BUKAN CINTA LOKASI

BUKAN CINTA LOKASI

Lystania

5.0
Komentar
4.4K
Penayangan
73
Bab

Naomi Clara, aktris cantik yang dipertemukan dengan Azka Dananjaya dalam sebuah pembuatan film, harus menerima kalau hatinya juga ikut bermain selama proses syuting itu. Meski ia terus menyangkal, tetapi perhatian yang Azka berikan perlahan meluluhkan hatinya juga. Bagaimana Clara dan Azka mempertahankan kuat cinta mereka saat terjadi penolakan dari keluarga inti Azka karena status aktris cantik itu bukan seorang ningrat. "Aku tahu semua tentang kamu, Cla. Baik buruknya kamu aku tahu," ucap Azka. Clara hanya terdiam kaget dengan apa yang barusan didengarnya. Di dunia ini akan selalu ada orang yang benar-benar tulus mencintaimu apapun keadaannya dan itu adalah aku.

BUKAN CINTA LOKASI Bab 1 Bertemu Setelah Sekian Lama

CUT

Suara Om Andre–sutradara ftv kali ini, langsung membuat semua kru dan pemain ftv bersorak girang. Pasalnya ini sudah pukul dua malam. Syuting hari terakhir yang harusnya bisa cepat, malah molor berjam-jam karena ulah artis baru yang kebanyakan gaya.

"Om Andre, duluan ya," pamit Clara sambil melambaikan tangan ke arah Om Andre, kru dan pemain lainnya.

"Iya, Cla. Hati-hati di jalan," sahut Om Andre sambil mengacungkan jempolnya.

Clara berjalan menuju mobil diikuti oleh manajernya, Lisa. Begitu masuk ke dalam mobil. Clara menurunkan sandaran kursinya, memposisikan dirinya senyaman mungkin.

"Padahal hari ini scene kamu gak banyak, Cla. Kenapa sampai selarut ini baru kelar?" tanya Lisa seraya mengemudikan mobil menuju apartemen Clara.

"Gara-gara artis baru itu. Gak bisa akting kebanyakan gaya. Cengengesan lagi. Kesel banget," sahut Clara sambil mendengus dengan mata menatap layar ponselnya.

"Oh, gara-gara dia. Wajarlah kan artis baru, Cla."

"Tapi gak gitu juga, Lis," tandas Clara, "aku dulu gak gitu. Cengengesan, tebar pesona."

"Setiap orang kan beda-beda, Cla. Gak bisa pukul rata kaya gitu," ucap Lisa.

"Gak usah dibahas, Lis. Kita cepat sampai apartemen, aku capek banget," kata Clara menutup matanya.

***

Terbangun karena dering ponselnya yang begitu nyaring, Clara mengerjapkan mata terlebih dahulu sebelum meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas samping tempat tidur.

"Hemm," sahut Clara dengan nada suara malas.

"Cla, hari ini kamu gak ada jadwal apa-apa. Free. Aku gak kesana ya, lagi ada acara keluarga nih di rumah. Datang nanti ya," ucap Lisa di ujung telepon.

"Iya, Lis. Aku tutup ya, masih ngantuk."

"Oke, Cla."

Clara meletakkan ponselnya sembarangan lalu melanjutkan tidurnya hingga jam sepuluh pagi. Begitu bangun, ia berendam di bathup beberapa saat, sebelum ia menuntaskan aktivitas mandinya. Mengenakan pakaian, Clara meninggalkan apartemennya dan menuju rumah Lis.

"Thanks, Cla. Yuk, masuk." Lisa mengambil buah tangan yang dibawa Clara dan mengajaknya masuk.

Clara sudah biasa main ke rumah Lisa, apalagi kalau memang tidak ada jadwal. Beberapa sepupu Lisa dengan cepat merapat dan berswafoto dengan Clara.

"Makasih, Ka Clara. Cantik banget, Kaka." Puji para sepupu Lisa.

Clara hanya memasang senyum membalas pujian dari mereka. Setelah acara makan siang, Clara pamit pulang pada Lisa sekeluarga.

"Setelah ini mau langsung balik ke apartemen?" tanya Lisa mengantarkan Clara ke mobilnya.

"Gak, Lis. Mau ke tempat Papa sebentar. Mungkin ke mall sebentar," sahut Clara masuk ke dalam mobil dan memasang seatbelt.

"Hati-hati ya, Cla," pesan Lisa sambil melambai.

Memasang musik kesukaannya, Clara kemudian melakukan mobilnya menuju bengkel ban mobil milik Papa. Usaha Papa yang dimulai sejak nol hingga besar seperti sekarang.

"Siang, Mbak Clara," sapa karyawan bengkel saat Clara turun.

