Gede Bagus Perdana
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Gede Bagus Perdana
Jebakan Sang Mantan Istri
Romantis Seorang wanita bernama Calista Anindya nyaris kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan mobil tragis yang ternyata adalah percobaan pembunuhan terencana. Terpaksa menghilang dari kehidupan lamanya, Calista bersembunyi demi keselamatan dirinya dan janin yang tengah dikandungnya. Namun, setiap malam, kenangan mengerikan itu menghantuinya.
Bruuakkk! Tiiin! Raungan rem darurat yang tak berdaya, disusul dentuman mematikan. Hanya sepuluh detik kemudian, api membumbung tinggi, melahap segalanya. Semua saksi terpaku, mengasihani nasib sang korban.
Enam tahun berlalu. Calista akhirnya kembali ke tanah air, bukan sebagai korban, melainkan sebagai sosok baru yang dipenuhi bara dendam. Terlihat ia melangkah tegap di bandara, menggandeng dua anaknya-seorang gadis kecil yang lincah dan anak lelaki berkacamata hitam yang tenang.
Mereka telah kembali.
Tujuan Calista kini jelas: membalas pengkhianatan dan kejahatan suaminya yang merencanakan segalanya. Akankah dendam ini terbalaskan, ataukah masa lalu yang kelam akan kembali menelan mereka? Dikhianati di Ranjang Pengantin
Romantis Aurora Valencia dihancurkan oleh intrik licik saudari tirinya, Sabrina. Ia dijebak, dikirim ke kamar seorang pria asing di malam terlarang, dan tak lama kemudian, kenyataan pahit menghantam: ia hamil.
Skandal ini tak terhindarkan. Ayahnya, Jenderal Wirya Atmaja, seorang tokoh militer yang menjunjung tinggi kehormatan, murka besar. Nama baik yang ia jaga selama ini tercoreng, dan tanpa belas kasihan, ia mengusir Aurora dari rumah.
Enam tahun berlalu, dan wanita yang kembali bukanlah Aurora yang rapuh. Ia adalah badai yang tenang, sosok yang bertekad menuntut keadilan. Dengan langkah pasti, ia kembali ke Jakarta, siap membalikkan semua keadaan.
Tujuan utamanya jelas: membongkar semua kebusukan dan topeng kemunafikan yang selama ini dipakai oleh Sabrina dan ibu tirinya. Di samping misi balas dendam, ia harus memecahkan misteri terbesar dalam hidupnya: siapa pria yang telah memberinya sepasang anak kembar yang luar biasa? Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat." Madu Untuk Istriku
bundaRey "Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni.
"Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu.
Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya.
"InsyaAllah sanggup, Yank." Reni tersenyum kecut. Sholat aja tidak pernah sanggup dari mana?
"Kamu gila, Mas!" Jengah dengan kegilaan Dani, Reni segera beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Dani.
"Ren! Ren!" Dani segera menyusul Reni yang berjalan ke arah kamar.
"Ren!" Dani menarik tangan Reni, namun segera ditepis oleh wanita itu.
"Lepaskan, Mas!" Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia pikir suaminya telah kembali seperti dulu, namun ternyata dia salah. Malah sebuah permintaan gila yang dimintanya pada Reni.
Tak menyerah, Dani terus mengekor Reni hingga ke kamar. Seketika Reni muak hanya dengan melihat wajah Dani.
"Ren, dengarkan Mas dulu ...." Kali ini Dani telah berlutut di hadapan Reni. Wanita itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang mulai sembab.