JEJAK CINTA DI SISIKU

JEJAK CINTA DI SISIKU

Aksara Nada Jingga

5.0
Komentar
587
Penayangan
27
Bab

Anindita masuk ke dalam kehidupan yang sama sekali baru bagi dirinya, ia mengenal Zack dan jatuh cinta, setelah beberapa waktu tidak mendapat kabar dari lelaki yang dicintainya kemudian Anindita berusaha mencari tahu keberadaan Zack meski di luar jangkauannya. Dari perjalanan mencari Zack, Anindita justeru bertemu Dirgantara yang melindunginya seperti seorang malaikat dan menawarkan hati yang penuh jejak seorang perempuan paling istimewa dalam hidupnya, mendiang isterinya yang meninggal karena terbunuh dalam suatu peristiwa tragis. Di suatu persimpangan jalan, Anindita mulai goyah. Saat hatinya mulai melirik Dirgantara, ia bertemu kembali dengan cinta lamanya yang misterius. Jalan cerita kehidupan menguak kembali benang kisah antara Zack, Dirgantara dan mendiang isterinya di masa lalu. Siapakah lelaki yang kemudian akan terpilih untuk mengisi hati Anindita dengan cinta?

JEJAK CINTA DI SISIKU Bab 1 Cinta Pertama

Anindita terpaksa menemani Mega ke Lapas untuk membesuk Hosen. Mereka bertiga berteman dekat sejak kecil, jadi Anindita tak bisa menolak saat Mega merengek meminta Anindita pergi bersamanya membesuk Hosen yang sudah dua tahun ini berpacaran dengan Mega.

"Hubungan kalian terlalu rumit. Kau masih saja membela Hosen yang tak bisa berhenti jadi pemakai narkoba. Kalau saja kalian berdua bukan sahabatku sejak masih memakai popok mungkin aku memilih untuk membiarkanmu pergi sendiri." Anindita bersungut-sungut sembari membawa dua kantong belanjaan berisi berbagai pesanan Hosen yang harus dibawa oleh Mega dan Anindita.

"Siapa tahu dengan perhatian dari kita berdua, pacar dan sahabat kesayangannya ini nanti setelah bebas dari penjara maka si Hosen akan berhenti jadi pemakai narkoba." Mega menenangkan Anindita.

"Kau ini selalu membelanya. Kalau nanti dia justeru jadi pengedar bagaimana? Kau masih akan membelanya sampai ke langit biru?" Anindita mulai hampir meledak.

"Sudah.. tenangkan dirimu. Aku akan membawa barang-barangnya. Berat ya?" Mega mengambil alih kantong belanjaan berisi kebutuhan yang dipesan Hosen dari kedua tangan Anindita.

Kedua gadis itu memasuki Lapas yang dijaga ketat oleh sipir bertampang sangar. Anindita merasa risih harus melewati penjagaan yang sangat ketat, wajah kesalnya membuat Mega menahan tawa. Setelah melewati dua pintu penjagaan, di mana mereka digeledah dengan sopan dan barang bawaan mereka pun diperiksa dengan begitu teliti maka tibalah Anindita dan Mega di sebuah ruangan tempat mereka bisa bertemu dengan narapidana yang akan dibesuk.

Hosen terlihat sumringah saat berjalan mendekati Mega dan Anindita. Seorang lelaki ikut bersama Hosen di belakangnya mengenakan pakaian berwarna biru cerah dengan tulisan di punggungnya 'warga binaan'. Hosen memperkenalkan lelaki itu kepada Mega dan Anindita.

"Ini Zack, teman satu kamarku. Dia berasal dari Bogor, jadi jarang dibesuk keluarganya makanya aku bawa kemari biar ikut ngerasain dibesuk." Hosen nyengir sambil memeriksa barang bawaan Mega.

"Aku bawakan handuk dan sikat gigi baru. Kalau beli di sini kan lebih mahal. Juga ada rendang buatan ibuku. bisa dibagi-bagi untuk teman sekamarmu." Mega dan Hosen memeriksa barang bawaan bersama-sama.

"Namaku Anindita. Teman Hosen dan Mega." Anindita berinisiatif memperkenalkan dirinya pada Zack.

"Iya aku tahu. Hosen selalu menceritakan tentang kalian berdua." Zack tersenyum kepada Anindita, ada lesung pipi di kedua belah pipinya yang membuatnya terlihat sangat manis.

