icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Desahan Sang Pejantan

Bab 3 Nafkah Batin Yang Telah Basi

Jumlah Kata:1059    |    Dirilis Pada: 20/11/2022

k melalui lubang ventilasi, seakan memberikan cinta dan keindahan saat cakrawala mula

bari memecahkan teka-teki perihal pertanyaan yang datang secara bertubi-tubi. Bagaima

anapun juga, ini adalah sebuah takdir yang harus kujalani. Tatapan sejurus pa

ama, membuat aku yang semakin kesepian, tak pernah lagi mendapa

elipat handuknya menutupi setengah badan. Entah kenapa, sejak dinyat

dia pun tak ada niat lagi berhubungan denganku. Biasan

i dalam lemari kaca. Langkahnya sedikit menyeret, membuka tempat

i sang suami. Hati berharap, kalau sang suami mau memb

akan hatiku. Dengan sangat lembut, aku memeluk sang suami dari belakang badan

engan sangat manja, aku menyembu

gai balasan, dia

sekali? Bunda kangen ... banget semala

mu jaga diri baik-

mana?" Sebagai seorang istri,

ian, karena tak dapat dipisahkan oleh

n itu. Dia berjalan menuju meja rias yang dipenuhi alat make-up m

a dan memeluk dari belakang. Meskipun haru

sama Ayah," rayuku lagi

ku bergetar hebat saking bahagianya. Ternyata sang suami mas

Aku akan pergi, dan tak tahu

e

i ini sangat kencang bagai kendaraan yang akan berperang. Tanpa mampu berk

rasa, kedua bola mataku meneteskan bulir bening hingga membasahi pipi. B

enuh hati-hati. Kemudian sang suami menyibak air mata

, aku cuma bercanda," ucap sang

t. Tangisan ini pecah di pundaknya, tak terasa

i yang dulu, tidak ada yang berubah. M

selalu bercanda setiap malam. Curhat dengan semua ma

nya ditakdirkan sampai Mawar berusia dua puluh tahun. Aku lelaki

lebih deras. Tanpa basa-basi, sang suami melepas peluka

embalas kecemburuanku pada angin, yang

ng suami menyentuh pipi ini, dia me

ri ini libur kerja?"

udahlah, jangan manja banget. Sekar yang aku kenal adalah wanita tangguh,

kelopak dan menyaksikan sang suami sim

Sayang. Emmmuach ..

sallam ...,

a aku, masih menahan kesedihan dan hanya bisa mendudukkan badan di atas ranjang.

'Tuhan ... lindungi suami hamba. Dia adalah seorang malaikat dalam hid

a diri untuk segera ke luar dari ambang kamar. Dengan mengambil bandana d

ia memainkan ponselnya sembari menatapku dengan penuh hati-

seperti menangis gi

gi susah tidur aja, jadi

Mama lagi menangis, kan? Kenapa lagi,

ah orang dewasa. Kamu enggak boleh tahu, ma

itu, Ma. Sampai-sampai, Mama enggak b

. Pasti kamu juga akan lebih memilih diam,

eskan air mata. Ternyata, anak gadisku

ng jangan sembunyikan masalah sekecil apa pun tentang lak

emeluk sang anak. Tangisan pecah di pu

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka