AYO, Kawin Kontrak!

AYO, Kawin Kontrak!

Marissa98

5.0
Komentar
470
Penayangan
15
Bab

Cantik, wanita karier dan mapan lantas apa yang kurang dari sosok chilla. Ia memiliki keberuntungan dalam hal karirnya tapi tidak dengan percintaannya. Kegagalan pernikahan sang kakak, membuat Chilla pesimis soal percintaan. Tapi keinginan untuk memiliki anak membuat ia memilih jalan pintas yaitu mencari laki-laki berkualitas untuk menghamilinya dengan menjalini pernikahan kontrak. Oke, bagaimana perjalanan pernikahan Chilla yang ia kira sesuai dengan keinginannya tapi malah melenceng saat cinta dan nafsu menguasainya.

Bab 1 Chilla

BAB. 1

"Bisa aku minta bantuan kamu, Bel?" tanya Chilla dengan hati-hati pada sahabatnya. Malam ini Chilla sudah tidak punya pilihan lagi. Setelah beberapa hari ia di buat stress oleh tuntutan keluarganya yang mengharuskan dirinya harus segera menikah. Ia terpaksa mengutarakan kegundahan hatinya pada sahabatnya untuk meminta bala bantuan

"Bantuan apaan, Chill?" Bella mengerutkan keningnya. Ia menelisik sahabat yang sudah lebih dari sepuluh tahun ini. Chilla sempurna bahkan sangat sempurna. Cantik, pintar, memiliki pendidikan tinggi hingga S-2 dan dari keturunan orang kaya raya dan ia memiliki karier yang cemerlang di bidang art.

Bantuan seperti apa yang ia harapkan dari seorang Bella yang sederhana ini.

"Bantuan apaan?" tanya Bella ulang saat di lihatnya Chilla diam dengan keraguan.

"Bantu aku mencari pria untuk aku nikahin,"

Pyur...

Minuman yang di sedot Bella muncrat, untung posisi Chilla lumayan jauh di depannya, di batasi meja.

"Apaan sih, Bella? Kamu jorok deh," keluh Chilla.

"kamu bilang apa tadi?" tanya Bella menghiraukan keluhan Chilla yang sibuk meraih tisue dan mengelap meja.

"Kamu jorok!"

"Bukan yang itu,"

"Apa?"

"Yang tadi sebelum aku minum,"

Chilla hening dan menatap Bella prustasi. "Bantuin aku cari pria yang bisa aku nikahin,"

Bella melotot, soalnya Chilla selama ini di kejar banyak pria dari mulai remaja hingga saat ini tapi selalu di tolak, lalu sekarang.

"Kamu sakit Chill?"

"Enggak!"

"Trus, kenapa? Tumben minta cari jantan and mau kawin?"

"Jantan..jantan, pria! And bukan kawin...nikah!" sewot Chilla.

"Terserahlah itu apa, yang penting angin apa kamu mau itu tadi semua,"

"Angin puting beliung telah terjadi di keluarga besar aku Bella, dan aku harus memberikan cucu segera."

"Cucu? Kenapa dengan cucu?"

"Bulan lalu kakek aku sakit dan dia mengumpulkan semua anak-anaknya dan cucu-cucunya. Kamu kan tahu aku cucu tertua di keluarga Kakek Dirgantara."

"Iya, trus...," Bella masih menyimak.

"Aku di paksa harus kasih cucu segera, karena warisan atas diriku tidak di berikan atas namaku melainkan untuk anakku. Jika aku dalam satu tahun ini tidak memberikan cucu, maka warisan atas namaku akan di wakafkan ke yayasan sosial."

"Loh, kok gitu?"

"Enggak tahu tuh kakek tua, entah apa maunya," wajah Chilla kian prustasi.

"Bukannya banyak yaa Chilla, laki-laki yang mengejar kamu? Edo, arsitek muda yang masih kasih kode buat kencan and Marvel fotografer yang selalu kirim-kirim salam trus pak Dito yang trus ngedeketin Madam Lina mulu buat bisa dapatin cucu kesayangan keluarga Dirgantara. Lalu..siapa lagi yaa sampe aku lupa, kenapa kamu sampe pusing mikirin sih Chill?"

"Mereka kan serius ngajak nikah Bella, aku enggak mau menikah. Kan kamu tahu aku gimana,"

Mata bella melotot dan wajah garang. Rasanya ia ingin murka jika tidak mengingat wanita di depannya adalah bosnya di kantor. Walau bagaimanapun ia harus tetap jaga sikap.

"Kamu maunya apa sih Chilla?"

"Aku mau nikah tapi enggak untuk serius berumah tangga,"

"Jadi untuk apa? Untuk buat cucu doang? Untuk kamu pamerkan ke kakek kamu dan kasih warisan,"

"Iya,"

"Apaa?" pekik Bella.

Sekeliling mereka lalu menatap ke arah meja mereka berdua. Chilla membalas dengan senyuman canggung seolah minta maaf.

"Apaan sih, enggak usah teriak juga kali!"

"Lagian kamu maunya apa sih?" tanya Bella dengan nada mulai di paksakan melunak.

"Aku mau cariin pria yang berkualitas untuk menghamilin aku,"

Bella menggeleng cepat, 'Ini nih akibat jomblowati akut jadi error' keluh bhatin Bella.

"Gini deh, kamu mau nikah apa kawin,"

"Nikahlah!"

"Nikah enggak bisa menghamilin kamu Chill, yang bisa kawin,"

"Dua-duanya lah, nikah dulu baru kawin terus pas aku dah hamil cerai deh," ujar Chilla enteng dengan senyum manisnya.

'Wah, dah saraf nih otak nih anak,' Bella mendesah keras.

