icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Gairah Liar Nayla

Gairah Liar Nayla

Hidup itu indah, kalau belum indah berarti hidup belum berakhir. Begitu lah motto hidup yang Nayla jalani. Setiap kali ia mengalami kesulitan dalam hidupnya. Ia selalu mengingat motto hidupnya. Ia tahu, ia sangat yakin akan hal itu. Tak pernah ada keraguan sedikitpun dalam hatinya kalau kehidupan seseorang tidak akan berakhir dengan indah. Pasti akan indah. Hanya kedatangannya saja yang membedakan kehidupan dari masing – masing orang. Lama – lama Nayla merasa tidak kuat lagi. Tanpa disadari, ia pun ambruk diatas sofa panjang yang berada di ruang tamu rumahnya. Ia terbaring dalam posisi terlentang. Roti yang dipegangnya pun terjatuh ke lantai. Berikut juga hapenya yang untungnya cuma terjatuh diatas sofa panjangnya. Diam – diam, ditengah keadaan Nayla yang tertidur senyap. Terdapat sosok yang tersenyum saat melihat mangsanya telah tertidur persis seperti apa yang telah ia rencanakan. Sosok itu pelan – pelan mendekat sambil menatap keindahan tubuh Nayla dengan jarak yang begitu dekat. “Beristirahatlah sayang, pasti capek kan bekerja seharian ?” Ucapnya sambil menatap roti yang sedang Nayla pegang. Sosok itu kian mendekat, sosok itu lalu menyentuh dada Nayla untuk pertama kalinya menggunakan kedua tangannya. “Gilaaa kenyel banget… Emang gak ada yang bisa ngalahin susunya akhwat yang baru aja nikah” Ucapnya sambil meremas – remas dada Nayla. “Mmmpphhh” Desah Nayla dalam tidurnya yang mengejutkan sosok itu.
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Sejak kecil, bagi Elara, dunia hanya berputar pada satu poros: Julian. Terobsesi untuk memiliki pria yang menjadi cinta pertamanya itu, Elara menggunakan pengaruh besar keluarganya yang konglomerat untuk memutus hubungan Julian dengan kekasih masa mudanya. Dengan licin dan tanpa ampun, Elara "membeli" restu keluarga Julian, memaksa pria itu masuk ke dalam sangkar emas pernikahan. Elara adalah wanita yang tinggi hati dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Baginya, penolakan Julian hanyalah sebuah tantangan, bukan tanda untuk berhenti. Namun, ia meremehkan satu hal: kebencian seorang pria yang merasa terampas kebebasannya. Selama tiga tahun, rumah megah mereka hanyalah sebuah makam bagi kebahagiaan. Julian memperlakukan Elara dengan dingin yang membekukan, bahkan terang-terangan menunjukkan rasa muak setiap kali mereka berada di ruangan yang sama. Elara yang keras kepala akhirnya mulai hancur; ia menyadari bahwa meski ia memiliki tubuh Julian, ia tak akan pernah bisa menyentuh jiwanya. Berada di titik nadir dan menyadari bahwa cintanya telah menjadi racun bagi dirinya sendiri, Elara akhirnya melakukan hal yang tak pernah dibayangkan siapa pun: ia mengibarkan bendera putih. Elara memutuskan untuk melepaskan segalanya dan menghilang dari hidup Julian. Kini, saat Elara benar-benar pergi dan tak lagi mengejarnya, akankah Julian merasakan kebebasan yang ia dambakan, atau justru baru menyadari bahwa benci dan cinta hanya terpisah sekat yang sangat tipis? Mampukah sisa-sisa perasaan Elara meluluhkan dinding kebencian Julian sebelum semuanya terlambat?
Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati

Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati

Aku, Silvia Rahman, seorang wanita cacat yang bertunangan dengan dokter bedah saraf terkemuka, Dion Kurniawan. Aku buta, tuli, dan bisu setelah sebuah kecelakaan, dan percaya bahwa belas kasihannya adalah cinta sejati. Namun, keajaiban terjadi. Pendengaranku pulih secara diam-diam, dan aku mendengar kebenaran yang menghancurkan: Dion sengaja membuatku tetap cacat agar bisa berselingkuh dengan kekasihnya, Arini, tanpa rasa bersalah. Di pesta ulang tahunnya, di depan teman-temannya, Dion dengan bangga mengakui perselingkuhannya. "Istri adalah simbol status, tapi kekasih adalah gairah yang tak bisa kau berikan," katanya, sementara teman-temannya menertawakanku. Dia bahkan mengaku telah meminta dokter untuk memastikan aku tidak akan pernah sembuh. Rasa sakit itu menusukku lebih dalam ketika Arini dengan sengaja mengirimiku foto dan rekaman suara perselingkuhan mereka, mengejekku karena "tidak bisa menjadi wanita sejati" untuk Dion. Dia bahkan merekayasa sebuah kecelakaan tabrak lari, membuatku terluka parah, sementara Dion hanya peduli pada luka kecil di jari Arini. Aku pernah rela mati untuknya. Sekarang, aku hanya ingin melihatnya hancur. Di hari pernikahan kami, alih-alih pengantin wanita, Dion hanya akan menemukan peti mati kosong dan sebuah rekaman suara terakhir dariku. Aku akan membiarkan seluruh dunia mendengar kebusukannya, sebelum aku menghilang selamanya dengan identitas baru.