Bill Zerbini
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Bill Zerbini
Istri Kontrak Kembali Bersinar
Romantis Kaki kiriku patah dan terjepit di balik kemudi, darah segar mengalir membasahi gaunku.
Namun suamiku, Rayan, berlari melewatiku tanpa menoleh sedikit pun.
Ia langsung memeluk Eliza, cinta pertamanya yang duduk di kursi belakang, padahal wanita itu hanya mengalami lecet kecil di lengan.
"Sayang, kau baik-baik saja? Jangan takut, aku di sini," ucapnya lembut pada Eliza.
Lalu ia berbalik menatapku dengan tatapan penuh kebencian.
"Amalia! Kalau kau tidak becus menyetir, jangan membahayakan nyawa Eliza!"
Diiringi sirene ambulans, aku tersenyum pahit.
Delapan tahun aku mengabdi sebagai istri kontrak yang patuh demi biaya pengobatan ibu, menelan semua hinaan dan melihatnya bermesraan dengan wanita lain.
Hari ini, di ambang kematian, aku akhirnya sadar.
Cintaku padanya sudah mati bersamaan dengan tabrakan ini.
Tiga hari kemudian, tepat saat kontrak pernikahan kami berakhir, aku meninggalkan surat cerai di atas meja dan menghilang ke Norwegia.
Aku kembali menjadi peneliti bioteknologi yang bersinar, bukan lagi istri pajangan yang membosankan.
Hingga suatu hari, Rayan yang hancur karena skandal perselingkuhan menemukanku di tengah badai salju, berlutut memohon agar aku kembali.
Aku hanya menatapnya datar, lalu berkata pada asistenku:
"Abaikan saja. Dia hanya mantan suami yang hobi berselingkuh." Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.