"Kamu mau nikah terus buat anak lalu cerai, gitu?"

"Iya,"

"Tapi tetap harus pria yang berkualitas?"

"Iyalah, ini menyangkut keturunan aku, anak aku jadi harus dari bibit yang unggul dan berkualitas terbaik,"

Sekarang giliran Bella yang prustasi, tatapan matanya sudah menunjukkan kekhawatiran akut atas pola pikir sahabatnya yang mulai lepas kendali.

"Kamu...mau yang seperti itu bisa dapat dari mana? Dari mana cari pria seperti itu? Nikah hanya buat ngebuntingin kamu doang," tanya Bella dengan suara pelan tapi tertekan.

Selama persahabatan mereka Bella sudah kenyang dengan karakter random Chilla yang selalu bertingkat aneh dan pikirannya yang ngawur.

Tapi dari semua ide-ide gila di kepala gadis berusia 26 di depannya ini. Ini yang menurutnya paling ekstrim.

"Iya, aku enggak tahu. Makanya aku minta bantuan kamu. Kamu kan punya banyak teman, koneksi dan relasi,"

"Bukannya kamu juga kan?"

"Aku urusan pekerjaan semuanya, enggak ke kamu Bella, kan punya banyak kegiatan dan komunikasi juga pergaulan kamu banyak. Kamu kan ekstrovert Bella,"

"Iya, tetap aja gimana caranya aku mencari jantan seperti yang kamu mau itu?"

Pria! Laki-laki, cowok! Jangan jantanlah itu sebutan untuk hewan!"

"Habisnya kamu cari golongan berbatang itu hanya buat ngebuntingin kamu doang kan jadi apa doang bedanya dengan hewan Cuma buat kawin doang,

"Kan aku bilang tadi nikah Bella,"

"Kamu kira ada laki-laki yang mau gitu nikah sebentar doang lalu cerai. Kalo yang abal-abal bisalah, gampang nyarinya tapi ini harus berkualitas dan unggul pula lagi. Laki-laki yang seperti itu paling dah sold out Chilla,"

"Ya... Masak banyaknya pria di muka bumi ini enggak ada satu aja gitu yang belum laku. Masa dah laku semuanya gitu yang berkualitasnya,"

"Kalau pun belum laku, mereka enggak akan mau di manfaatkan Cuma buat bercocok tanam doang."

"Bukannya pria sukanya bercocok tanam ya?"

"Ampun dah aku sama kamu Chilla, aku rasa dosen dan kampus yang meluluskan kamu itu enggak benar deh, bisa pula manusia ke kamu ini bisa lulus,"

"Maksudnya kamu, apa?" Chilla mulai kesal padahal seharusnya Bella lah yang kesal.

"Yang berkualitas menurut kamu itu yang gimana? Selera kamu, apa? Bibit unggul untuk calon keponakan aku maunya kamu itu yang bagaimana?" Bella mengalah.

"Ya...," Bella menerawang seolah berpikir akan gambaran laki-laki yang ia inginkan.

"Apa? Chilla?"

"Aku enggak peduli dia dari kalangan mana aja, asal bibit, bebet, bobotnya jelas, goodloking, cerdas, berpendidikan, dan riwayat kesehatan fisik dan rohani juga kesehatan seksualnya bagus. Aku mau yang pria subur, bila perlu sekali berhubungan aku bisa langsung hamil,"

Bella dah shock, ia rasanya ingin pinjam pintu ke mana saja milik Doraemon. Siapa pun tolong selamatkan Bella.

"Kenapa?" tanya Chilla jadi khawatir sama Bella. Karena sahabatnya itu menjadi beku.

"Dengan standar kamu semua tadi mana ada yang mau kilat, nikah lalu cerai, Chilla Wangi Dirgantara."

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

Fantasi Tukar Pasangan Ranjang

WHS Production
5.0

Maya dan Adrian, serta sahabat mereka Sinta dan Rizky, tampaknya memiliki segalanya: karier yang sukses, rumah yang nyaman, dan kehidupan sosial yang aktif. Namun, di balik fasad kebahagiaan mereka, hubungan mereka masing-masing mengalami ketegangan dan kekosongan yang menyedihkan. Suatu malam, dalam upaya untuk menyegarkan hubungan mereka yang hambar, Maya dan Sinta memutuskan untuk mengusulkan sesuatu yang ekstrem: "fantasi tukar pasangan ranjang." Awalnya, ide ini tampak gila dan di luar batas kenyamanan mereka. Namun, dengan dorongan dan desakan dari pasangan mereka, Maya dan Adrian, serta Sinta dan Rizky, setuju untuk mencoba. Ketika fantasi tersebut menjadi kenyataan, keempatnya merasakan perasaan canggung, kebingungan, dan kecemasan yang tak terduga. Namun, dalam perjalanan mereka melalui pengalaman ini, mereka mulai menggali lebih dalam tentang hubungan mereka, mengungkapkan kebutuhan dan keinginan yang mungkin terlupakan, serta menyembuhkan luka-luka yang telah terbuka dalam pernikahan mereka. Dalam prosesnya, mereka menghadapi konflik, kecemburuan, dan ketidakpastian yang tidak terelakkan. Namun, mereka juga menemukan keintiman yang lebih dalam, pemahaman yang lebih besar tentang satu sama lain, dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang hampir putus asa. Novel "Fantasi Tukar Pasangan Ranjang" menawarkan pandangan yang tajam tentang kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan humor, kehangatan, dan kisah cinta yang penuh dengan emosi. Di tengah fantasi yang menggoda, mereka menemukan keberanian untuk menghadapi kenyataan, menerima kekurangan masing-masing, dan membangun kembali fondasi cinta mereka dengan cara yang lebih kuat dan lebih tulus.

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku