icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 5
Dia Serius
Jumlah Kata:506    |    Dirilis Pada:08/12/2022

Di pintu masuk rumah sakit, Wisnu Pangestu sedang menunggu. Berpakaian profesional dan mengenakan kacamata tanpa bingkai, dia dengan cemas berdiri di samping mobil Maybach.

Melihat Daniel keluar dari rumah sakit, Wisnu berlari menghampirinya. Pria yang biasanya tenang tampak gelisah hari ini. "Tuan Sudarsa, akhirnya Anda datang. Kita hanya punya waktu lima menit sebelum konferensi video internasional dimulai. Materinya ada di sini ...."

Daniel mengangkat tangannya untuk menghentikan kata-kata Wisnu.

"Tunda rapatnya."

Wisnu terkejut sesaat, lalu dia mengangguk dan berkata, "Baik."

Daniel selalu menghargai kerja sama ini. Wisnu tidak mengerti mengapa bosnya tiba-tiba menunda rapat itu.

Tanpa bertanya lebih banyak, Wisnu langsung menghubungi pihak lain.

Konferensi itu penting bagi Daniel. Dia telah mempersiapkannya sejak lama. Namun, saat ini, yang ada di benaknya hanya kata-kata Clara yang meminta cerai darinya.

Tiga tahun lalu, ayahnya mengalami serangan jantung, dan Clara yang menyelamatkannya.

Kedua orang itu langsung memiliki hubungan baik sejak awal. Begitu ayahnya mengetahui bahwa Clara menyukai Daniel, dia meminta Daniel untuk menikahi Clara.

Daniel menolak pernikahan ini pada awalnya. Akan tetapi, dia akhirnya berkompromi untuk memenuhi keinginan terakhir ayahnya.

Meskipun mereka sudah menikah, dia dan Clara tidak hidup seperti pasangan suami istri. Mereka hanya bersikap sopan satu sama lain. Dia tidak menyukai istrinya. Namun, seiring berjalannya waktu, Daniel mulai terbiasa dengan kehadirannya.

Dua bulan lalu, dia mabuk dan menghabiskan malam bersama Siska.

Dia mencoba mengatakan yang sebenarnya pada Clara tetapi tidak pernah memiliki keberanian untuk mengakui kesalahannya.

Ini semua salahnya. Dia berutang permintaan maaf pada Clara.

Daniel masuk ke dalam mobil dan menelepon Clara, tetapi tidak ada yang menjawab.

Dia kemudian menelepon rumah sakit tetapi mendapat kabar bahwa dia sudah pergi.

Daniel menjadi panik.

Tepat ketika dia hendak menelepon ke rumah, sebuah kotak kado indah yang diikat dengan pita satin menarik perhatiannya.

"Apa ini?"

Wisnu, yang duduk di kursi penumpang, berbalik. "Nyonya Sudarsa meminta saya untuk memberikannya pada Anda."

Wajah Daniel berseri-seri. "Apa kamu bertemu dengannya? Kapan dia memberikan ini padamu?"

"Tadi pagi."

Itu tepat sebelum kecelakaan mobil. Hati Daniel merasa kecewa.

Dia membuka kotak kado itu dan di dalamnya terdapat sepasang kancing manset yang sangat indah berbentuk ekor ikan paus.

"Hari ini adalah ulang tahun pernikahan Anda yang ketiga," ucap Wisnu, mengingatkannya.

Daniel menoleh dan menatap tajam ke arahnya.

Wisnu menyadari dia seharusnya tidak mengatakan itu. Dia memaksakan senyum dan berbalik. Merasakan tatapan dingin dari Daniel di belakangnya, Wisnu merasa gelisah.

Daniel menarik napas dalam-dalam dan menelepon sang kepala pelayan, Mardi Mustafa.

"Paman Mardi, aku akan pulang untuk makan malam. Tolong minta koki untuk menyiapkan semua hidangan favorit Clara. Omong-omong, dia sedang terluka. Pastikan semua hidangannya bergizi dan hindari makanan yang tidak sehat," ucapnya sambil mengelus kancing manset di kotak kado.

"Baik, Tuan."

"Apa Clara ada di rumah?"

"Tidak."

Setelah menutup telepon, Daniel mengerutkan kening.

Di luar sangat dingin, dan gadis itu sedang terluka. Ke mana dia pergi?

Daniel menelepon Clara beberapa kali, tetapi tidak ada yang menjawab.

Awalnya dia mengira Clara meminta cerai karena marah. Akan tetapi, sekarang Daniel menyadari bahwa dia serius.

