R Adrianii
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita R Adrianii
Fall For You (Rindu)
Romantis Rindu Kinasih, gadis desa yang berpikir bahwa keputusan yang ia ambil ketika ayahnya menjodohkan ia dengan pria tampan, mapan, dan berasal dari keluarga baik-baik bukanlah pilihan yang buruk. Siapa yang akan menolak seorang Derren Aji Putra?
Namun, pada akhirnya Rindu bukan hanya patah hatinya. Pria itu juga sedang menggoreskan pedih di sekujur tubuhnya.
"Sayang, kamu masih berpikir buat ninggalin aku, hah!!"
Derren tidak membunuh Rindu dengan pistol yang bisa menghentikan penderitaannya saat itu juga, pria itu suka melukai Rindu perlahan-lahan dan melihat Rindu menyerah padanya. Hingga Danielo Chris, bos di tempat Rindu bekerja melihat bagaimana gadis itu diperlakukan. Pria yang menyimpan kenangan buruk tentang kekerasan terhadap wanita itu merasa bahwa ia tidak bisa diam saja.
"Kontrak pernikahan, kau bebas menjadi dirimu sendiri tapi kau harus terus tinggal di sisiku."
Tawaran gila dari pria dengan garis wajah yang dingin itu terdengar seperti omong kosong, bagaimana mungkin Rindu yang membenci perjodohannya sendiri harus menerima pernikahan kontrak untuk menyelamatkan dirinya.
Akankah Rindu menerima pertolongan yang pria itu tawarkan? atau Rindu akan terus mengorbankan dirinya hidup bersama Derren? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.