icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gamelan Retak

Bab 6 Temaniku

Jumlah Kata:1255    |    Dirilis Pada: 01/11/2022

besemah yang menjadi menu utama makan siang itu. Bersama dengan beberapa m

ni orang nyebutnya cughup). Sebenernyo ado banyak air terjun, tapi dak galonyo gampang didatengi. Yang biaso

an lainnya. "Boleh juga. Jadi air ter

bae dulu. Jalannyo gam

pada Watining.

menyenangkan. Aku

jalan sekarang

ih dekat dari lokasi rumah makan itu, akses menuju ke sana juga mudah. Hanya butuh sekitar setengah jam perjala

a lalui. Seperti kata Beni, jalan menuju ke sana gampang dilalui dan mobil yang mereka

pasang muda-mudi yang sedang asyik berfoto dan bermain air.

odoh," goda Fakhri pada Watining

uga sudah banyak yang mau. Kamu

sambil tersenyum. Fakhri lalu memberi isyarat memangg

Fakhri sambil menyerah

ri. Dengan tangan kirinya, Fakhri merangkul Watining. Perem

foto, Beni menyerahkan pons

enyum-senyum?"

ngiro Bapak samo Ibu itu

a. "Kamu itu ad

. Fakhri mengikuti satu langkah di belakang Watining. Mereka berdua berendam kaki di air yang terasa dingin sambil memandang ke arah ai

*

ftar pertanyaan audit yang dibuat

Bu," jawab Fani sambil

makan malam tadi, mereka sibuk membahas tugas yang diberikan Fakhri dan Watining sebagai tindak lanjut pelatihan tadi pagi

atining menyadari kalau Fakhri begitu tampan dari foto-foto yang barusan diambilnya. Diamatinya juga foto-foto yang sebelumnya sempat dibagi Fakhri ya

ing mengalihkan perhatiannya ke Fani yang berdiri di

g merasa dibangunkan dari pikiran

ngkat, saya mampir ke sini, ya, Bu. Ad

h, si

pada para tamunya yang beranjak meningg

Fakhri ketika berdiri d

di pergelangan tangan kirinya yan

tidur sendiria

ng sempat susah tidur karena sedikit ngeri dengan suasana di hotel itu. Setelah Fakhri meningga

Mbak. Takut khilaf," balas

kok kh

anya juga tidur seka

ngan Watining menggoda Fakhri. Muka Fakhri kelihatan be

ning tertawa melihat Fakhri yang terkesan

aku?" tanya Wati

il memandang mata Watining.

" Fakhri kembali mematung d

aju dulu. Entar balik lagi ke sini." Fakhri

arusan. Meski tak tahu apa yang bakal terjadi, Watining pikir bahwa Fakhri bukanlah

ganti pakaian beranjak untuk membukakan pintu. Watining memakai

rsi yang ada di samping tempat tidur. Tangannya meraih remote cont

tining menunjukkan

akhri setelah be

opi instan buat Fakhri dan seca

sebelum aku tidur!" ujar Watining setelah meletakkan du

wab Fakhr

erdebar-debar. Sambil mengambil cangkir teh di nakas yang ada di sisi kanannya, Watining sempat mencuri pandang pada Fakhri yang tengah asyik menonton film di televisi. Dengan hi

g ditonton Fakhri. Lelaki itu tampak f

ya dim

u menyeruputnya. Cuma sekali seruput, Fakhri meletakkan kembal

ang di kasur. Tanpa mengubah posisinya, dia menoleh ke Fakhri yang masih fokus menonton film. "K

ditemani Fakhri yang gelagatnya tak menunjukkan akan melakukan sesuatu padanya selain menemaninya tidur. Jujur di dalam hati

langan yang kemudian dihempas oleh ingatan akan perempuan lain yang mengakui hubungan dengan suaminya yang telah tiada. Rasa

rsambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gamelan Retak
Gamelan Retak
“[Cerita Dewasa 21+] Berawal dari kedekatan, Watining lalu jatuh hati. Perasaannya itu ternyata berbalas. Fakhri juga merasakan hal yang sama. Namun, kisah cinta ini tak mudah dijalani. Fakhri sudah beristrikan Arianti dan tak mungkin berpisah demi bersama dengan Watining. Ketika Arianti mengetahui hubungan Fakhri dan Watining, dia tidak bisa menerimanya. Gugatan cerai dilayangkan Arianti. Akankah kisah cinta Watining dan Fakhri berakhir bahagia?”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Awal Kisah3 Bab 3 Mengungkap Cerita4 Bab 4 Seram 5 Bab 5 Indah6 Bab 6 Temaniku7 Bab 7 Pulang8 Bab 8 Merasa9 Bab 9 Gelora10 Bab 10 Kesal11 Bab 11 Perempuan Gesit12 Bab 12 Vila Gunung13 Bab 13 Ketegangan14 Bab 14 Kedinginan15 Bab 15 Cinta 16 Bab 16 Nelangsa17 Bab 17 Tak Lengkap18 Bab 18 Karaoke19 Bab 19 Ikatan Keluarga20 Bab 20 Curahan Hati21 Bab 21 Tentang Rindu22 Bab 22 Resah23 Bab 23 Tak Ingin Dimadu24 Bab 24 Anakmu Perempuan25 Bab 25 Buah Perbuatan26 Bab 26 Kehidupan dan Kematian27 Bab 27 Hangat dan Dingin28 Bab 28 Bukan Seikat Bunga29 Bab 29 Kamu Di Mana 30 Bab 30 Rasa Yang Berbeda