Daniel memijat pelipisnya yang berdenyut. Dia bisa merasakan frustrasi menumpuk di dalam dirinya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Tak Terduga2 Bab 2 Masuk Penjara demi Wanita Simpanannya3 Bab 3 Satu Triliun untuk Sebuah Tamparan4 Bab 4 Aku Memutuskan untuk Bercerai5 Bab 5 Dia Serius6 Bab 6 Selamat Tinggal7 Bab 7 Perjanjian Perceraian8 Bab 8 Air Mata Laut Biru9 Bab 9 Sebaiknya Kalian Pergi10 Bab 10 Palsu11 Bab 11 Penghinaan12 Bab 12 Memotret Diam-Diam13 Bab 13 Penerus14 Bab 14 Itu Tidak Mungkin Dia15 Bab 15 Kepedulian16 Bab 16 Betty yang Mabuk17 Bab 17 Pertanyaan18 Bab 18 Dia Pantas Mendapatkannya19 Bab 19 Topik Hangat20 Bab 20 Bukan Urusanmu21 Bab 21 Keadaan yang Berbalik22 Bab 22 Di Tengah Badai23 Bab 23 Konferensi Pers24 Bab 24 Pertemuan di Mal25 Bab 25 Menawar Gaun26 Bab 26 Menampilkan Keterampilan Aktingnya27 Bab 27 Akulah yang Mencampakkanmu28 Bab 28 Wanita yang Paling Penting dalam Hidupku29 Bab 29 Antagonis Wanita30 Bab 30 Clara yang Memesona31 Bab 31 Merayu Clara32 Bab 32 Rencana Siska33 Bab 33 Kuharap Cinta Kalian Berdua Abadi34 Bab 34 Aku akan Membuatnya Merasakan Akibatnya35 Bab 35 Gelang36 Bab 36 Foto Pernikahan yang Rusak37 Bab 37 Bukti38 Bab 38 Terbakar39 Bab 39 Cetak Salinan Lain40 Bab 40 Rencana41 Bab 41 Berinvestasi dalam Film42 Bab 42 Seseorang Mengerjainya43 Bab 43 Penampilan Sempurna44 Bab 44 Keluarga45 Bab 45 Simpanan Pria Kaya46 Bab 46 Berakting47 Bab 47 Rahasia48 Bab 48 Aku Perlu Bicara denganmu49 Bab 49 Tidak Masuk Akal50 Bab 50 Rasa Bersalah51 Bab 51 Adegan Penting52 Bab 52 Mata Dibalas Mata53 Bab 53 Video di Lokasi Syuting54 Bab 54 Tanggapan55 Bab 55 Opini Publik Berbalik56 Bab 56 Kambing Hitam57 Bab 57 Janji Temu58 Bab 58 Berita Mengejutkan59 Bab 59 Pangeran Piano60 Bab 60 Cinta pada Pandangan Pertama61 Bab 61 Kamu Perlu Membeli Lampu62 Bab 62 Serangan Verbal63 Bab 63 Taruhan64 Bab 64 Bukti65 Bab 65 Cerdas Tapi Bodoh66 Bab 66 Bertemu Lagi67 Bab 67 Pertunjukan Penuh Improvisasi68 Bab 68 Pengakuan69 Bab 69 Kehilangan Kendali70 Bab 70 Perjodohan71 Bab 71 Terlalu Menganggur72 Bab 72 Menambahkan Adegan73 Bab 73 Lebih Sibuk daripada Pemeran Utama74 Bab 74 Konspirasi75 Bab 75 Firasat Buruk76 Bab 76 Kecelakaan Mobil77 Bab 77 Jatuh ke Air78 Bab 78 Kebetulan Sekali79 Bab 79 Daniel Adalah Orang yang Menyelamatkanku80 Bab 80 Membedakan antara Kebaikan dan Kebencian81 Bab 81 Aku Ingin Melihat Apakah Kamu Mati karena Tenggelam82 Bab 82 Kebohongan83 Bab 83 Separuh Benar84 Bab 84 Kemewahan yang Tidak Bisa Kuberi85 Bab 85 Tidak Berhati Lembut86 Bab 86 Putusan Pengadilan87 Bab 87 Kejutan88 Bab 88 Sebuah Planet Kecil89 Bab 89 Makan Siang Bersama Keluarga90 Bab 90 Mengunjungi Almarhum Ibunya91 Bab 91 Rahasia Daniel92 Bab 92 Cinta Pertama93 Bab 93 Syuting Selesai94 Bab 94 Dies Natalis SMA95 Bab 95 Teman Sekolah96 Bab 96 Orang yang Sama97 Bab 97 Wanita Gila98 Bab 98 Konfrontasi99 Bab 99 Kamu akan Membayar100 Bab 100 Ancaman