5.0
Komentar
530
Penayangan
62
Bab

Aaron Elang Cyane selalu berpikir, sepulangnya ia dari latihan panjang selama 3 tahun, ia akan menjadi lebih kuat dan bisa melindungi rekan satu tim sekaligus sahabat masa kecilnya saat dalam misi, tetapi nyatanya saat ia kembali ke Konegade, Guinevere Abigail belum juga kembali dari latihannya. Lalu ada kabar yang berembus bahwa organisasi gelap bernama Twilight Fantasy sedang memburu para daemon berdarah murni, bahkan temannya; Aurora Bernett termasuk salah satu yang sudah ditangkap oleh organisasi itu. Dan lagi perasaannya pada satu-satunya gadis yang selalu memandang ke arahnya; Aleasha Brunella Aoi, yang merupakan sepupu dari rivalnya; Vector Naresh Aoi. Yang tidak diketahui oleh Elang adalah perasaan terdalamnya dan rencana busuk dari musuh dalam selimut yang melibatkan dongeng tak masuk akal, tapi begitu nyata di depan matanya. Tentang Elang, takdir tidak terduga, langkah-langkah kecil, dan pilihan-pilihan sulit. Karena takdir itu, seperti kotak Pandora.

Bab 1 Konegade

Konegade, salah satu dari kelima kerajaan besar yang berkuasa di zaman itu. Bisa dibilang Konegade adalah negeri paling makmur di mana rakyatnya yang terdiri dari ras manusia, altergo, dan juga daemon dapat hidup berdampingan. Tidak seperti empat kerajaan lainnya yang masih sering terjadi cekcok antar ras. Pemimpin Konegade yang sekarang adalah raja ke empat yang dipilih oleh rakyat, yaitu Maeth Elgar Cyane seorang dari ras altergo yang memiliki rambut pirang dan bermata biru.

Istrinya adalah seorang daemon berdarah murni yang kini betugas membantu orangtua Elgar di rumah sakit, ialah Ulucia Karina dan keturunan mereka juga merupakan daemon berdarah murni, yaitu Aaron Elang Cyane.

Jika ditelusuri lebih lanjut sebenarnya di dunia ini bukan hanya ada ras manusia, altergo, dan daemon saja, tapi ada sebuah ras yang telah ditutup informasinya dan orang-orang di zaman ini hanya menganggapnya sebagai mitos, yaitu ras nephilim. Mereka semua sama-sama manusia, hanya ras mereka saja yang berbeda. Altergo adalah seorang manusia biasa yang memiliki alter ego yang merupakan kekuatan dari manusia itu sendiri, walau kadang kala ras altergo tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri dan bisa saja membahayakan orang lain. Ras daemon adalah keturunan dari iblis yang berhubungan dengan manusia, sedangkan ras nephilim adalah keturunan dari archangel; malaikat utama di surga. Konon ras nephilim bisa mengontrol kekuatan demon beast yang hanya dimiliki oleh daemon berdarah murni, tapi bukan hanya itu, seseorang yang membunuh seorang nephilim dan meminum darahnya akan mendapatkan kekuatan yang sangat besar.

Berdasar pada perkataan kuno itulah, kini seorang pria dewasa tengah berdiri angkuh di tengah sebuah ruangan. Ruangan itu begitu temaram dengan sebuah lilin kecil yang berpendar lembut di tengah-tengahnya. Sorot lembut bulan purnama ikut mengintip aktivitas dalam ruangan itu. Pria itu tidak sendiri di sana, ia tengah bersama putrinya yang masih berusia lima tahun, sang putri duduk bersimpuh di hadapannya dengan patuh.

"Kau tahu kan apa alasanku memanggilmu kemari?" tanya si pria dewasa dengan suara tegas.

"I-iya Ayahanda, a-aku paham," jawab si gadis yang tampak gugup sekaligus takut pada ayahnya sendiri.

"Kau tidak bisa menggunakan Indigo meskipun kau adalah pewaris tunggal Klan Aoi," jelas sang ayah lebih kepada dirinya sendiri. Klan Aoi merupakan satu dari tiga klan terkuat di Konegade dengan kekuatan mata yang bisa menembus letak titik-titik syaraf manusia. Kekuatan mata itu yang disebut sebagai Indigo.

"Ma-maafkan aku Ayahanda." Gadis berambut pendek itu makin mrnunduk dalam, dari usia sedini itu, ia sudah harus memikul beban menjadi pewaris tunggal yang cacat.

"Tidak, ini tidak bisa dihindari, kau sakit saat masih kecil hingga kau tidak bisa menggunakan Indigo-mu." Hidari Aoi yang merupakan Kepala Klan Aoi menghela napas lelah. "Aoi adalah klan terkuat di Konegade selain Abigail dan Cyane, dengan kau yang tidak bisa menggunakan Indigo, aku tidak ingin klan kita dianggap remeh, dan karena kau adalah pewaris tunggal, maka aku sudah melakukan segala cara agar kau mendapatkan kekuatanmu kembali."