"Siang, Mas." Clara melempar senyum lalu masuk ke dalam. Naik ke lantai dua tempat Papa berkantor. Tampak Papa sedang bersantai sambil menghisap rokoknya.

"Pa, sudah Clara bilang, Papa jangan merokok lagi," ucap Clara membuat Papa terkejut. Ia segera mematikan rokoknya.

"Kamu gak bilang mau ke sini," kata Papa.

"Jadi Clara harus lapor dulu?" Clara bertanya balik.

"Nggak. Papa kira kamu sibuk atau ada syuting," tukas Papa.

"Hari ini kebetulan gak ada jadwal, Pa. Tadi baru aja pulang dari rumah Lisa. Daripada di apartemen sendiri, Clara ke sini aja. Papa sudah makan?"

"Sudah. Kita ke bawah aja, Cla," ajak Papa kemudian berdiri dan mengajak Clara turun. Berjalan menuju cafe yang ada di lantai satu.

Clara lebih dulu menuju cafe, sementara Papa pergi ke toilet dulu.

"Mau minum apa, Mbak?"

"Lemon tea aja," sahut Clara sambil mengambil ponsel dari tasnya.

Pelayan cafe itu kembali ke dapur.

"Itu Naomi Clara kan?"

"Iya. Naomi Clara yang artis itu."

"Lebih cantik aslinya ya."

Pelayan cafe yang menanyakan hal itu mengamati Clara dan Papa yang tampak akrab dan sangat dekat.

"Dia dekat banget sama Bos. Coba liat, dia simpanan Bos ya?"

"Hush! Sembarangan kamu. Dia itu anak Bos. Anaknya Pak Wisnu. Kamu jaga mulut, kalau sampai Bos tau, kamu bisa langsung dipecat. Mau?"

"Ya kan aku gak tau. Biasanya kan artis kaya gitu. Pasti jadi simpanan orang berduit."

"Ckck. Antar ini ke depan."

"Iya," sahut pelayan ini sambil membawa nampan berisi dua gelas lemon tea. Begitu ia selesai menyajikan minuman, pelayan tadi meminta foto dengan Clara.

"Tadi aja ngatain, eh malah minta foto," ledek pelayan yang lain.

"Ya kan ketemu artis," sahutnya cuek. Pelayan baru cafe yang satu ini, memang agak sedikit beda. Suka nyahut dan berpikiran negatif.

Menikmati lemon tea nya bersama Papa, Clara sesekali memperhatikan beberapa pengunjung yang datang di bengkel mobil Papa. Seorang wanita dari meja kasir menghampiri mereka dengan membawa beberapa kertas di tangannya.

"Papa ke ruangan sebentar, Cla," ucap Papa.

"Iya, Pa. Cla di sini aja," sahut Clara seraya memperhatikan Papa dan wanita tadi naik ke lantai dua. Clara lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk cafe. Netranya seolah terpaku pada sebuah mobil SUV berwarna hitam yang baru saja masuk. Seorang pria turun dari dalam mobil kemudian berbincang sebentar dengan karyawan bengkel. Pria itu kemudian berjalan ke arah cafe. Langkahnya terhenti sejenak saat netranya langsung menatap Clara yang duduk persis searah pintu masuk.

'Clara' gumam pria itu dalam hati bersamaan dengan detak jantungnya yang mulai tak beraturan. Clara yang tadinya masih menatap pria itu menjadi teralih pandangan karena kedatangan Papa.

"Jadi setelah ini kamu mau kemana?"

"Kalau gak balik ke apartemen, jalan sebentar, Pa."

"Kalau kamu gak sibuk, sekali-kali menginap di rumah. Papa rindu sama kamu, Cla. Kita satu kota tapi susah ketemu," kata Papa.

"Iya Clara usahain, Pa," sahut Clara seraya berdiri. Papa memeluk anak semata wayangnya itu sebelum pulang.

"Kamu hati-hati, Cla," pesan Papa seraya berjalan hendak mengantarkan Clara menuju mobilnya. Namun langkah Clara sedikit melambat saat hampir melewati pria tadi.

"Clara?" Suara pria itu membuat langkah Clara benar-benar terhenti begitu juga dengan Papa.

"Kamu gak ingat sama aku?" tanya Pria itu lagi membuat Clara berpikir.

"Azka. Kita satu SMA."

"Bukan. Kamu kayaknya yang digosipin sama penyanyi itu kan?" tebak Clara.

'Kenapa Clara malah ngeh sama gosip sih' batin Azka sedikit kecewa. Ia berharap Clara ingat dengan dirinya sebagai Azka, bukan sebagai orang yang sedang diterpa gosip kedekatan dengan penyanyi.

"Papa ke atas dulu ya, Cla. Kamu hati-hati," pesan Papa kemudian meninggalkan mereka berdua.

"Iya, Pa," sahut Clara.