"Dia titip salam beberapa kali buat kamu Nin, katanya terakhir kamu ke sini dua Minggu lalu dia lihat kamu dari jauh. Aku sih gak yakin kalau dia beneran naksir kamu makanya gak aku sampaikan salamnya. Mana ada sih cowok naksir cewek jutek bin judes kayak Anindita." Hosen menggoda Anindita yang tersipu malu di hadapan Zack yang baru ia kenal.

"Jadi kamu sendirian di sini Zack? Kasus narkoba juga ya? Kok bisa ketangkap di sini?" Mega bertanya pada Zack penuh penasaran.

"Panjang ceritanya. Yah namanya juga pertemuan hidup. Kalau kata orang penjara mah, yang masuk penjara pasti udah ada janjinya jauh sebelum kita lahir. Jadi menghindar seperti apa pun ya pasti masuk juga." Zack berusaha mengelak untuk menceritakan kisahnya.

Hosen mencoba mencairkan suasana dengan banyolannya yang selalu dibalas Anindita dengan nasihat dan ceramah panjang lebar. Anindita begitu perduli pada Hosen dan Mega. Ia sangat ingin agar Hosen menyadari kesalahannya dan berhenti menggunakan narkoba.

"Nanti setelah bebas mending kalian nikah aja deh. Kamu, Hosen cari kerja yang bisa kamu kerjakan supaya bisa menghidupi Mega nantinya." Omelan Anindita mulai membuat Hosen gerah.

"Iya ustadzah. Aku di sini belajar di bimker.. belajar membuat meubel. Alhamdulillah bisa belajar dengan cepat."

"Kamu kan ada bakat terpendam dalam bidang seni lukis dan pahat. Cocok itu belajar membuat lemari dan tempat tidur. Nanti bisa jadi mas kawin kita." Mega yang dimabuk cinta kalau bicara soal menikah begitu antusias dan penuh semangat.

"Kamu kalau bicara soal kawin aja semangat. Pikirkan nanti setelah menikah kalian mau hidup seperti apa, tinggal di mana, kerja atau usaha apa. Yang penting harus berhenti pake narkoba. Denger ya Hosen." Anindita tak kalah bersemangat memberi nasihat untuk Hosen.

"Iya. Aku ngerti. Udah kamu ngobrol sama Zack aja deh. Aku mau ngobrol sama Mega berdua." Hosen mengajak Mega untuk mengobrol di salah satu meja yang kosong meninggalkan Zack dan Anindita berdua.

Zack memandang Anindita dengan tatapan mata teduh. Ia mengamati Anindita yang terdiam menunduk.

"Aku boleh meminta nomor ponselmu? Kalau aku punya kesempatan aku akan meneleponmu." Zack memulai pembicaraan dengan Anindita.

"Aku tak punya kertas untuk menuliskannya." Anindita berkata dengan sedikit ketus.

"Kau bisa menyebutkannya, aku akan menyimpannya." Zack mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya dengan hati-hati dan sembunyi-sembunyi. Beberapa sipir yang mengawasi orang-orang di ruang besukan tampak sedang mengobrol seru tentang pertandingan sepak bola liga Eropa.

Anindita tak punya alasan lain untuk menghindari Zack. Ia menyebutkan nomor ponselnya dan Zack bersegera menyimpan di ponselnya.

Mereka tak banyak bicara setelahnya, Anindita hanya terdiam sambil sesekali melirik ke arah Mega dan Hosen yang asyik bercengkerama.

Setelah waktu besukan habis, Anindita dan Mega pamit untuk pulang. Hosen kelihatan begitu berat hati membiarkan Mega dan Anindita melangkah keluar dari ruang besukan. Anindita menemukan Zack mengedipkan sebelah matanya saat pandangan mata keduanya bertemu. Anindita tersipu dan menggandeng lengan Mega terburu-buru menuju ke pintu besar yang terbuat dari besi berat. Anindita seperti kehabisan napas ketika mereka melangkah keluar menghirup udara di luar lapas.

"Aku melihatnya." Mega memasang tampang imutnya.

"Kau ini.. melihat apa sih? Berhenti menggodaku." Anindita menuju parkiran dengan tergesa-gesa.

