icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Romantis untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Istri sang Tuan Muda Lumpuh

Istri sang Tuan Muda Lumpuh

WARNING!! Mengandung unsur kedewasaan, intrik keluarga, dan tema-tema dewasa. Harap bijak dalam memilih bacaan!! ____""____ "Nona, kamu yakin mau memberikannya kepada saya?" Bisik Tuan muda Sooya. Bola mata Fyorin yang indah menatap dalam manik mata Tuan muda Sooya yang berada beberapa senti di atasnya, tatapannya sayu, dengan suara yang bercampur dengan deru nafasnya Fyorin berusaha menyahuti. "Iya, Tuan... Saya akan memberikannya," ucapnya nyaris berbisik. Setelah mendapatkan jawaban dari Fyorin, ia lantas menurunkan kain penutup terakhir yang tadi sengaja ia sisakan demi untuk memastikan lagi sang pemilik benar-benar mengijinkan. Pun dengan miliknya sendiri yang sekarang sudah tidak berpenghalang lagi. Bola mata Fyorin membelalak lebar. Sebuah tongkat besar dan panjang berdiri dengan gagah di hadapan matanya. Belum pernah ia melihat benda seperti itu sebelumnya. Apalagi ia tiba-tiba membayangkan benda itu harus menerobos memasukinya. Belum apa-apa Fyorin sudah ngeri sendiri. "Tuan, kenapa bes4r sekali?" Cicit Fyorin dengan polosnya dengan mata yang melebar menatap kearah benda itu. Tuan muda Sooya terkekeh, dan lagi-lagi ini adalah pertama kalinya Fyorin melihat kekehan laki-laki itu. "Kenapa kamu polos sekali, Nona? Apakah hal seperti itu harus kamu tanyakan di saat-saat seperti ini?" Ujarnya. "Tapi itu, sebesar itu? Saya jadi takut," sahutnya. "Kalau kamu takut kamu pejamkan mata saja, jangan dilihat," Fyorin mengangguk. Ia pun memejamkan matanya dengan erat. Kedua tangannya berpegangan pada tepian bantal yang menjadi alas kepalanya.
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih

Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih

Di acara gala Konservatorium Musik Cipta Kencana yang megah, aku, Anindya Larasati, seorang pemain biola penerima beasiswa, akhirnya merasa memiliki tempat. Terlebih lagi, di sisiku ada Bima Wiratama, kekasihku yang tampan dan berkuasa, salah satu anggota dewan wali amanat termuda. Namun kemudian, layar raksasa yang seharusnya menampilkan nama-nama donatur, tiba-tiba menyala. Menayangkan sebuah video yang sangat pribadi—sebuah adegan di kamar tidur—untuk disaksikan oleh seluruh elite Jakarta. Momen paling memalukanku dibajak untuk konsumsi publik. Saat pekikan kaget berubah menjadi bisikan kejam dan tawa mengejek, duniaku hancur berkeping-keping. Bima, yang seharusnya menjadi sandaranku, lenyap tanpa jejak. Beberapa saat kemudian, aku menemukannya, sedang tertawa puas bersama Safira, kakak tiriku. Dia mengakui bahwa seluruh hubungan kami hanyalah "permainan kecil yang lucu" untuk merancang kehancuranku. Dikhianati oleh pria yang kucintai, digiring seperti binatang, aku kemudian diseret ke sebuah gang gelap oleh teman-temannya. Aku mengalami siksaan yang tak terbayangkan: air cabai membakar tenggorokanku, kilatan kamera mengabadikan ketakutanku, dan sebuah besi panas membekaskan luka di bahuku. Semua demi hiburan publik, atas restu Bima yang kemudian, dengan dingin, memerintahkan para penculik untuk "membereskanku". Mengapa dia, pria yang pernah membelaku, merancang kekejaman yang begitu mengerikan? Meninggalkanku hancur dan ditandai, bahkan menginginkan aku musnah. Rahasia kelam apa yang mendorong pembalasan dendam yang bengis ini, dan bisakah aku lolos dari obsesinya yang menakutkan? Pengkhianatan yang brutal dan menyakitkan ini mengubahku. Aku tidak akan hanya bertahan hidup. Aku akan menghilang dari dunianya, dengan caraku sendiri. Membalikkan punggung dari kehancuran yang dia ciptakan untuk menempa masa depan di mana aku, Anindya, akhirnya akan bebas.
Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan

Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan

Ketika Nadia terjepit dalam kekisruhan finansial untuk membiayai pengobatan adiknya yang kritis, dia membuat keputusan impulsif yang mengubah hidupnya selamanya. Di tengah teriknya desakan dan keputusasaan, Nadia menerima tawaran dari keluarga Reza Azhar, konglomerat ternama yang memiliki kekuasaan tak terbantahkan. Istri Reza, Aulia, telah lama mencoba hamil tanpa hasil, sementara di dalam keluarga itu, kehadiran pewaris adalah impian yang harus diwujudkan. Tentu saja, Nadia tidak tahu bahwa tawaran tersebut datang dengan harga yang tinggi. Satria, ibu Reza yang licik, menginginkan warisan keluarga tetap terjaga dan sengaja merancang rencana untuk menggugah Nadia agar mendekati Reza dan memberi keturunan yang diharapkan. Awalnya, Nadia ragu-hati nuraninya menolak, sementara kesadarannya menjerit menolak pengkhianatan ini. Namun, semakin lama dia berada dalam lingkaran itu, semakin sulit baginya untuk menolak, dan hatinya, yang sudah lama terkubur dalam kesedihan, mulai terjerat dalam pusaran emosi yang membingungkan. Dan saat jantung Nadia semakin terjerat, sebuah tragedi memukul-adiknya meninggal dunia di rumah sakit. Rasa bersalah menyelimuti dirinya seperti selimut tebal, membekukan pikiran dan tubuhnya. Dengan takdir yang semakin membelit, Nadia membuat keputusan nekat. Dia melarikan diri dengan membawa rahasia terbesar dalam hidupnya-anak yang ia kandung, darah dari pria yang tak pernah tahu tentang keberadaannya. Namun, di dunia yang penuh intrik dan kekuasaan ini, tak ada rahasia yang bisa tersembunyi selamanya. Ketika Satria mulai mencium bau kebohongan dan Reza akhirnya mengetahui kebenaran, pertanyaan muncul: Akankah Reza mengejar anaknya dan memulai hidup baru, ataukah Nadia, dengan ketakutan yang membara di dada, akan terus berlari, bersembunyi dalam bayang-bayang masa lalunya, mengubur rahasia itu selamanya?