Josephine
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Josephine
Pernikahan kontrak (cinta)
Romantis Tamara Utami, gadis kampung yang tergiur atas tawaran menikahi kontrak dengan seorang pengusaha sukses, bukan karena tertarik pada laki-laki itu, melainkan tertarik dengan uang yang ia dapatkan.
Adam Malik laki-laki yang selalu didesak untuk menikah, sampai ia mengambil jalan pintas agar dirinya tidak terus menerus didesak untuk menikah, dan ia lebih memilih menikah kontrak.
Tapi siapa sangka keputusan yang ia ambil sangat menyiksa wanita yang ia nikahi.
.
.
" Saya minta maaf atas perbuatannya mama saya kemarin" ucap Adam setelah menghabiskan makan siangnya.
" Tidak perlu minta maaf tuan, itu bukan salah anda melainkan kesalahan saya sendiri." Ya, Tamara menyatakan ini kesalahannya seutuhnya, tidak seharusnya ia masuk ke dalam keluarga kaya seperti tuan Adam.
" Kesalahan kamu sendiri? " Tanyanya, jelas-jelas adam melihat sendiri, yang memulai terlebih dahulu itu mamanya bukan istrinya.
" Iya, dengan menyetujui pernikahan kontrak ini saja sudah salah tuan. Bisa kah kita mengakhiri ini semua tuan?" Kata Tamara serius, tapi entah apa yang di rasakan Adam ketikan mendengar kata 'mengakhiri'.
" Yuda " teriak Adam tanpa mengalihkan tatapannya, tatapan suami istri kontrak ini terkunci, Tamara menatap dengan penuh penyesalan dan kebencian dan Sedangkan Adam menatap dengan tatapan sulit untuk di artikan.
" Iya tuan" Yuda melihat kedua orang yang di depannya ini sedang tatapan. " Kenapa memanggil jika ingin memperlihatkan adegan seperti ini." Gumam Yuda kesal.
" Ingatkan dia, berapa yang harus ia bayar jika ingin mengakhiri kontrak ini!" Kata Adam dingin, membuat Yuda merinding mendengar nya, tapi lain halnya dengan Tamara ia tersenyum miring mendengar ucapan suaminya..
" Tidak perlu menyuruh tuan Yuda untuk mengingatkan saya tuan. Saya ingat betul berapa jumlah nominal yang harus saya bayar." Ucap Tamara santai tidak memperdulikan tatapan tajam suaminya.
" Ada sudah selesai makan bukan? Kalau sudah biar saya rapikan " ucap tanara lagi, dan merapikan bekas makanan Suaminya.
" Muka seram anda ini tidak berlaku untuk saya tuan" kata Tamara ingin menyentuh wajah suaminya " oo maaf, saya lupa kalau anda tidak suka di sentuh oleh orang sembarangan, apa lagi oleh perempuan kampungan seperti saya" kata Tamara tersenyum manis, tapi mengejek.
Sedangkan Adam sama sekali tidak mengubah posisinya sama sekali, ia terus menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan..
Yuda yang melihat istri tuanya yang sangat berani melakukan itu pada tuanya hanya bisa menahan napasnya, karena takut tuanya murka.
" Selamat siang, dan semangat suaminya kontrak ku" ucap tamara tersenyum dan pergi meninggalkan kedua pria tersebut.
Adam langsung melonggarkan dasinya karena merasa sesak mendengar kata istrinya. " Keluar " ucap Adam dingin. Mendengar itu, Yuda menelan ludahnya dengan susah payah.
Bagaimana kelanjutannya, yok kepoin. Anda mungkin suka
Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin. Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian.....