"Dia mengedipkan matanya padamu. Zack menyukaimu kan? Hosen beberapa kali menceritakan padaku kalau Zack menanyakan banyak hal tentang dirimu. Aku merasa skeptis saat Hosen menyuruhku menyampaikan salam darinya kepadamu. Bukankah kau tidak menyukai pecandu narkoba. Zack itu ditangkap saat mencoba menyelundupkan narkoba di bandara."

Anindita menyembunyikan wajahnya yang memerah dari Mega sembari mencoba menstarter motor dan mengeluarkannya dari parkiran. Ia berpura-pura tak mendengar Mega bicara.

"Kau sudah lihat wajah tampannya kan? Kau pasti tertarik padanya, senyumannya manis banget."

"Naik cepat! Atau mau kutinggal di sini?" Anindita menggertak Mega yang tergopoh-gopoh naik ke atas boncengan motor.

Anindita tak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan, dia baru hari ini bertemu Zack meskipun menurut pengakuan Zack sejak awal Anindita datang mengunjungi Hosen lelaki itu sudah memperhatikan dirinya dari kejauhan. Entah mengapa Anindita takut membayangkan jika harus bersama lelaki dengan catatan hitam seperti Zack. Lagipula lelaki itu bukan asli berasal dari kota ini. Anindita takut untuk berharap lebih jauh jika terjadi suatu hubungan spesial di antara keduanya, membayangkannya saja membuat napas Anindita terasa sesak.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
JEJAK CINTA DI SISIKU JEJAK CINTA DI SISIKU Aksara Nada Jingga Romantis
“Anindita masuk ke dalam kehidupan yang sama sekali baru bagi dirinya, ia mengenal Zack dan jatuh cinta, setelah beberapa waktu tidak mendapat kabar dari lelaki yang dicintainya kemudian Anindita berusaha mencari tahu keberadaan Zack meski di luar jangkauannya. Dari perjalanan mencari Zack, Anindita justeru bertemu Dirgantara yang melindunginya seperti seorang malaikat dan menawarkan hati yang penuh jejak seorang perempuan paling istimewa dalam hidupnya, mendiang isterinya yang meninggal karena terbunuh dalam suatu peristiwa tragis. Di suatu persimpangan jalan, Anindita mulai goyah. Saat hatinya mulai melirik Dirgantara, ia bertemu kembali dengan cinta lamanya yang misterius. Jalan cerita kehidupan menguak kembali benang kisah antara Zack, Dirgantara dan mendiang isterinya di masa lalu. Siapakah lelaki yang kemudian akan terpilih untuk mengisi hati Anindita dengan cinta?”
1

Bab 1 Cinta Pertama

04/09/2023

2

Bab 2 Semoga

05/09/2023

3

Bab 3 Mengejar Jejakmu

06/09/2023

4

Bab 4 Perubahan Rencana

07/09/2023

5

Bab 5 Pekerjaan Baru

08/09/2023

6

Bab 6 Bukan Anak Hilang

08/09/2023

7

Bab 7 Secuil Jejak Masa Lalu

08/09/2023

8

Bab 8 Tentang Arimbi

08/09/2023

9

Bab 9 Bantu Aku

08/09/2023

10

Bab 10 Katakan Saja

08/09/2023

11

Bab 11 Pikiran Liar

14/09/2023

12

Bab 12 Sebuah Kunjungan

14/09/2023

13

Bab 13 Menimbang-nimbang

15/09/2023

14

Bab 14 Kisah Kehilangan

16/09/2023

15

Bab 15 Ancaman

17/09/2023

16

Bab 16 Dendam dan Kebencian

17/09/2023

17

Bab 17 Cemburu Terselubung

17/09/2023

18

Bab 18 Kabar Terbaru Dari Zack

18/09/2023

19

Bab 19 Dia Datang

19/09/2023

20

Bab 20 Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya

20/09/2023

21

Bab 21 Pandangan Saling Bertemu

21/09/2023

22

Bab 22 Perasaan Buruk

22/09/2023

23

Bab 23 Dikirim Dari Surga

25/09/2023

24

Bab 24 Apa Aku Mulai Menyukainya

26/09/2023

25

Bab 25 Keinginan Arimbi

27/09/2023

26

Bab 26 Meminta Ijin Untuk Pergi

10/10/2023

27

Bab 27 Pergi menginap

11/10/2023