Bidadari Untuk Tuan Mafia

Bidadari Untuk Tuan Mafia

Kirei Na

5.0
Komentar
2.8K
Penayangan
20
Bab

Don Vincent Corleane, seorang ketua mafia yang dingin dan kejam. Dirinya harus menerima sebuah perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya dengan cucu seorang bangsawan. Silvana Aramazd, gadis bercadar yang lembut dengan dunianya yang sangat tenang. Perjodohan keduanya tak ubahnya sebuah simbiosis mutualisme, yaitu menarik Vincent dari kemelut dunia hitamnya dan mengungkap misteri kematian orang tua Silvana. Mampukah keduanya bersanding dengan dunia yang sangat bertolak belakang? Mampukah Silvana yang bagai bidadari bertahan pada ikrar suci pernikahan dengan Vincent yang dunianya penuh dengan kemaksiatan?

Bidadari Untuk Tuan Mafia Bab 1 Pengkhianatan

Vincent menjatuhkan bobotnya di jok belakang mobilnya. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik. Setumpuk pekerjaan kantor membuatnya merasa frustasi.

Sebuah mobil sport hitam melaju membelah jalanan kota Los Angeles. Gedung-gedung pencakar langit menghiasi setiap sisinya. Vincent yang kacau berusaha untuk memejamkan mata.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi mulus seorang perempuan. Alice, kekasih Vincent itu sedang berada di sebuah club malam bersama seorang pria. Gadis itu nampak sedang bercumbu mesra dengan pria disebelahnya. Hingga sesaat kemudian seorang pria datang dengan amarah yang memuncak, menarik tangan Alice lalu menamparnya.

Suasana menjadi ricuh. Perkelahian pun terjadi tak terkendali. Vincent yang sudah dibutakan oleh amarah memukul pria itu dengan membabi buta. Menghajarnya hingga pria itu tak sadarkan diri.

Vincent menghampiri Alice yang berdiri disudut ruangan dengan badan bergetar. Gadis itu tampak syok. Vincent lantas mencekik leher Alice dan menyeretnya keluar dari club malam tersebut. Gadis itu meronta karena kesusahan bernapas. Tubuh kekar Vincent dengan mudahnya melempar gadis itu keluar.

Alice merutuki dirinya sendiri. Ia merasa bersalah telah bermain api dibelakang kekasihnya. Gadis itu memeluk kaki Vincent sembari memohon maaf. Tapi dengan segera Vincent menarik kakinya sehingga Alice kembali jatuh tersungkur.

Vincent berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Alice. Pria itu mencengkeram rahang Alice dengan tatapan mata setajam belati.

"Beraninya kau selingkuh dibelakangku, setelah apa yang telah aku berikan padamu" desis Vincent.

"Ma-af kan a-aku V-vin, se-semua tidak seper-ti yang- yang kau pi-pikir-kan" ucap Alice terbata.

"Cuih! Kau pikir aku bodoh, aku melihatmu bercumbu dengan bajingan itu dan kau masih menyangkalnya!" Vincent semakin menguatkan cengkeramannya dan membuat Alice lebih kesakitan.

"A-a-ampuni a-ku Vin, le-paskan, s-sakit" air mata membanjiri pipi mulus Alice yang memerah akibat tamparan keras tangan dingin Vincent. Sudut bibir gadis itu nampak sedikit robek hingga berdarah.

"Tunggulah, aku akan mengirimmu juga keluargamu ke neraka!" ucapnya sambil melepaskan cengkeramannya dengan kasar.

Grep

Gadis itu dengan beraninya memeluk Vincent saat pria itu akan beranjak pergi. Dengan sigap Vincent mendorong tubuh Alice hingga luruh ke tanah. Pemandangan itu tentu disaksikan oleh puluhan pasang mata, tapi mereka hanya menunduk tak berani menatap karena mereka tau siapa Vincent sebenarnya.

Vincent memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Bayangan kejadian menyakitkan beberapa hari yang lalu terus berputar didalam pikirannya. Ken yang duduk di kursi kemudi hanya melirik Tuannya melalui kaca kemudi. Ia tahu bahwa Vincent sedang tidak baik-baik saja.

Setelah kejadian tempo hari, Alice terus menghubungi Vincent bahkan dengan beraninya gadis itu mendatangi mansion mewah Vincent tapi hasilnya nihil. Pria itu benar-benar memutuskan hubungan dengan Alice, kekasih yang amat dicintainya selama 5 tahun terakhir.