"Su-sungguh, Ayahanda?" Mata lavender gadis kecil itu tampak berbinar senang saat menatap ayahnya yang kini mengangguk dan tersenyum ke arahnya.

"Kemarilah, Aleasha." Hidari melambai lembut pada putri kecilnya. Sang putri pun menuruti permintaan ayahnya dengan senyum yang terpasang di bibir mungilnya.

Dan dengan itu Aleasha duduk di dekat ayahnya yang berdiri. Hidari tampak merapalkan mantra sebelum menempelkan tangan kanannya pada punggung Aleasha. Rasa panas menjalari tubuh Aleasha, tapi gadis kecil itu tampak menahannya dengan menggigit bibir sampai rasa panas itu menghilang begitu tangan ayahnya tak lagi menempel di punggungnya.

"Dengar Aleasha, saat usiamu memasuki 17 tahun, kau harus membunuh seorang nephilim dan meminum darahnya, agar kau mendapatkan kekuatan besar untuk memimpin klan Aoi. Aku sudah memasang sebuah mantra pada tubuhmu, takdir akan menuntunmu pada nephilim yang harus kau bunuh dan jika kau tidak membunuh dan meminum darah nephilim itu, maka mantra ini yang akan menyakitimu dari dalam. Kau mengerti Aleasha?"

"A-aku mengerti Ayahanda."

"Bagus."

Hidari mengacak rambut Aleasha penuh sayang sebelum pergi meninggalkan putrinya bersama keheningan panjang yang terasa membingungkan.

***

Malam itu angin berembus aneh seperti menuturkan pertanda di malam bulan purnama. Udara terasa lebih dingin dari hari-hari biasanya. Bulan purnama turut menimbulkan kesan janggal yang tidak menyamankan. Kesunyian aneh itu seperti membangkitkan kutukan atas kematian wakil pemimpin serakah sebelum raja keempat diangkat.

Di sebuah rumah sederhana sosok bersurai cokelat panjang dengan kimono putih tampak tengah memejamkan mata. Alis lebatnya yang tertata rapi mendadak menukik tidak suka, seperti ada sesuatu yang mengganggunya. Perlahan kelopak mata berwarna putih itu membuka, menampakan sepasang mata cokelat madu miliknya. Ditelisiknya wajah bocah lima tahun yang tengah lelap dengan tidak nyaman, karena angin dingin yang terus masuk melalui celah pagar rumahnya.

"Merepotkan sekali harus menjaga bocah sepertimu sepanjang waktu." Perempuan itu mengepakkan sepasang sayap putihnya untuk kemudian memeluk bocah kecil itu. "Ibumu telah membawamu terikat pada demon beast dan juga tempat ini. Tapi jika aku boleh jujur, sebenarnya tempat ini bukanlah tempat yang aman untuk bocah lemah sepertimu."

Angin kembali berembus, membawa memori lampau tentang kematian seorang perempuan yang baru saja melahirkan bayi merah yang terlampau kecil untuk bisa dibayangkan dapat tumbuh dengan baik. Perempuan bersayap itu tersentak dari memori lamanya saat desir angin yang berembus ringan justru menguarkan perasaan yang sama, seperti lima tahun lalu saat keserakahan manusia harus merenggut salah seorang penjaga keseimbangan dunia.

"Tidak lagi, kuharap ini bukan pertanda buruk." Perempuan itu kembali menelisik wajah bocah yang ia peluk dengan sayapnya. "Dia yang sangat kuat pun tidak mampu menghalau keserakahan manusia, apalagi bocah lemah sepertimu. Jika boleh, aku ingin membawamu pergi jauh ke dunia paling aman yang bisa kuberikan untukmu."

"Itu tidak akan pernah terjadi Mikaila." Perempuan itu menoleh pada suara berat yang tiba-tiba ada di belakangnya. Suara yang sangat ia hapal di luar kepala, suara separuh dari dirinya; Nathaniel. "Aku tahu, sebagai seorang archangel, kau pasti ingin menjaga nephilim-mu dengan baik, bahkan jika harus memberikan nyawamu, itu akan kau lakukan. Tapi satu hal yang harus selalu kau ingat, sekuat apa pun archangel melindungi nephilim, nephilim tetap akan terikat takdir archangel yang membawanya pada keselarasan sembilan demon beast, dengan kata lain, takdir archangel akan selalu membawa nephilim dekat dengan bahaya."

"Aku mengerti tentang semua yang kau ucapkan, Yang Mulia Archangel. Aku akan melakukan tugasku sebaik yang kubisa."

"Bagus Archangelku Sayang, sebaiknya kau tidak macam-macam. Aku tidak ingin melenyapkanmu."

Dan kecupan Nathaniel di dahi Mikaila memulai kelindan benang kusut yang tercipta dari takdir archangel dan keserakahan manusia atas godaan iblis.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Nervin Dirgantara

Selebihnya

Buku serupa

MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Evie Yuzuma
5.0

“Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. “Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** “Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi. “T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung. “Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan. “Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. “Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?

Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

kodav
5.0

WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku