernikahan

08/04/2024

4

Bab 4 Cara Bermain

08/04/2024

5

Bab 5 Murka

08/04/2024

6

Bab 6 Tuduhan

08/04/2024

7

Bab 7 Bertemu

08/04/2024

8

Bab 8 Menghindari

08/04/2024

9

Bab 9 Ada Apa

08/04/2024

10

Bab 10 Menghormati

08/04/2024

11

Bab 11 Bertengkar

24/04/2024

12

Bab 12 Tak Mau Kalah

24/04/2024

13

Bab 13 Hati Yang Terluka

24/04/2024

14

Bab 14 Masa Lalu

24/04/2024

15

Bab 15 Kemarahan Yasnina

24/04/2024

16

Bab 16 Sakit Itu Nyata

24/04/2024

17

Bab 17 Melanjutkan Hidup

24/04/2024

18

Bab 18 Kabar

24/04/2024

19

Bab 19 Bicara Bersama

24/04/2024

20

Bab 20 Tanpa Bicara

24/04/2024

21

Bab 21 Gundah Gulana

24/04/2024

22

Bab 22 Salah Ucap

24/04/2024

23

Bab 23 Permintaan

24/04/2024

24

Bab 24 Rencana Perjanjian

24/04/2024

25

Bab 25 Memperkenalkan

24/04/2024

26

Bab 26 Ketahuan

24/04/2024

27

Bab 27 Berdarah-darah

24/04/2024

28

Bab 28 Kerinduan

24/04/2024

29

Bab 29 Pertanyaan

24/04/2024

30

Bab 30 Penerimaan

24/04/2024

31

Bab 31 Sisi Buruk

24/04/2024

32

Bab 32 Pengakuan

24/04/2024

33

Bab 33 Berkumpul

24/04/2024

34

Bab 34 Menyentuh Hati

24/04/2024

35

Bab 35 Bertahan

24/04/2024