icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gamelan Retak

Bab 2 Awal Kisah

Jumlah Kata:1401    |    Dirilis Pada: 01/11/2022

i sebuah perguruan tinggi swasta untuk memberikan jasa konsultansi implementasi standar mutu di lembaga pendidikan itu tidak bisa ditanganinya

itu, Fakhri memiliki argumen yang tak bisa ditolak atasa

ang usianya dua tahun lebih tua darinya itu sudah seperti saudaranya sendiri. P

baru selesai kubuat. Ada apa?" tanya Watining

u aku, 'kan, pernah cerita kalau aku enggak bisa tangani sendiri, tapi bos maksa menugaskan aku sendirian. Setelah dari sana, terny

r beberapa detik. "Perg

k implementasi. Kalau kita berdua yang tangani, kita bisa berbagi. Jadi, pekerjaannya bisa lebih cepat selesai

lah. Aku juga sudah biasa

e sana dua kali sebulan. Itu artinya Mbak bakal rutin k

Mata Watining yang berbinar indah tampak le

gas di sana. Kita bisa berangkat akhir pekan. Hari Jumat, kita berangkat.

lakang di sandaran kursi kerjanya. Dia langsu

enyum. "Mak

ong, di sana

k bisa kita samakan dengan di sini. Menghadapi orang-orangnya juga

saja liburan," ujar Watining diikuti tawa kecilnya. Fakhri merasa lega. T

erat. Cuma mesti bersabar saja menghad

orang-orang yang gampang ngerti kalau

u ngurusin masalah tambahan personel. Makasih,

kah Fakhri dan membuatnya membalik b

email rinc

e,

enugasan itu. Dia sudah mengenal baik perempuan itu sejak lama. Sejauh i

ining ke rumah orang tua Fakhri dan mengenalkan perempuan itu sebagai pacarnya. Perempuan ayu dengan suara lembut berlog

lasan mencari pengalaman dengan melanjutkan sekolah di sini. Berbekal alamat kerabat jauh yang mema

erabat jauh tempat Heru tinggal. Seringnya mereka mengobrol saat

emanan Fakhri dengan Heru yang dua tahun lebih tua darinya itu semakin erat. Melihat pembawaan Heru yang sopan da

bagai sesama perantau dari Jawa, keduanya jadi berteman. Watining pindah ke kota ini saat naik

ih. Dua tahun setelah lulus kuliah, keduanya memutuskan untuk menikah. Saat itu, Watining yang cerda

ya juga menanjak dan kondisi ekonomi mereka meningkat. Sepuluh tahun bekerja, Heru diangkat sebagai kepala seksi dan m

yang akan ditugaskan mengikuti pelatihan manajemen mutu. Watining yang cerdas dengan serius menjalaninya dengan kesungguhan.

yang bekerja sama dengan perguruan tinggi tempatnya bekerja, melainkan juga dengan orang-orang yang sempat dikenalnya saat

i untuk pindah bekerja oleh seorang petinggi di salah satu lembaga sertifikasi mutu, Watining memutuskan untuk pindah. Meski jabatan awalnya di lemb

*

g dijalaninya. Penambahan Watining untuk membantu tugasnya itu harus disertai pe

an kepala bagian keuangan. Fakhri berjalan keluar ruangan itu menuju meja kerjanya. Dia sena

ofesional tanpa birokrasi yang berbelit-belit. Keputusannya untuk pindah bekerja dari tempat

saat ketika mereka bertemu di acara keluarga. M

dosen, obrolan mereka sejalan. Fakhri saat itu masih bekerja sebagai dosen di Jurusan Tek

enarnya. Aku enggak suka dengan intrik-intr

lu. Untunglah aku sekarang ndak nemui masalah kayak gi

ja. Setiap kali aku bikin sesuatu, ada saja yang

utuh auditor?" timpal Heru yang biasa me

wajahnya terlihat bersemangat. "Gimana kalau kamu ikut jejakku saja? Kamu, 'k

nik Industri sekitar delapan bulan terakhir. Fakhri hanya merasa sangat tidak nyaman dengan berbagai upaya sebagian rekan-rekan kerjanya yang ba

nya Watining yang me

u pertimbangka

enak loh. Orang-orangnya semua bers

suami istri itu meyakinkannya. "Kapan aku mes

ah diambil orang." Wat

, aku kasih

rsambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka