icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Aku Memutuskan untuk Bercerai
Jumlah Kata:652    |    Dirilis Pada:08/12/2022

Daniel mengerutkan kening dan dia menatap Clara dengan ragu. Untuk sesaat, dia bertanya-tanya apakah dia salah dengar.

Saat itu, Evelyn berteriak, "Bercerai? Terima kasih Tuhan, silakan ceraikan dia. Ayo cepat! Jika bukan karena permintaan terakhir Paskal, Daniel tidak akan pernah menikah denganmu. Aku tidak tahu kenapa Paskal menyukaimu sejak awal. Lihat dirimu. Kamu tidak pantas menjadi bagian dari Keluarga Sudarsa. Kamu hanya membawa sial dan nasib buruk bagi kami. Daniel seharusnya menceraikanmu dari dulu. Beraninya kamu meminta cerai? Tidak tahu malu!"

Sebuah cibiran meringkuk di sudut mulut Clara.

Clara bisa menikah dengan Daniel hanya karena Paskal Sudarsa, mendiang ayah Daniel, merasa berterima kasih padanya. Dia meminta putranya untuk menikahi Clara sebelum dia meninggal, tetapi Daniel tidak setuju. Dia tidak pernah ingin menikahinya.

Clara dengan cepat berbalik dan pergi. Jika dia tinggal di sana lebih lama, itu hanya akan membuatnya semakin muak.

Tidak ada yang menghentikannya untuk pergi. Dia hanya mendengar Evelyn memaki di belakangnya.

Pintu bangsal hanya berjarak beberapa langkah, tetapi Clara merasa jaraknya sangat jauh darinya. Kakinya terasa semakin berat, tetapi dia tidak ingin menunjukkan kelemahannya di hadapan orang-orang ini.

Saat dia akhirnya keluar dari rumah sakit, dia tidak bisa menahan air matanya lagi.

Butuh tiga tahun baginya untuk menyadari betapa salah dirinya. Clara menyesal telah menyia-nyiakan tiga tahun yang berharga untuk mencoba memenangkan hati Daniel.

Embusan angin dingin menerpa Clara, membuatnya menggigil. Dia tersandung di jalan.

Rasa sakit luar biasa melonjak di lengannya, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya.

Clara merasa pusing, dan pandangannya menjadi semakin kabur. Dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.

"Aku memutuskan untuk bercerai ...."

Suaranya pecah ketika dia berbicara. Clara tersedak dengan isak tangis. Dia tidak tahu apakah orang di ujung telepon itu mendengarnya atau tidak.

Tiba-tiba, dia merasa dunia seakan berputar, dan dia pingsan.

Beberapa saat kemudian, raungan yang memekakkan telinga bergema di udara. Sebuah helikopter mendarat beberapa meter dari Clara.

Pintu kabin terbuka. Seorang pria berjalan keluar dan bergegas menghampiri Clara. Dia mengangkat Clara ke dalam pelukannya dan menatapnya dengan kasihan.

"Gadis bodoh, kamu akhirnya memutuskan untuk kembali."

Sesaat kemudian, helikopter itu menderu dan terbang menjauh, dan jalanan kembali sunyi.

Sementara itu, Evelyn terus berteriak dan menghina Clara. "Beraninya wanita murahan itu meminta cerai? Banyak wanita yang sangat ingin menikah dengan Keluarga Sudarsa. Dia pikir siapa dirinya? Angkuh sekali! Ya ampun, aku sangat membencinya!"

"Apa Ibu sudah selesai?" tanya Daniel, menatap kesal pada Evelyn.

Tersinggung oleh pertanyaannya, Evelyn menyilangkan tangan di dadanya dan memalingkan wajahnya dengan dingin.

"Kak, antar Ibu pulang. Ibu perlu beristirahat," ucap Daniel dengan dingin.

"Oke."

Betty langsung berdiri, mengambil tasnya, dan pergi bersama Evelyn.

Setelah keduanya pergi, hanya Daniel dan Siska yang berada di bangsal.

Siska sedang duduk di tempat tidur, menundukkan kepalanya, dan menggigit bibirnya.

"Kenapa kamu berbohong?"

Siska menatap pria itu, air mata mengalir di pipinya. "Aku takut kamu akan meninggalkanku. Aku tidak bermaksud menipumu. Daniel, aku sangat takut. Aku masih ingin menjadi seorang aktris. Aku tidak bisa masuk penjara. Jika semuanya terungkap, karierku akan berakhir."

Dia mengulurkan tangan dan meraih lengan baju Daniel. "Daniel, percayalah padaku. Aku sedang linglung saat itu. Aku ingin mati tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku sedang mengandung bayi kita. Daniel, jika kamu tidak menginginkan bayi ini, aku mengerti. Aku akan mengakhiri semua hubungan denganmu dan membesarkan anak ini sendirian."

"Cukup!" geram Daniel.

Siska tersentak kaget. Bibirnya gemetar ketakutan. Mata Daniel berkobar karena marah seolah dia bisa membaca pikirannya.

Sebenarnya, tidak ada yang terjadi di antara mereka malam itu. Siska takut Daniel akan mengetahui kebenaran itu. Dia dengan cepat menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapannya.