Mobil sport hitam itu berhenti tepat dihalaman sebuah mansion mewah di pusat kota Los Angeles diikuti dua mobil jeep dibelakangnya. Vincent turun dan langsung menuju kamar pribadinya di lantai dua.

Pria itu melepaskan semua pakaiannya dan berjalan menuju shower. Guyuran air dingin dari shower membuat dirinya merasa sedikit rileks. Dengan memakai kaos putih dan celana pendek warna coklat ia turun menuju ruang makan.

Matanya terbelalak, seorang pria telah duduk disana dan makan malam dengan santainya. Tatapan mereka beradu. Sorot mata abu setajam mata elang seakan membunuh Vincent. Aura hitam pekat pria tersebut menguar memenuhi segala penjuru.

"Kau menatapku seakan ingin membunuhku!" seloroh Vincent.

"Ya, bisa saja itu terjadi. Tapi aku lapar, aku butuh tenaga untuk melawanmu, bukankah begitu?"

"Ck! Bajingan sinting"

Vincent duduk disamping pria itu. Kemudian menyunggingkan bibirnya. Pria itu terus mengumpat kepada Vincent. Vincent memutar matanya keatas karena malas mendengar ocehan pria disebelahnya.

"Shit! Aku datang tapi tak ada sambutan sama sekali!"

"Aku tidak menyuruhmu datang!" timpal Vincent dingin.

"Kalau bukan karena Ayah aku malas datang kesini!"

"Makan! Telingaku akan rusak mendengarkan ocehanmu yang seperti perempuan"

"Brengsek!"

Dante baru saja datang dari Italia. Ia datang ke Los Angeles atas perintah dari Tuan Corleane. Setelah kejadian pengkhianatan yang dialami Vincent tempo hari membuat Tuan Corleane merasa tidak tenang hingga akhirnya menghubungi Dante untuk datang ke Los Angeles.

Hening. Tidak ada percakapan sama sekali. Yang ada hanya suara dentingan garpu dan pisau yang beradu dengan piring. Setelah makan, mereka berdua menuju ruang baca, yang berada diujung lantai dua.

Dante merebahkan diri di sofa sementara Vincent menyandarkan tubuhnya di sofa sebelahnya dengan sebuah buku tebal ditangannya.

"Kau benar melihat Alice berselingkuh?"

"Mataku tidak buta!"

"Maksudku, apa kau benar mencekik dan melemparnya keluar?"

Vincent menutup bukunya. Ia menatap ke depan sembari mengepalkan tangan.

"Seharusnya aku membunuhnya saat itu juga!"

"Bukankah kau sangat mencintainya?"

"Persetan dengan cinta!"

Dante mendengus kasar. Vincent bukanlah seseorang yang mudah mengampuni kesalahan orang lain, terlebih lagi sebuah pengkhianatan. Tak ada percakapan yang serius antara keduanya. Hanya sebuah percakapan ringan ditemani secangkir teh dan juga angin sepoi musim gugur di luar mansion.

Setelah larut malam, mereka berdua menuju kamar masing-masing. Vincent merebahkan tubuhnya diranjang kingsize miliknya. Ia teringat pernyataan Dante beberapa jam yang lalu diruang baca.

"Aku dengar Ayah sudah mempunyai calon istri untukmu"

"Hah! Omong kosong!"

"Mengapa? Apa kau masih mengharapkan jalang itu?"

Sepenggal kalimat yang dilontarkan Dante membuat Vincent merasa pusing. Pria bangkit dari ranjang. Ia menatap bingkai foto besar yang tergantung didepan ranjangnya. Tangan kekarnya meraih bingkai foto tersebut. Disana nampak seorang gadis dengan rambut blonde tersenyum indah.

Pyarrr

Bingkai foto itu pecah dilantai. Kakinya dengan kasar menginjak foto yang tergeletak dilantai dengan pecahan kaca dimana-mana. Hatinya bergemuruh. Tangannya mengepal. Matanya memerah mengingat kejadian tempo hari.

Vincent meraih jaket hitam dan menyambar kunci mobil. Tak lupa ia menyelipkan sebuah senjata di belakang pinggangnya. Pria itu melajukan mobil mewahnya membelah jalanan malam kota yang ramai.