Dari arah belakang beberapa pelayan cafe datang mengantarkan pesanan Azka sekalian ingin meminta foto.

"Makasih ya, Mas Azka," ucap mereka senyum-senyum setelah berhasil berfoto dengan Azka.

Clara masih berdiri di dekat Azka.

"Aku duluan ya," ucap Clara.

"Jadi kamu beneran gak ingat sama aku?"

Clara menoleh. "Siapa? Aku tau kamu, tapi aku gak ingat kalau kita satu SMA."

"Coba kamu tanya manajer kamu. Lisa pasti tau," ucap Azka lagi. Clara menatap Azka sejenak kemudian berlalu dari tempat itu.

Azka kembali duduk setelah Clara pergi dari tempat itu. Senyum mengambang di bibirnya. Setelah sekian lama akhirnya ia berani menyapa Clara lebih dulu. Sejak lama ia memendam rasa, hari ini ia begitu senang melihat Clara dengan jarak yang sangat dekat. Pertemuan kali ini, membuat Azka yakin akan ada pertemuan-pertemuan lainnya. Ia memandangi lalu mengusap lembut layar ponselnya sambil tersenyum. Foto candid Clara yang menjadi wallpaper ponselnya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
BUKAN CINTA LOKASI BUKAN CINTA LOKASI Lystania Romantis
“Naomi Clara, aktris cantik yang dipertemukan dengan Azka Dananjaya dalam sebuah pembuatan film, harus menerima kalau hatinya juga ikut bermain selama proses syuting itu. Meski ia terus menyangkal, tetapi perhatian yang Azka berikan perlahan meluluhkan hatinya juga. Bagaimana Clara dan Azka mempertahankan kuat cinta mereka saat terjadi penolakan dari keluarga inti Azka karena status aktris cantik itu bukan seorang ningrat. "Aku tahu semua tentang kamu, Cla. Baik buruknya kamu aku tahu," ucap Azka. Clara hanya terdiam kaget dengan apa yang barusan didengarnya. Di dunia ini akan selalu ada orang yang benar-benar tulus mencintaimu apapun keadaannya dan itu adalah aku.”
1

Bab 1 Bertemu Setelah Sekian Lama

21/08/2023

2

Bab 2 Wawancara Bersama

21/08/2023

3

Bab 3 Dia Lagi Dia Lagi

21/08/2023

4

Bab 4 Tawaran Main Film

21/08/2023

5

Bab 5 Deal Rumah Kontrakan

21/08/2023

6

Bab 6 Pindah Rumah

21/08/2023

7

Bab 7 Baru Sadar Kehilangan

21/08/2023

8

Bab 8 Menemukan Cincin Berlian

21/08/2023

9

Bab 9 Ada-ada Saja Kejadian

21/08/2023

10

Bab 10 Lawan Main Film

21/08/2023

11

Bab 11 Insiden Kotoran Mata

21/08/2023

12

Bab 12 Satu Mobil Dengan Azka

21/08/2023

13

Bab 13 Syuting Hari Pertama

21/08/2023

14

Bab 14 Ke Lokasi Bersama

21/08/2023

15

Bab 15 Adegan Romantis

21/08/2023

16

Bab 16 Adegan Romantis 2

21/08/2023

17

Bab 17 Dinginnya Puncak

21/08/2023

18

Bab 18 Foto Di Akun Gosip

21/08/2023

19

Bab 19 Hari Terakhir Syuting

21/08/2023

20

Bab 20 Keluar Rumah Sakit

21/08/2023

21

Bab 21 Penghargaan Azka

24/08/2023

22

Bab 22 Memblokir Sosmed

24/08/2023

23

Bab 23 Pemutaran Film

25/08/2023

24

Bab 24 Di Kota Yogyakarta

25/08/2023

25

Bab 25 Masih Di Yogyakarta

27/08/2023

26

Bab 26 Pintu Penghubung

27/08/2023

27

Bab 27 Numpang Mandi

27/08/2023

28

Bab 28 Berita Akun Gosip Lagi

27/08/2023

29

Bab 29 Live Bersama Di TV

27/08/2023

30

Bab 30 Janji Temu Bareng

27/08/2023

31

Bab 31 Dugaan Yang Benar

31/08/2023

32

Bab 32 Intimidasi Dari Papa dan Lisa

31/08/2023

33

Bab 33 Di Bandara Dengan Azka

31/08/2023

34

Bab 34 Datangnya Ayu

31/08/2023

35

Bab 35 Have Fun Bersama

31/08/2023

36

Bab 36 Kena Omel Azka

04/09/2023

37

Bab 37 Mulai Saling Dekat

04/09/2023

38

Bab 38 Photoshoot

04/09/2023

39

Bab 39 Syuting Series

04/09/2023

40

Bab 40 Saling Berkomunikasi

04/09/2023