Melihat ekspresi sedih di wajah Siska, Daniel menutup matanya dan menghela napas.

"Dengar, aku mabuk di hari itu. Aku tidak ingat apa yang terjadi. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Aku akan bertanggung jawab untuk merawat bayi itu ketika dia lahir. Ada pekerjaan penting yang harus kulakukan sekarang. Beristirahatlah dengan baik."

Setelah mengatakan itu, Daniel menarik lengannya dari pegangan Siska dan meninggalkan bangsal.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Tak Terduga2 Bab 2 Masuk Penjara demi Wanita Simpanannya3 Bab 3 Satu Triliun untuk Sebuah Tamparan4 Bab 4 Aku Memutuskan untuk Bercerai5 Bab 5 Dia Serius6 Bab 6 Selamat Tinggal7 Bab 7 Perjanjian Perceraian8 Bab 8 Air Mata Laut Biru9 Bab 9 Sebaiknya Kalian Pergi10 Bab 10 Palsu11 Bab 11 Penghinaan12 Bab 12 Memotret Diam-Diam13 Bab 13 Penerus14 Bab 14 Itu Tidak Mungkin Dia15 Bab 15 Kepedulian16 Bab 16 Betty yang Mabuk17 Bab 17 Pertanyaan18 Bab 18 Dia Pantas Mendapatkannya19 Bab 19 Topik Hangat20 Bab 20 Bukan Urusanmu21 Bab 21 Keadaan yang Berbalik22 Bab 22 Di Tengah Badai23 Bab 23 Konferensi Pers24 Bab 24 Pertemuan di Mal25 Bab 25 Menawar Gaun26 Bab 26 Menampilkan Keterampilan Aktingnya27 Bab 27 Akulah yang Mencampakkanmu28 Bab 28 Wanita yang Paling Penting dalam Hidupku29 Bab 29 Antagonis Wanita30 Bab 30 Clara yang Memesona31 Bab 31 Merayu Clara32 Bab 32 Rencana Siska33 Bab 33 Kuharap Cinta Kalian Berdua Abadi34 Bab 34 Aku akan Membuatnya Merasakan Akibatnya35 Bab 35 Gelang36 Bab 36 Foto Pernikahan yang Rusak37 Bab 37 Bukti38 Bab 38 Terbakar39 Bab 39 Cetak Salinan Lain40 Bab 40 Rencana41 Bab 41 Berinvestasi dalam Film42 Bab 42 Seseorang Mengerjainya43 Bab 43 Penampilan Sempurna44 Bab 44 Keluarga45 Bab 45 Simpanan Pria Kaya46 Bab 46 Berakting47 Bab 47 Rahasia48 Bab 48 Aku Perlu Bicara denganmu49 Bab 49 Tidak Masuk Akal50 Bab 50 Rasa Bersalah51 Bab 51 Adegan Penting52 Bab 52 Mata Dibalas Mata53 Bab 53 Video di Lokasi Syuting54 Bab 54 Tanggapan55 Bab 55 Opini Publik Berbalik56 Bab 56 Kambing Hitam57 Bab 57 Janji Temu58 Bab 58 Berita Mengejutkan59 Bab 59 Pangeran Piano60 Bab 60 Cinta pada Pandangan Pertama61 Bab 61 Kamu Perlu Membeli Lampu62 Bab 62 Serangan Verbal63 Bab 63 Taruhan64 Bab 64 Bukti65 Bab 65 Cerdas Tapi Bodoh66 Bab 66 Bertemu Lagi67 Bab 67 Pertunjukan Penuh Improvisasi68 Bab 68 Pengakuan69 Bab 69 Kehilangan Kendali70 Bab 70 Perjodohan71 Bab 71 Terlalu Menganggur72 Bab 72 Menambahkan Adegan73 Bab 73 Lebih Sibuk daripada Pemeran Utama74 Bab 74 Konspirasi75 Bab 75 Firasat Buruk76 Bab 76 Kecelakaan Mobil77 Bab 77 Jatuh ke Air78 Bab 78 Kebetulan Sekali79 Bab 79 Daniel Adalah Orang yang Menyelamatkanku80 Bab 80 Membedakan antara Kebaikan dan Kebencian81 Bab 81 Aku Ingin Melihat Apakah Kamu Mati karena Tenggelam82 Bab 82 Kebohongan83 Bab 83 Separuh Benar84 Bab 84 Kemewahan yang Tidak Bisa Kuberi85 Bab 85 Tidak Berhati Lembut86 Bab 86 Putusan Pengadilan87 Bab 87 Kejutan88 Bab 88 Sebuah Planet Kecil89 Bab 89 Makan Siang Bersama Keluarga90 Bab 90 Mengunjungi Almarhum Ibunya91 Bab 91 Rahasia Daniel92 Bab 92 Cinta Pertama93 Bab 93 Syuting Selesai94 Bab 94 Dies Natalis SMA95 Bab 95 Teman Sekolah96 Bab 96 Orang yang Sama97 Bab 97 Wanita Gila98 Bab 98 Konfrontasi99 Bab 99 Kamu akan Membayar100 Bab 100 Ancaman