Mobil itu berhenti didepan sebuah club malam. Ia memesan sebuah ruangan VIP disana. Dua wanita seksi masuk lalu kemudian bergelayut manja pada Vincent. Mereka mencumbu setiap inci tubuh Vincent. Pikirannya yang kacau membuatnya seperti hilang kendali.

Brakk!

Pintu ditendang paksa oleh seseorang dari luar. Nampak Dante berdiri didepan pintu dengan sorot mata elangnya. Pria itu melempar sejumlah uang untuk dua wanita tadi dan menyuruh mereka keluar.

"Kau sudah gila hah! Kau pergi tanpa pengawalan! Apa kau ingin mati konyol!" hardik Dante.

"Hahahaha, peluru bahkan tidak akan bisa membunuhku!"

"Dasar bajingan! Apa kau tidak tau bahwa kau sedang diawasi!"

Benar saja, diluar sedang terjadi sebuah keributan. Beberapa orang bertubuh gempal berpakaian hitam turun dari mobil van hitam menyerang Ken dan pengawal Dante yang sedang berjaga diluar club.

Bunyi tembakan bersahut-sahutan hingga menakuti pengunjung club. Vincent dan Dante keluar. Dua orang musuh tampak sudah tergeletak tak bernyawa, sisanya berhasil ditangkap lalu diseret ke penjara milik Vincent. Sementara Ken mengejar satu orang yang berhasil kabur.

Beberapa jam sebelum kejadian, Ken melihat Vincent keluar mansion dengan mengendarai mobil sendiri tanpa pengawalan. Dari raut wajahnya, pria itu tampak sedang marah. Ken akhirnya mengikuti mobil Vincent secara diam-diam.

Sebuah mobil van hitam mengikuti mobil mereka dari belakang. Ken akhirnya menghubungi Dante. Sesaat setelah Dante datang, perkelahian pun tak terelakkan.

'Siapa yang berani mengusik wilayahku' batin Vincent.

"Apa kau masih berurusan dengan bajingan itu?" Dante seperti tau orang yang berada dibalik penyerangan di club.

"Terakhir kali aku membunuh Damian"

"Dia akan menuntut balas. Berhati-hatilah dengannya, bajingan itu sangat licik"

"Aku tau"

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Bidadari Untuk Tuan Mafia Bidadari Untuk Tuan Mafia Kirei Na Lainnya
“Don Vincent Corleane, seorang ketua mafia yang dingin dan kejam. Dirinya harus menerima sebuah perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya dengan cucu seorang bangsawan. Silvana Aramazd, gadis bercadar yang lembut dengan dunianya yang sangat tenang. Perjodohan keduanya tak ubahnya sebuah simbiosis mutualisme, yaitu menarik Vincent dari kemelut dunia hitamnya dan mengungkap misteri kematian orang tua Silvana. Mampukah keduanya bersanding dengan dunia yang sangat bertolak belakang? Mampukah Silvana yang bagai bidadari bertahan pada ikrar suci pernikahan dengan Vincent yang dunianya penuh dengan kemaksiatan?”
1

Bab 1 Pengkhianatan

03/06/2023

2

Bab 2 Sebuah Rencana

03/06/2023

3

Bab 3 Penyerangan

03/06/2023

4

Bab 4 Bahagia dan Lara

03/06/2023

5

Bab 5 Pertemuan

03/06/2023

6

Bab 6 Ikrar Suci

03/06/2023

7

Bab 7 Pria Misterius

03/06/2023

8

Bab 8 Manipulatif

03/06/2023

9

Bab 9 Sedikit Perhatian

04/06/2023

10

Bab 10 Pengakuan Alexei

05/06/2023

11

Bab 11 Sabotase

06/06/2023

12

Bab 12 Setitik Rasa

06/06/2023

13

Bab 13 Bayangan Masa Lalu

06/06/2023

14

Bab 14 Awal Yang Baik

07/06/2023

15

Bab 15 Bayangan Erotis

07/06/2023

16

Bab 16 Sisi Tersembunyi

07/06/2023

17

Bab 17 Ciuman Panas

07/06/2023

18

Bab 18 Penguntit

09/06/2023

19

Bab 19 Iblis Cardinal

18/07/2023

20

Bab 20 Pikiran Liar

20/07/2023